*Medali Emas sulit diperoleh sebab perkembangan regional tidak seimbang
antara Jawasentris dan wilayah luar pulau Jawa, misalnya yang dinamakan
Indonesia bahagian Timur (IT), Kalimantan dsbnya. IT sudah 70 tahun jauh
tertinggal, jadi ibaratnya seperti dalam olahraga pertandingan lari 100m,
yang start terlebih dahulu pasti menang dan mendapat medali emas, sedangkan
yang tertinggal tidak dapat apa-apa atau didiskwalifikwasikan. Itu
kenyataannya! Jadi kalau bubar siapa untung dan siapa buntung? Dilema ini
harus dipecahkan oleh mereka yang buntung dan tertinggal selama ini.*



https://www.jawapos.com/jpg-today/06/04/2019/mahfud-md-indonesia-emas-atau-bubar/


*Mahfud MD: Indonesia Emas Atau Bubar*

6 April 2019, 23:31:22 W



*JawaPos.com –* Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menjadi
pembicara dalam Dialog Kebangsaan di Auditorium Prof A Amiruddin,
Universitas Hasanddin (Unhas) Makassar, Sabtu (6/4). Ada sejumlah hal
penting yang disampaikan kepada kalangan milenial dalam menghadapi era
Indonesia Emas pada 2045.

“Saat ini kalangan milenial menghadapi era digital dan disrupsi. Ada banyak
perubahan yang tidak terbayangkan. Dulunya orang kalau mau berbisnis harus
punya kantong besar. Sekarang ada ide sudah bisa mendapatkan uang banyak
seperti Grab,” terang Mahfud.

Mahfud lantas mengutip perkataan Presiden Pertama RI pertama Soekarno.
Bahwa kemerdekaan adalah jembatan untuk menuju Indoneisia emas. Indonesia
emas yang dimaksud adalah kondisi Indonesia yang adil dan makmur, beradab,
serta kekayaan alam bisa dinikmati bersama. Kondisi ini diharapkan terjadi
pada 2045. Yaitu, Indonesia tepat berumur 100 tahun.

Mahfud menyinggung soal pandangan Indonesia akan bubar pada 2030.
Menurutnya, Indonesia Emas pada 2045 belum tentu terwujud atau bisa saja
bubar. Misalnya pada zaman nabi ada dua negara besar. Yaitu, Romawi dan
Persia yang akhirnya runtuh. “Jadi Indonesia bisa jadi Indonesia emas atau
bubar. Tergantung bagaimana menggunakan jembatan emas dan peluang-peluang
yang ada,” terangnya.

Menurut Mahfud, yang menyebabkan Indonesia bisa bubar apabila korupsi
dibiarkan merajalela. Sebab lawan besar saat ini adalah korupsi. Ia pun
berharap kalagan milenial tampil terdepan dalam hal pemberantasan korupsi.
Termasuk dalam memilih pemimpin. “Pilih yang memberantas korupsi. Kami ikut
menentukan jalan yang baik untuk Indonesia,” imbaunya.

Dalam pelaksanaan pemilu pada 17 April 2019, Mahfud mengingatkan pentingnya
pluralisme. Indonesia adalah negara yang sangat plural dan sudah menjadi
fitrahnya.

“Terlalu kecil permusuhan hanya karena paslon. Jadi mari membangun
demokrasi. Bangun Indoensia menjadi emas di masa depan. Dan yang paling
penting mari jaga Indonesia,” tandas Mahfud MD.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Sahrul Ramadan

Kirim email ke