Merayakan Demokrasi Indonesia
<https://www.antaranews.com/slug/merayakan-demokrasi-indonesia>
Semarak Pemilu di Pulau Buru
Oleh Jimmy Ayal Kamis, 11 April 2019 09:20 WIB
Semarak Pemilu di Pulau Buru
Seorang petani sedang menjemur gabah yang baru dipanen di Desa Savana
Jaya, kecamatan Waeapo, kabupaten Pulau Buru, Maluku. (27/3). Desa yang
merupakan bekas tempat pembuangan para tapol, kini semarak dan warga
begitu antusias menyambut Pemilu 2019. ANTARA FOTO/Jimmy Ayal.
Ambon (ANTARA) - Pulau Buru di Provinsi Maluku, yang dulu menjadi tempat
pembuangan para tahanan politik, kini bukan lagi penjara bagi
orang-orang yang diasingkan ke sana pada akhir 1960an sampai awal 1970
dengan tuduhan punya kaitan dengan Partai Komunis Indonesia.
Tidak ada lagi sisa barak tahanan yang pada masa lalu menjadi tempat
tinggal tahanan politik di pulau itu, sudah tak ada juga bekas markas
komando yang dulu menjadi pusat kendali operasi aparat keamanan di sana.
Di Desa Savana Jaya, yang dulu merupakan tempat barak tahanan Unit IV,
sejauh mata memandang hanya hamparan sawah yang terlihat.
Lahan tanaman padi di sisi kanan dan kiri jalan utama desa itu mulai
menguning pada akhir Maret. Air jernih mengaliri saluran irigasinya.
Para tahanan politik membangun jalan dan saluran irigasi di desa
tersebut pada masa lalu.
Suasana semarak tampak saat memasuki kawasan pemukiman warga yang
umumnya transmigran dari Pulau Jawa. Aneka baliho dan spanduk kontestan
Pemilu 2019 dengan berbagai ukuran terpasang di mana-mana di Savana
Jaya, yang masuk dalam wilayah Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru.
"Semua kontestan boleh memasang spanduk, baliho maupun stiker. Tidak ada
warga yang keberatan. Tak ada tempat khusus, jadi boleh pasang di mana
saja," kata Sekretaris Desa Savana Jaya, Nandan Suryanata, yang berasal
dari Karawang, Jawa Barat.
Pria yang menetap di Savana Jaya sejak tahun 1991 itu didapuk menjadi
Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Savana Jaya untuk pemilihan
umum presiden/wakil presiden serta anggota legislatif tahun ini.
Menurut dia warga justru senang alat-alat peraga kampanye para peserta
Pemilu 2019 menghiasi kampung dan desa mereka karena dengan demikian
mereka bisa melihat dan mengetahui siapa saja yang bisa mereka pilih
dalam pemilu.
"Terlalu banyak calon, jadi pasti membingungkan. Apalagi pemilu kali ini
setiap orang harus mencoblos lima kertas suara, tiga di antaranya, untuk
DPR RI, (DPRD) provinsi serta kabupaten/kota, tidak ada fotonya," kata
Nandan.
Penyelenggara pemilihan umum melakukan sosialisasi secara masif kepada
seluruh warga, termasuk eks tahanan politik yang tinggal di sana, untuk
menyampaikan berbagai informasi mengenai tahapan pelaksanaan pemilihan umum..
Seluruh warga Savana Jaya, menurut Nandan, antusias menyambut pemilihan
umum dengan harapan pesta demokrasi itu bisa menghadirkan pemimpin yang
bisa membawa bangsa ke kehidupan yang lebih baik.
"Warga Savana Jaya sadar tempat tinggal mereka pernah memiliki catatan
kelam masa lalu, karena itu mereka menunjukkan antusiasmenya
menyukseskan pemilu sebagai bukti kecintaan dan bhakti untuk bangsa dan
negara," ujar Nandan.
Seorang petani menunjukkan cabe hasil panennya di Desa Savana Jaya,
kecamatan Waeapo, kabupaten Pulau Buru, Maluku. (27/3). Desa yang
merupakan bekas tempat pembuangan para tapol, kini berubah menjadi
wilayah yang subur dan menjadi penyangga swasembada pangan di Maluku.
ANTARA FOTO/Jimmy Ayal.
*Warga bekas tahanan*
Sedikitnya ada 957 warga Savana Jaya yang masuk dalam daftar pemilih
tetap pada Pemilu 2019. Di antara pada pemilih tetap itu, ada 17 bekas
tahanan politik.
Pada hari pemungutan suara, mereka akan mencoblos di empat tempat
pemungutan suara.
Nandan menjelaskan ke-17 bekas tahanan politik yang tercatat sebagai
pemilih tetap itu telah berusia lanjut, rata-rata usianya di atas 70
tahun dan sudah dianggap sebagai sesepuh oleh warga.
"Kehidupan mereka bersama keluarga juga sudah campur baur. Malah pada
Pemilu 2019 ini maupun 2014 lalu mereka tetap bersemangat dan terlibat
aktif menyukseskannya," kata dia.
Para eks tahanan politik sering menjadi teman diskusi dan tukar pikiran
warga mengenai perkembangan pembangunan, pemerintahan maupun politik di
Tanah Air.
"Para eks tapol malah sering mengajak dan mengimbau warga untuk tidak
boleh golput, terutama generasi muda, harus memilih untuk menentukan
masa depan bangsa dan negara," katanya.
Menurut Nandan, warga Savana Jaya sudah menganggap para bekas tahanan
politik sebagai "pahlawan" dan panutan karena mereka telah mengubah
Pulau Buru, khususnya dataran Waiapo, dari hutan belantara menjadi
kawasan pertanian yang maju dan menjanjikan.
Sekdes Savana Jaya, Pulau Buru, Nandan Suryanata. (ANTARA/Jimmy Ayal)
*Semangat Berpartisipasi*
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buru mencatat tren peningkatan
partisipasi warga Savana Jaya dan Dataran Waeapo, termasuk warga yang
dulunya tahanan politik, dalam pemilihan umum.
"Partisipasi pemilih di Savana Jaya dan Dataran Waeapo terus meningkat
(hingga) di atas 75 persen mulai dari pemilu presiden/wakil presiden
2014, pilkada bupati/wakil bupati Buru 2015 serta pilkada gubernur/wakil
gubernur Maluku tahun 2018," kata Komisioner KPU Buru, M Rifai Mudjid.
Ketua Divisi Perencanaan dan Data KPU Buru itu mengatakan status sebagai
tahanan politik pada masa lampau umumnya tidak membuat warga eks tahanan
politik enggan menggunakan hak pilih.
"Para eks tapol yang masih ada sudah hidup berbaur dengan masyarakat di
sana (Savana Jaya). Mereka punya kesadaran yang tinggi untuk
menyukseskan agenda nasional, termasuk agenda politik," katanya.
Dia yakin tingkat partisipasi warga Savana Jaya menggunakan hak pilih
pada Pemilu 2019 bisa 85 persen lebih mengingat sosialisasi mengenai
tahapan pelaksananaan pemilihan umum sudah dilaksanakan secara masih di
daerah lumbung padi itu.
KPU, Badan Pengawas Pemilu, pemerintah desa, tokoh masyarakat hingga
kelompok pemuda terlibat dalam sosialisasi pemilihan umum.
"Bahkan para eks tapol juga ikut terlibat bersama pemerintah desa untuk
menyosialisasikan pemilu, termasuk mengimbau warga untuk tidak golput,"
kata Rifai.
*Baca juga:
Bihe ingin didengar pada Pemilu 2019
<https://www.antaranews.com/berita/825380/bihe-ingin-didengar-pada-pemilu-2019>
Menjaga surat suara tak melayang di Pulau Pisang
<https://www.antaranews.com/berita/822339/menjaga-surat-suara-tak-melayang-di-pulau-pisang>*
Oleh Jimmy Ayal
Editor: Maryati
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com