Saya suka dengan metode pembahasan yg digunakan penulis artikel ini.Terkait 
kesahihan data data yg dipakai sebagai dasar penulisan, tentu saja perlu dicek 
lagi.Semoga artikel postingan saya ini bermanfaat bagi yg berminat membacanya.
Noroyono09/04/2109
--------------------------------------------

Bagaimana Cara MenghitungPertumbuhan Ekonomi?

Dalamlingkup ekonomi internasional, diketahui adanya kategorisasi negara 
berdasarkanekonominya, mulai dari negara maju, berkembang, hingga terbelakang 
atau miskin.Sebenarnya, apa yang menjadi kriteria atau tolok ukurkategorisasi 
tersebut? Salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi.

Suatu negara dengan pertumbuhan ekonomi yangsemakin baik akan mengalami 
peningkatan status. Tak perlu jauh-jauh, lihat sajaSingapura. Negara kecil yang 
baru merdeka pada tahun 1965 ini, awalnyamerupakan negara berkembang. Namun 
kini, negara kecil tersebut mampumengembangkan ekonominya sehingga menjadi 
salah satu negara maju di dunia.Suatu negara dikategorikan sebagai negara maju 
apabila memiliki pendapatan perkapita tinggi, indeks pembangunan manusianya 
tinggi, kualitas hidup rakyatterjamin dan sejahtera, pembangunan infrastruktur 
tinggi, teknologi berkembangpesat, dan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi 
atau setidaknya stabil.

Berbeda dengan negara berkembang bahkanterbelakang. Negara-negara berkembang 
umumnya memiliki pertumbuhan ekonomi yangfluktuatif alias tidak stabil, kadang 
naik kadang turun. Sementara negaraterbelakang atau miskin jelas pertumbuhan 
ekonominya rendah. Pertumbuhanekonomi yang fluktuatif bahkan rendah 
mengindikasikan bahwa tingkatkesejahteraan rakyat di negara-negara berkembang 
dan terbelakang belumlahmerata dan cenderung rendah.

Indikator pertumbuhan ekonomi

Kesuksesan suatu negara dilihat daripertumbuhan ekonominya. Sementarakesuksesan 
pemerintahan suatu negara dillihat dari kemampuannya meningkatkanpertumbuhan 
ekonomi negaranya. Pertumbuhan ekonomi ini penting untukdiperhatikan bahkan 
terus ditingkatkan karena menjadi indikator keberhasilankinerja pemerintah dan 
jajarannya dalam menciptakan kehidupan yang lebih baikdan sejahtera bagi 
rakyatnya. Oleh sebab itu, setiap negara senantiasa berusahauntuk menggenjot 
pertumbuhan ekonominya agar mencapai optimal bahkan maksimal. Berhasil tidaknya 
pencapaian pertumbuhan ekonomi suatu negara dicirikandengan hal-hal berikut.

1.      Produktivitas meningkat

2.      Laju pertumbuhan penduduk danproduk per kapita tinggi

3.      Laju perubahan struktural tinggi

4.      Adanya gelombang urbanisasi, yakniperpindahan penduduk dari desa ke kota

5.      Ekspansi negara maju

Semakin tinggipertumbuhan ekonomi suatu negara mengindikasikan tingkat 
kesejahteraan rakyatyang tinggi pula. Lantas, apa yang menjadi ukuran 
atauindikator dari pertumbuhan ekonomi suatu negara? Bicara indikator, 
banyakfaktor yang bisa dijadikan indikator pertumbuhan ekonomi, di antaranya:

v  ProdukDomestik Bruto (PDB)

Pada prinsipnya, pertumbuhan ekonomi dapatdipahami sebagai pertambahan 
pendapatan nasional atau pertambahan output atasbarang dan jasa yang diproduksi 
selama satu tahun. Dari sini jelas bahwaindikator pertumbuhan ekonomi salah 
satunya ditunjukkan oleh nilai PDB (ProdukDomestik Bruto). PDB 
merepresentasikan pendapatan nasional riil yang dihitungdari keseluruhan output 
dari barang dan jasa yang diproduksi suatu negara.Syarat bagi suatu negara 
dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila nilaiPDB atau pendapatan 
nasional riil mengalami kenaikan dari periode sebelumnya.

v  Pendapatanriil per kapita

Pendapatan riil per kapita menunjukkanpendapatan masyarakat suatu negara. Jika 
pendapatan masyarakat secarakeseluruhan mengalami peningkatan dari tahun ke 
tahun, maka dapat dikatakanbahwa perekonomian di negara tersebut juga mengalami 
pertumbuhan yang positif.

 v  Kesejahteraanpenduduk

 Indikator kesejahteraan penduduk ini memilikiketerkaitan dengan pendapatan 
riil per kapita. Semakin banyak barang dan jasayang dihasilkan suatu negara 
tentu harus ditunjang dengan distribusi yanglancar. Jika distribusi barang dan 
jasa lancar, maka distribusi pendapatan perkapita di seluruh wilayah negara 
merata. Hal ini mengindikasikan adanyapeningkatan kesejahteraan bagi seluruh 
masyarakat di negara tersebut.

v  Tingkatpenyerapan tenaga kerja dan pengangguran

Ketika lapangan kerjatersedia sehingga tingkat penyerapan tenaga kerja tinggi, 
saat itulah negaramengalami pertumbuhan ekonomi. Tingkat penyerapan tenagakerja 
yang tinggi jelas berpengaruh pada berkurangnya angka pengangguran..Artinya, 
produktivitas meningkat.

Cara menghitung pertumbuhan ekonomi

Ekonomi maju dan berkembang serta rakyat yangsejahtera menjadi cita-cita dari 
seluruh negara di dunia. Untuk mewujudkancita-cita tersebut, negara melalui 
pemerintah dan jajarannya senantiasamengoptimalkan indikator-indikator yang 
mendorong pertumbuhan ekonomi. Meskibanyak indikator yang bisa digunakan untuk 
mengukur pertumbuhan ekonomi, namunpada praktiknya yang menjadi tolok ukur 
adalah nilai PDB.

Sebagaipendapatan nasional, PDB diukur dalam satuan rupiah berdasarkan harga 
konstan.Sementara ukuran pertumbuhan ekonomi bukanlah dalam satuan rupiah, 
melainkanpersentase. Jika persentase pertumbuhan ekonomi yang diperoleh positif 
danmengalami kenaikan dari tahun ke tahun, maka perekonomian negara tumbuh 
danberkembang. Sebaliknya, apabila persentase pertumbuhan ekonomi menurun 
bahkannegatif, artinya perekonomian negara mengalami kemunduran atau 
penurunan.Pertumbuhan ekonomi yang negatif mengindikasikan bahwa pendapatan 
nasional riilyang diperoleh negara pada periode tertentu lebih kecil atau 
rendahdibandingkan dengan periode yang lalu.

Bagaimanamenghitung pertumbuhan ekonomi suatu negara? Dengan indikator PDB, 
pertumbuhanekonomi dapat dihitung menggunakan formulasi sebagai berikut.

R(t-1, t) = (PDBt –PDBt-1)/PDBt-1 x 100%

Keterangan:

R(t-1,t) = Tingkat pertumbuhan ekonomi dalamsatuan persentase (%) pada periode 
“t-1”s/d “t”

PDBt = Produk Domestik Bruto (pendapatan nasionalriil) pada tahun “t”

PDBt-1 = Produk Domestik Bruto (pendapatan nasionalriil) pada tahun sebelumnya 
(tahun “t-1”)

Untukmenghitung tingkat pertumbuhan ekonomi, terlebih dahulu harus diketahui 
nilaiPDB selama periode tertentu. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas 
tentangpenghitungan pertumbuhan ekonomi, dapat ditunjukkan contoh kasus 
sepertiberikut.

Contoh kasus:
Diketahui:Data PDB selama limatahun terakhir seperti ditunjukkan pada tabel 
berikut.

|  
Tahun
  |  
PDB (dalam miliaran rupiah)
  |
|  
2013
  |  
Rp    8.262.000
  |
|  
2014
  |  
Rp   8.692.500
  |
|  
2015
  |  
Rp   9.177.300
  |
|  
2016
  |  
Rp   9.643.200
  |
|  
2017
  |  
Rp 10.729.500
  |

 Hitunglah (didasarkan pada data data di atas):
1. Tingkat pertumbuhan ekonomidari tahun 2013 hingga 2017
2. Rata-rata pertumbuhan ekonomi selamaperiode 2013 – 2017
Penyelesaian:  
1. Tingkat pertumbuhan ekonomi dari tahun 2013 –2017

|  
Periode
  |  
Proses Penghitungan
  |  
Tingkat Pertumbuhan Ekonomi
  |
|  
2013-2014
  |  
{(Rp 8.692.500 – Rp 8.262.000)/Rp 8.262.000} x 100%
  |  
5,2%
  |
|  
2014 - 2015
  |  
{(Rp 9.177.300 – Rp 8.692.500)/Rp 8.692.500} x 100%
  |  
5,6%
  |
|  
2015 - 2016
  |  
{(Rp 9.643.200 – Rp 9.177.300)/Rp 9.177.300 x 100%
  |  
5,1%
  |
|  
2016 - 2017
  |  
{(Rp 10.729.500 – Rp 9.643.200)/Rp 9.643.200} x 100%
  |  
11,3%
  |



2. Rata-rata pertumbuhan ekonomi selama periode2013 – 2017

Rata-rata = (5,2% + 5,6% + 5,1% + 11,3%)/4 =6,8%


Tingkat pertumbuhanekonomi yang naik dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa 
adanya keberhasilansuatu pemerintahan negara dalam meningkatkan dan memeratakan 
kesejahteraanmasyarakat di seluruh wilayah negerinya.
https://www.simulasikredit.com/bagaimana-cara-menghitung-pertumbuhan-ekonomi/

Kirim email ke