Tim Jokowi Nilai Ucapan SBY soal Kampanye Prabowo Jadi Kenyataan
Reporter:
Dewi Nurita
Editor:
Rina Widiastuti
Minggu, 7 April 2019 13:33 WIB
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berorasi dalam kampanye
akbar di Stadion Utama GBK, Jakarta, Ahad, 7 April 2019. TEMPO/M Taufan
RengganisCalon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berorasi dalam
kampanye akbar di Stadion Utama GBK, Jakarta, Ahad, 7 April 2019.
TEMPO/M Taufan Rengganis
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf,
Ace Hasan Syadzily mengatakan kekhawatiran Ketua Umum Demokrat Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY <https://www.tempo.co/tag/sby>) soal konsep
kampanye akbar Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, menjadi kenyataan. Kubu
Jokowi menilai kampanye Prabowo ekslusif dan kental politik identitas,
serta tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif seperti yang
diharapkan SBY.
*Baca:Lewat Surat, SBY Tak Setuju Konsep Kampanye Akbar Prabowo - Sandi
<https://pilpres.tempo.co/read/1193160/lewat-surat-sby-tak-setuju-konsep-kampanye-akbar-prabowo-sandi>*
"Terlihat jelas kubu 02 ingin menonjolkan penggunaan politik identitas
dengan memobilisasi sentimen pendukung," ujar Ace lewat keterangan
tertulis pada Ahad, 7 April 2019.
Menurut Ace, konsep kampanye Prabowo seperti ingin mengulang sentimen
gerakan 212, mulai dari salat subuh berjamaah, orasi politik yang
dibungkus taushiah sampai dengan seruan membaca fatwa MUI. "Walaupun
dibungkus dalam bahasa taushiah, orasi politiknya penuh dengan bahasa
kebencian dan permusuhan dengan Pak Jokowi. Bahkan orasi Rizieq Shihab
kembali membangun framing kubu 02 kalah karena dicurangi," ujar
politikus Golkar ini.
Menurut Ace, tidak ada tawaran ide, program, gagasan yag disampaikan dan
hanya mengandalkan politik identitas. "Pengunaan politik identitas jelas
berbahaya. Seperti yang disampaikan Pak SBY, ini akan menarik garis
tebal kawan dan lawan yang akan memecah belah bangsa ini," ujar dia.
*Baca juga: Pidato Kampanye Akbar, Prabowo Sindir Kartu Sakti Jokowi
<https://pilpres.tempo.co/read/1193158/pidato-kampanye-akbar-prabowo-sindir-kartu-sakti-jokowi>*
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menulis
surat untuk tiga pejabat teras partainya, yakni Ketua Dewan Kehormatan
Partai Demokrat Amir Syamsudin, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief
Hasan, dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan.
Dalam surat itu, SBY mengatakan tidak setuju dengan konsep kampanye
akbar Prabowo Subianto yang digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta pada
hari ini. "Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye
akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye
nasional yang inklusif," tulis SBY.
SBY pun meminta kepada Amir Syamsudin, Syarief Hasan, dan Hinca
Pandjaitan agar memberikan saran kepada Prabowo. SBY meminta agar
memastikan beberapa hal dalam kampanye Prabowo. Pertama, SBY meminta
agar kampanye tetap mengusung inklusifitas, kebhinnekaan, kemajemukan,
dan persatuan, serta kesatuan "Indonesia untuk Semua".
"Cegah demonstrasi apalagi/show of force/identitas, baik yang
berbasiskan agama, etnis serta kedaerahan, maupun yang bernuasa
ideologi, paham dan polarisasi politik yang ekstrem," kata SBY.
SBY mengatakan siapa pun presiden terpilih nantinya akan menjadi
pemimpin bagi seluruh masyarakat Indonesia. Maka dari itu, SBY
mengingatkan, kampanye nasional pun harus dikemas dengan mengusung
prinsip "Semua untuk Semua". Dia mengatakan presiden yang mengusung
prinsip tersebut akan menjadi pemimpin yang kokoh.
ADVERTISEMENT
Sebaliknya, kata SBY, pemimpin yang mengedepankan identitas atau gemar
menghadapkan identitas yang satu dengan yang lain, yang menarik garis
tebal "kawan dan lawan" untuk rakyat, hampir pasti akan menjadi pemimpin
yang rapuh.
"Bahkan sejak awal sebenarnya dia tidak memenuhi syarat sebagai pemimpin
bangsa. Saya sangat yakin, paling tidak berharap, tidak ada pemikiran
seperti itu (sekecil apa pun) pada diri Pak Jokowi dan Pak Prabowo,"
kata SBY.
*Baca:Isi Lengkap Surat SBY Tak Setuju Konsep Kampanye Akbar Prabowo
<https://nasional.tempo.co/read/1193201/isi-lengkap-surat-sby-tak-setuju-konsep-kampanye-akbar-prabowo>*
SBY mengaku tak suka rakyat Indonesia dibelah sebagai pro-Pancasila dan
pro-kilafah. SBY mengatakan, jika polarisasi semacam ini dibangun dalam
kampanye, dia khawatir bangsa Indonesia benar-benar terbelah ke dalam
dua kubu yang berhadapan dan bermusuhan selamanya.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com