Saya harapkan anda bisa menunjukkan autentik yang menyimpulkan bahwa 
Srikandi adalah transgender dari wanita jadi laki-laki".
Sebab kalau karangan tentang cerita wayang itu bisa 1001 macam. Jadi yang
anda petikkan dibawah itu karangan beberapa orang saja. Apalagi hanya dengan
berdoa lalu berganti jenis, hehe, opo tumon? 
Lebih baik kalau kita mempelajari serius masalah LGBT yang semakin
mengglobal sekarang ini.
 
salam,
 
Titiek Maslam
 
 
 
 
-------Oorspronkelijk bericht-------
 
Van: Jonathan Goeij
Datum: 8-4-2019 17:58:54
Aan: [email protected];  [email protected]
Onderwerp: Re: [GELORA45] Brunei terapkan hukuman rajam LGBT, komisioner HAM
PBB sebut 'hukum kejam dan tak manusiawi'





On Monday, April 8, 2019, 8:40:17 AM PDT, [email protected] <tmaslam
[email protected]> wrote: 


Kalau anda lihat wayang orang/kulit ataupun berbagai buku cerita akan
didapati Srikandi adalah wanita yg jadi laki, di internet ada buku2 karangan
RA Kosasih yang bisa di googling sebentar. Ini saya kutipkan dari wikipedia
kisah Srikandi tsb yg menunjukkan dari wanita jadi laki2: "Di tengah hutan,
Srikandi berdoa dan berganti jenis kelamin menjadi laki-laki.[2] Menurut
versi lain, ia kabur dari Panchala, lalu bertemu seorang yaksa yang kemudian
menukar jenis kelaminnya kepada Srikandi. Setelah kematiannya, kejantanannya
dikembalikan kembali kepada yaksa.[3]" Transgender jaman sekarang tentu
merubah kelamin melalui operasi bukan sekedar berdoa ataupun tukar kelamin
dgn yaksa.


Wanita berperan sebagai lelaki ataupun lelaki berperan sebagai wanita
menunjukkan pandangan masyarakat yang terbuka dan tidak mempermasalahkan
sama sekali bahkan menerima adanya lintas gender, masyarakat sekarang
mungkin tidak menerima karena pengaruh agama dan sama sekali bukan dasar
budaya Indonesia. Seperti saya sebutkan sebelumnya LGBT ada dalam budaya
Indonesia, seperti contoh Warok Ponorogo dgn gemblakannya itu.
 
Sdr, Jonathan yb.,
Hal yang baru bagi saya bahwa "Srikandi adalah trangender dari wanita jadi
laki-laki".- kutipan dari tulisan anda di bawah. Dapatkah saudara
menguraikan hal ini dari awalnya beserta pembuktiannya ? Jika masalah
permainan panggung teatral saya kira tak ada hubungannya dengan LGBT
pengertian umum  dan issue dalam masyarakat dewasa ini. 
Seperti misalnya Arjuna dimainkan oleh wanita, ataupun Ludruk Marhaen  di
jaman Orla, laki-laki memainkan sebagai wanita - mereka bukan LGBT, saya
kenal sebagian dari mereka, mereka berkeluarga biasa, punya anak dan isteri;
misal yang lain memainkan di panggung pethilan cerita wayang  di mana
Gatotkaca gandrung sering dimainkan juga oleh wanita yang fisiknya sepadan.
Waktu SMA saya ikut dalam grup menari  memainkan beberapa cerita pethilan
Jawa. Jadi harap menjadi tahu, argumen anda " Arjuna yg ngganteng selalu
dimainkan oleh perempuan." dalam kaitannya masalah LGBT dalam issue
masyarakat sekarang tidak bisa diterima.
 
 
salam,
 
Titiek Maslam
 

Kirim email ke