https://nasional.tempo.co/read/1194209/keresahan-pegawai-kpk-soal-operasi-yang-kerap-bocor?utm_source=Digital%20Marketing&utm_medium=Web%20Notif&utm_campaign=Nasional_Rhm&utm_content=&utm_term=



*Keresahan Pegawai KPK Soal Operasi yang Kerap Bocor*

Reporter:
*M Rosseno Aji*

Editor:
*Juli Hantoro*

Rabu, 10 April 2019 11:41 WIB

[image: Ratusan pegawai yang tergabung dalam Wadah Pegawai KPK melakukan
aksi solidaritas lawan teror, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi,
Jakarta, Kamis, 7 Februari 2019. Aksi Solidaritas dengan bergandengan
tangan membentuk rantai manusia mengelilingi Gedung KPK. TEMPO/Imam Sukamto]
<https://statik.tempo.co/data/2019/02/07/id_817859/817859_720.jpg>

*Ratusan pegawai yang tergabung dalam Wadah Pegawai KPK melakukan aksi
solidaritas lawan teror, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta,
Kamis, 7 Februari 2019. Aksi Solidaritas dengan bergandengan tangan
membentuk rantai manusia mengelilingi Gedung KPK. TEMPO/Imam Sukamto*

*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Pegawai Komisi Pemberantasan
Korupsi atau KPK  <https://www.tempo.co/tag/kpk>mengungkapkan kemungkinan
beberapa operasi tangkap tangan bocor. Hal ini diungkap lewat petisi yang
mereka sampaikan kepada pimpinan KPK pada akhir Maret lalu.


Baca juga: *5 Kasus Teror ke Pimpinan dan Pegawai KPK
<https://nasional.tempo.co/read/1163093/5-kasus-teror-ke-pimpinan-dan-pegawai-kpk>*


Dalam petisi yang ditandatangani 114 pegawai KPK itu mereka menyebut
beberapa bulan belakangan penyelidikan kerap bocor hingga berujung
kegagalan pada operasi tangkap tangan. "Kebocoran itu berefek pada
munculnya ketidakpercayaan di antara pegawai dan pimpinan serta
membahayakan keselamatan personel di lapangan," tulis petisi yang
ditandatangani oleh penyidik dan penyelidik itu.

Salah satu operasi yang diduga bocor adalah proses pengintaian sebagai
bagian dari operasi tangkap tangan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada
2 Februari malam lalu. Tim satuan tugas KPK sedang memantau informasi
rencana pemberian uang dari pejabat Pemerintah Provinsi Papua kepada
pejabat kementerian di Jakarta. Operasi ini gagal.


Dua personel KPK, yakni Muhammad Gilang Wicaksono dan Indra Mantong Batti,
dianiaya sejumlah orang, termasuk Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen,
yang oleh polisi kemudian dijadikan sebagai tersangka kasus penganiayaan.

Karena seringnya operasi bocor ini, beberapa penyidik perlu
“kucing-kucingan”. Mereka menggunakan dana pribadi untuk mengejar sasaran
dan baru diklaim ke kantor setelah operasi selesai. Hal ini dilakukan
sewaktu penyidik menangkap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan
Romahurmuziy pada pertengahan Maret lalu.


Baca juga: *Prabowo akan Beri Pensiun Koruptor, KPK: Kita Tak Boleh
Kompromi*
<https://nasional.tempo.co/read/1193686/prabowo-akan-beri-pensiun-koruptor-kpk-kita-tak-boleh-kompromi>


Wakil Ketua KPK
<https://nasional.tempo.co/read/1194169/5-poin-petisi-pegawai-kpk-soal-hambatan-yang-dikeluhkan-penyidik>,
Saut Situmorang mengatakan pimpinan sudah menerima petisi tersebut dan
sedang mempelajarinya. "Kami perlu pelajari dulu apa isinya," kata Saut,
seperti dikutip dari *Koran Tempo*, Rabu, 10 April 2019.

Direktur Penindakan KPK Inspektur Jenderal Firli yang dikonfirmasi melalui
pesan singkat dan surat belum menanggapi. Namun, juru bicara KPK, Febri
Diansyah memastikan surat itu sudah sampai ke tangan Firli.

Berita selengkapnya di Koran Tempo <https://koran.tempo.co/>

*INDRI MAULIDAR*

Kirim email ke