Arief Budiman: Hoaks Server KPU Diatur Punya Motivasi Lain
Reporter:
Irsyan Hasyim (Kontributor)
Editor:
Kukuh S. Wibowo
Sabtu, 6 April 2019 17:55 WIB
Ketua KPU Arif Budiman usai membuat laporan di Gedung Bareskrim Polri,
Jakarta Selatan pada Kamis, 4 April 2019 (Andita Rahma)Ketua KPU Arif
Budiman usai membuat laporan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan
pada Kamis, 4 April 2019 (Andita Rahma)
*TEMPO.CO*,*Jakarta*-Ketua Komisi Pemilihan Umum Areif Budiman
mengatakan bahwa masifnya penyebaran hoaks
<https://pemilu.tempo.co/read/1192832/mafindo-hoaks-server-kpu-paling-cepat-penyebarannya>server
KPU
<https://pemilu.tempo.co/read/1192832/mafindo-hoaks-server-kpu-paling-cepat-penyebarannya>yang
diatur untuk memenangkan pasangan calon presiden tertentu mempunyai
motivasi yang lain. Mengenai detail motivasi seperti apa yang diinginkan
pelaku, Arief tidak menjabarkan lebih lanjut. "Makanya ini harus
menjadi tugas bersama kita untuk terus menginformasikan regulasi pemilu
kita seperti apa sebenarnya," ujar Arief kepada wartawan, Jakarta,
Sabtu, 6 April 2019.
Selama ini KPU, kata dia, sudah berupaya menyelesaikan dengan melakukan
klarifikasi jika ada informasi yang tidak benar mengenai Pemilu 2019.
Metode penyelesaian seperti itu diambil sepanjang tidak menganggu atau
berdampak secara masif terhadap kinerja KPU. "Tetapi ketika itu menjadi
sangat substansial, sangat menganggu penyelenggara, dan berdampak masif,
maka KPU selain melakukan klarifikasi memberikan antihoaksnya, tetapi
juga melaporkannya kepada aparat penegak hukum," kata dia.
Baca:KPU Lapor Polisi Soal Video Hoax Server KPU
<https://pemilu.tempo.co/read/1192510/kpu-lapor-polisi-soal-video-hoax-server-kpu>
Hoaks soal server KPU yang diatur memenangkan pasangan calon presiden
Jokowi-Ma'ruf, tutur Arief, sudah menjadi problem yang bisa berdampak
serius. "Kalau misalnya ada hoaks yang mengatakan, oh Arief Budiman
adiknya si A, ah itu biasa-biasa saja. Makanya saya cukup memberi
klarifikasi, selama tidak masif saya biarkan saja," ujarnya dia.
Menurut dia KPU sudah berulang kali menyampaikan ke publik bahwa
berdasarkan aturan perundang-undangan, rekapitulasi itu dilakukan secara
manual. Secara resmi dan formal akan menjadi dokumen resmi penetapan
hasil pemilu. "Penggunaan teknologi IT untuk mempercepat proses
penyebaran informasi kepada masyarakat."
Penggunaan server sebagai publikasi hasil pemilu, ujar Arief, sebagai
bagian kontrol penyelenggara pemilu maupun peserta. Sehingga bila ada
penyelenggara yang mencoba bermain bisa disampaikan. "Saya akan
sampaikan ke mereka 'eh kamu jangan nakal-nakal, sudah dipublikasikan
datanya, seperti ini, di tingkat TPS seperti ini, di tingkat kecamatan
seperti ini, dan seterusnya," katanya.
ADVERTISEMENT
Simak:Kominfo: Menjelang Pemilu Hoaks Politik Meningkat Signifikan
<https://nasional.tempo.co/read/1193016/kominfo-menjelang-pemilu-hoaks-politik-meningkat-signifikan>
Alasan penggunaan lainnya, ucap Arief, untuk bahan pertimbangan bagi
pembuat kebijakan. Misalnya keamanan, bagaimana harus menyikapi kalau
selisih perolehan suara kecil sekali di semua daerah.
"Bagaimana harus menyikapi kalau yang A menang, yang B kalah di sebuah
daerah. Jadi strategi pengamanan itu bagaimana. Untuk mempercepat
informasi-informasi kepada masyarakat dan untuk mengontrol agar kualitas
hasil proses penyelenggaraan pemilu ini baik," kata mengklarifikasi
ihwal hoaks server KPU
<https://nasional.tempo.co/read/1193032/kpu-anggap-hoaks-server-berbahaya-dan-dapat-berdampak-masif>.
*IRSYAN HASYIM*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com