Untuk kesekian kalinya kementrian infrastruktur andalan Joko Widodo ini terbukti bermasalah dengan revolusi mental andalan Jokowi.
Apa lagi yang diandalkan?Ada yang tau? - Jumat05 April 2019, 16:48 WIB Rp 46 M Disita KPK dari Pejabat PUPR Termasuk DuitIsrael, Buat Apa? AhmadBil Wahid - detikNews Jakarta- KPK menyita miliaran duit dari puluhan pejabat di lingkungan Kementerian PUPR.Miliaran uang itu disita dalam bentuk belasan pecahan mata uang, termasuk dari Israel. Setidaknya ada 14 mata uang yang berbeda yang disita KPK dengan besaran yangberbeda-beda pula. Namun apabila di-rupiah-kan, total uang yang disita kuranglebih Rp 46 miliar. Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan total Rp 46 miliar itu disita dari75 orang. Di antara 75 orang itu, ada 69 pejabat di lingkungan Kementerian PUPRyang mengembalikannya ke KPK. Untuk apa duit-duit itu? "KPKmenduga pembagian uang pada pejabat Kementerian PUPR terjadi massal padapuluhan pejabat di sana terkait proyek sistem penyediaan air minum," kataFebri Diansyah pada wartawan, Jumat (5/4/2019). Pengembalian uang itu diterima KPK sejak kasus suap terkait proyek SistemPenyediaan Air Minum (SPAM) diusut KPK. Dalam pusaran kasus ini, KPK menduga PTWijaya Kusuma Emindao (WKE) dan PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) memberikansuap pada pejabat PUPR demi memenangi lelang proyek SPAM 2017-2018. Hasilnya,kedua perusahaan itu menang lelang 12 proyek dengan nilai Rp 429 miliar. Suap diduga senilai 10 persen dari nilai masing-masing proyek. Duit haram itukemudian diduga dibagi lagi, yaitu 7 persen untuk kepala satuan kerja(Kasatker) dan 3 persen untuk pejabat pembuat komitmen (PPK). Singkatnya ada 8tersangka yang dijerat, antara lain: - Diduga sebagai pemberi: 1. Budi Suharto (BSU) selaku Direktur Utama PT WKE; 2. Lily Sundarsih (LSU) selaku Direktur PT WKE; 3. Irene Irma (IIR) selaku Direktur PT TSP; dan4. Yuliana Enganita Dibyo (YUL) selaku Direktur PT TSP. - Diduga sebagai penerima: 5. Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE) selaku Kasatker SPAM Strategis/PPKSPAM Lampung; 6. Meina Woro Kustinah (MWR) selaku PPK SPAM Katulampa;7. Teuku Moch Nazar (TMN) selaku Kepala Satker SPAM Darurat; dan 8. Donny Sofyan Arifin (DSA) selaku PPK SPAM Toba 1. Kembalisoal miliaran uang yang disita. Febri menyebut jenis mata uang itu terdiri dari14 jenis yaitu rupiah Indonesia (Rp), dolar Amerika Serikat (USD), dolarSingapura (SGD), dolar Australia (AUD), dolar Hong Kong (HKD), Euro (EUR),poundsterling Inggris (GBP), ringgit Malaysia (RM), yuan China (CNY), won KoreaSelatan (KRW), bath Thailand (THB), yen Jepang (JPY), dong Vietnam (VND), dan shekelbaru Israel (ILS). Berikut detailnya: - Rp 33.466.729.500 - USD 481.600 (dikonversikan menjadi Rp 6.820.539.600) - SGD 305.312 (dikonversikan menjadi Rp 3.192.793.797) - AUD 20.500 (dikonversikan menjadi Rp 207.080.750) - HKD 147.240 (dikonversikan menjadi Rp 266.018.508) - EUR 30.825 (dikonversikan menjadi Rp 490.094.380) - GBP 4.000 (dikonversikan menjadi Rp 74.285.000) - RM 345.712 (dikonversikan menjadi Rp 1.199.669.627) - CNY 85.100 (dikonversikan menjadi Rp 179.442.588)- KRW 6.775.000 (dikonversikan menjadi Rp 84.421.911) - THB 158.470 (dikonversikan menjadi Rp 70.496.964) - JPY 901.000 (dikonversikan menjadi Rp 114.386.455) - VND 38.000.000 (dikonversikan menjadi Rp 23.204.281) - ILS 1.800 (dikonversikan menjadi Rp 7.113.280) (dhn/fjp)
