Siapa mentri yang terlibat?

https://kumparan.com/@kumparannews/nyanyian-bowo-soal-amplop-serangan-fajar-sumber-uang-dari-menteri-1qrPvhudUNG

10 April 2019 12:43 WIB


*Nyanyian Bowo soal Amplop 'Serangan Fajar': Sumber Uang dari Menteri*

Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk Bowo Sidik Pangarso bergegas
usai menjalani pemeriksaan. Foto: Antara/Aprillio Akbar

Tersangka kasus suap dan gratifikasi, Bowo
<https://kumparan.com/@kumparannews/bowo-sidik-saya-diminta-nusron-wahid-siapkan-400-ribu-amplop-1qr3oHBXC3J>Sidik
Pangarso, kembali 'bernyanyi' dengan menyeret pihak lain dalam pusaran
kasusnya.

Sebelumnya ia mengatakan perintah menyiapkan 400.000 amplop serangan fajar
dari Nusron Wahid. Kali ini melalui pengacaranya, Saut Edward Rajagukguk,
menyebut salah seorang menteri di kabinet kerja sebagai penyumbang terbesar
amplop serangan fajar.

Sumber uang dari menteri itu, kata Saut, sudah disampaikan Bowo
<https://kumparan.com/@kumparannews/bowo-sidik-saya-diminta-nusron-wahid-siapkan-400-ribu-amplop-1qr3oHBXC3J>ke
penyidik KPK.

"Sumber uang yang memenuhi Rp 8 miliar yang ada di amplop tersebut dari
salah satu menteri yang sekarang di kabinet (kerja) ini," ujar Saut usai
mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan penyidik di Gedung Merah Putih
KPK, Jakarta, Rabu (10/4).

Namun Saut menyebut, sumber uang yang disiapkan untuk amplop serangan
fajar Bowo
<https://kumparan.com/@kumparannews/bowo-sidik-saya-diminta-nusron-wahid-siapkan-400-ribu-amplop-1qr3oHBXC3J>dan
Nusron berbeda.

"Beda-beda sumber, Pak Nusron dia punya sumber sendiri, Pak Bowo punya
sumber sendiri," ucap Saut.

Terkait pernyataan Nusron membantah memerintahkan Bowo untuk menyiapkan
amplop, Saut tak mempermasalahkannya. Menurut Saut, hal itu merupakan hak
Nusron untuk membantah.


Tersangka Bowo Sidik Pangarso (kanan) usai menjalani pemeriksaan oleh
penyidik KPK, Jakarta, Selasa (9/4). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

"Ya hak beliau (Nusron) untuk membantah itu. Tapi saya bilang ke klien saya
kalau nanti ada saksi yang mengetahui, dia (Nusron) akan dihadirkan di
sini," kata Saut.

Saut meyakini, apa yang disampaikan kliennya merupakan kebenaran. Sebab
kliennya menerima perintah itu langsung dari Nusron secara lisan di DPR.

"Dia (Bowo) mengakui secara terus terang memang saya diperintahkan secara
lisan, ketemu berdua di DPR, ada di satu tempat di lingkungan DPR,"
ucapnya.

Saut menambahkan, dalam pemeriksaan itu penyidik KPK turut mengambil sampel
suara dari Bowo serta penjelasan kronologi suap dari Marketing Manager PT
Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti.

Dalam perkara ini, anggota Komisi VI DPR itu diduga menerima suap dari Asty
sebesar Rp 1,5 miliar. Suap tersebut diberikan melalui rekan Bowo Pangarso,
Indung.

Petugas memegang sejumlah barang bukti berupa uang tunai pada konferensi
pers terkait dugaan suap pengiriman pupuk via kapal di Gedung KPK, Jakarta,
Kamis, (28/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Suap itu diduga agar Bowo mempengaruhi PT Pupuk Indonesia agar memberikan
pekerjaan distribusi pupuk ke Humpuss. Selain penerimaan dari Asty, KPK
juga menemukan uang lain yang diduga hasil gratifikasi senilai Rp 6,5
miliar. Sehingga total Bowo diduga menerima suap dan gratifikasi Rp 8
miliar.

Uang tersebut dibungkus dalam 84 kardus, di mana terdiri dari pecahan Rp 20
ribu dan Rp 50 ribu dalam 400 ribu amplop.

Kirim email ke