https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1770745169693200&set=a.260421520725580&type=3&eid=ARCDbm2jjZkw0lWx0dpohBm-MQoisuwXorsp4eEswjopGTjmIDGidZ3kGnYCilN_MMhNwrdS57PZ7gUhHaryuni
 Make Naufal Rosya bersama Firda Mustika Mega dan 6 lainnya.Kemarin pukul 01.33
🌷🌷
Akhirnya saya dapat kiriman tulisan yg santun 😊😊..

##
Salam hormat pada 2 Putra Terbaik bangsa, bapak Presiden Joko Widodo dan bapak 
Prabowo Subianto yang tengah bertarung untuk tujuan yang sama : Yang terbaik 
untuk Indonesia
——————————
Pilpres 2019: Pertarungan Putra Terbaik Bangsa

oleh: Agus Taufiq

Kita boleh kecewa pada Jokowi, boleh pula tak percaya pada Prabowo.

Tapi kita harus akui, faktanya mereka adalah 2 orang putra terbaik bangsa.

Jokowi
adalah kisah nyata seorang rakyat biasa yang bisa menjadi manusia luar biasa. 
Impian banyak anak desa, doa dari semua orang tua untuk anaknya.

ini bukan sinetron dan dongeng, ini nyata, seorang anak pinggir kali, yang 
harus pindah rumah berkali-kali karena tak mampu bayar sewa juga kena 
penggusuran dari angkuhnya kehidupan kota.

Beliau lahir dari anak tukang kayu, pembelajar keras yang akhirnya mengantarkan 
dirinya masuk ke Jurusan Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM), salah satu 
kampus baik yang tak semua orang mampu meraihnya.

Beliau bukan aktivis mahasiswa, tak punya nama di zamannya.

Jokowi memilih menepi dari politik kampus, ia lebih suka naik gunung di akhir 
pekan, hingga akhirnya secara bertahap merintis bisnis dan menjadi pengusaha 
mebel di Surakarta. Ya doa jutaan orang tua, "bapak kuli, semoga kamu bisa jadi 
insinyur".

Jokowi adalah kisah nyata perjuangan anak miskin yang mengangkat derajat 
keluarganya melalui pendidikan dan kerja keras.

Jokowi bukan kader asli yang dibesarkan partai, ia awalnya diminta menemani 
F.X. Hadi Rudyatmo (PDIP) yang enggan maju sebagai walikota Solo karena 
khawatir dengan isu agama dan memilih menjadi wakil Jokowi yang diprediksi 
lebih bisa diterima publik Solo karena seorang muslim.

Jokowi menghadirkan kepemimpinan gaya baru di Solo, berdialog dengan masyarakat 
yang akan di relokasi, menggusur dengan sangat manusiawi, bahkan dengan PKL 
dikirab layaknya festival budaya, dikawal satpol PP layaknya pejabat. Tak ada 
kekerasan, pengggusuran itu dibuat menyenangkan. Tak heran, ia menang mutlak 
dalam periode kedua kepemimpinanannya di Solo. Kecemerlangannya dalam memimpin 
mengantarkan beliau menapaki jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta (2012) hingga 
menjadi Presiden RI (2014).

Prabowo
adalah putra mahkota dalam berbagai kisah. Putra terbaik dalam segala aspek.. 
Kakeknya adalah Pendiri Bank Negara Indonesia (BNI), Raden Mas Margono 
Djojohadikoesoemo, beliau juga Anggota BPUPKI dan Ketua DPAS pertama. Ayahnya 
adalah begawan ekonomi legendaris republik ini, Prof. Soemitro 
Djojohadikoesoemo, yang namanya diabadikan menjadi nama gedung di Kementerian 
Keuangan.. Sumitro juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan, Menristek, 
Menteri Perindustrian dan Perdagangan di Era Soekarno dan Soeharto.

Soemitro juga terkenal sebagai kritikus yang berani dengan keras menentang 
kebijakan-kebijakan ekonomi Soekarno dan Soeharto yang dianggap tidak pro 
rakyat. Bahkan pernah menjadi buron ke luar negeri di masa pemerintahan 
Soekarno karena dianggap terlalu vokal dan berbahaya.

Saat menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Sumitro pernah "didiamkan" 
tak disapa Bu Tien Soeharto selama setahun karena menolak memberikan hak 
istimewa dalam perdagangan.

Prabowo lulus sekolah menengah di usia 16 tahun, lebih muda dari sebayanya. Di 
usia 17 tahun, Prabowo bersama aktivis legendaris Soe Hok Gie mendirikan LSM 
Pembangunan, yang fokus pada pembangunan desa dan merupakan LSM Pertama di 
Indonesia.

Di tengah keluarga intelektual, yangvsangat berkevukupan, ia justru memilih 
jalan berbeda menjadi prajurit bangsa. Prabowo adalah lulusan Akademi Militer 
tahun 1974.

Meski di militer, Prabowo tetap mewarisi tradisi intelektual ayahnya. Beliau 
terkenal sebagai tentara yang paling rajin membaca dangan koleksi buku yang 
sangat banyak dan menguasai 4 bahasa asing, yaitu bahasa Inggris, Perancis, 
Belanda, dan Jerman.

Prabowo berkali-kali dikirim mengikuti pelatihan dan kursus di luar negeri 
tahun 1974, 1975, 1977, 1981. Beliau juga pernah mengenyam pendidikan _Counter 
Terorist Course Gsg-9_ di Jerman dan _Special Forces Officer Course_ di Fort 
Benning USA. Beliau bersama Putra Raja Yordania menjadi lulusan terbaik dari 
pendidikan militer yang diikutinya di Amerika. Beliau juga malang melintang 
tugas tempur di hutan belantara Papua, Aceh dan Timor Timur. Selain tugas untuk 
PBB

Percayalah, isu Jokowi akan membangkitkan PKI dan Prabowo akan mendirikan 
Khilafah hanyalah permainan _buzzer_ untuk menakut-nakuti kita.

Jokowi jelas masih berusia 5 tahun saat PKI dibubarkan, ayahnya pun jelas bukan 
intelektual PKI, hanya tukang kayu yang tak tahu urusan politik PKI.

Prabowo, meski diidentikkan dengan ABRI Hijau dan sangat dekat dengan Ikatan 
Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) milik B.J. Habibie di tahun 1998, nyatanya 
ibu dan adik Prabowo adalah seorang nasrani. Prabowo dan ayahnya muslim. Saat 
natal maupun lebaran, mereka merayakan bersama-sama. Begitulah keberagaman dan 
toleransi yang hidup di keluarga Prabowo.

*Prestasi Jokowi dan Prabowo*

Jokowi pernah dinobatkan sebagai salah satu walikota terbaik dunia, pun begitu 
dengan Prabowo yang mampu meraih banyak prestasi saat memimpin kopassus dan 
membuat kopassus menjadi salah satu satuan elit terbaik di dunia dan pasukannya 
memiliki kesejahteraan di atas rata-rata.

Jokowi sukses dengan Asian Games, kita semua dibuat terpesona dengan upacara 
pembukaan dan penutupan yang luar biasa. Tapi jangan lupakan bahwa medali 
terbanyak yang mengatrol peringkat Indonesia adalah cabor Pencak Silat yang 
dibina oleh Prabowo sebagai ketua IPSI.

Akuilah, mereka berdua ada putra terbaik bangsa. Hanya berbeda gaya bahasa, 
Jokowi yang orang Solo tulen khas dengan keramahan dan suara lembutnya, gaya 
yang santai dan banyak bercanda. Kita semua tentu senang dengan gaya 
kepemimpinan yang asik dan merakyat. Beliau membawa gaya baru dalam definisi 
pemimpin di Indonesia.

Prabowo setengah Banyumas (Ayah) dan setengah Minahasa (Ibu). Banyumas memang 
ibarat Bataknya Jawa. Gaya Banyumasan lebih tinggi nada suaranya, sedikit 
ceplas ceplos dan terbuka dibanding jawa bagian Joglosemar (Jogja Solo 
Semarang) dengan tata bahasa krama inggil. Ditambah ibu yang dari Sulawesi dan 
latar bekalang militer. Wajar gaya bicaranya tegas dan berapi-api. Tapi tentu 
kita semua bangga jika punya pemimpin yang mampu berorasi dengan lantang dengan 
bahasa inggris yang fasih dalam memperjuangkan Palestina dan negeri tertindas 
lainnya di depan rapat PBB dan forum-forum internasional.

Jadi, baik gaya yang santai ataupun berapi-api ini hanya masalah selera pemilih 
saja, yang terpenting adalah keberpihakannya pada rakyat.

Jika Jokowi bukan orang yang baik tidak mungkin Prabowo memperjuangkannya untuk 
maju sebagai Gubernur DKI, dimana dulu Megawati hampir tidak merestui, tapi 
Prabowo yang memperjuangkan.

Sebaliknya, Anda yang meyakini Jokowi adalah orang baik, artinya harus juga 
meyakini Prabowo adalah orang baik. Karena munculnya Jokowi ke Jakarta tak 
lepas dari perjuangan Prabowo dan adiknya yang menyokong dana kampanye Jokowi.

Jadi, stop terbawa arus informasi yang menghayutkan kita menjelek-jelekkan 
personal Capres. Kita harus kritis terhadap kebijakan dan program para Capres, 
tapi bukan menjatuhkan personalnya.

Kritik kebijakan dan programnya, bukan personalnya atau latar belakang 
keluarganya.

Tugas kita berikutnya adalah mempelajari program yang ditawarkan dan mengenali 
siapa-siapa saja yang berada dibalik Sang Capres pilihan. Karena kita telah 
sepakat keduanya orang baik, tinggal kita menilai orang-orang di sekitar mereka.

Bagi yang tetap ingin menyerang personal Jokowi dan Prabowo, pertanyaan 
sederhananya:
Apakah anda sudah lebih baik dari Jokowi dan Prabowo?

Salam kampanye sejuk!
pemilu damai! 
dan 17 April nanti, selamat memilih salah satu diantara 2 putra terbaik bangsa.

😁😁😁
👆🏿TJERDAS MENTJERAHKAN, DAMAILAH INDONESIAKU🤔🤲

Kirim email ke