Dunia sedang berpaling melhiat kejayaan RRT yang dibawah Pimpinan Partai
Komunis Tiongkok, yang dalam waktu 70 tahun berhasil membebaskan hampir
1,4 RAKYAT dari kemiskinan dan sekarang tegak berdiri menjadi ANCAMAN
terberat AS! Kok Indonesia masih saja hendak menentang konsep NASAKOM
bung Karno yang brilian itu! Menyangkal kenyataan ada 3 kekuatan dalam
masyarakat di Indonesia, Nasionalis, Agama dan Komunis! Dan konsep 3
kekuatan NASAKOM itulah yang dipersatukan bung Karno melawan
kolonialisme Belanda, Jepang dan mencapai kemerdekaan RI! Begitu
kekuatan KOMUNIS dibasmi selama lebih 1/2 abad ini, langkah perjalanan
bangsa ini jadi limbung, ...
Dan ingat, adalah juga kenyataan yang tidak bisa disangkal, sampai
menghembuskan nafas terakhir Bung Karno TIDAK HENDAK mengutuk PKI!
kh djie [email protected] [GELORA45] 於 11/4/2019 10:54 寫道:
Kalau mau pencak ilat, bisa belajar dari Abunawas :
Abunawas menyombongkan diri di depan banyak oang kalau dia bisa lihat
dalam gelap.
Ada yang nyeletuk, tadi malam dia lihat Abunawas jalan dengan bawa obor.
Abunawas jawab, benar, supaya dia tidak ditarak orang lain yang tidak
bisa lihat dalam gelap.
Pada tanggal Rab, 10 Apr 2019 pukul 23.45 Sunny ambon
[email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
<[email protected] <mailto:[email protected]>> menulis:
*Kalau diizinkan pasti ada saja yang mau; dari pada paham
Abunawas, karena pahamnya tidak bisa menciptakan kenyataan tentang
kemajuan teknologi yang mempermudah kebutuhan hidup manusia
modern, demikian keterangan seorang pakar ilmu duniawi.*
https://suara-islam.com/mau-pancasila-atau-komunisme-pki/
*Mau Pancasila atau Komunisme PKI?*
31 Maret 2019
Prabowo-Jokowi dalam debat keempat. [foto: ANTARA]
Saya akan tulis singkat saja soal pilihan ideologi kita. Supaya
mudah dipahami. Agar pilihan itu tidak abu-abu. Agar kita semua
tidak ragu-ragu.
/Pertama. /Dengan segala macam insiden masa lalu, ternyata hari
ini umat Islam telah memahami sepenuhnya status Pancasila sebagai
landasan falsafah dalam berbangsa dan bernegara. Insiden masa lalu
itu tidak perlu kita uraikan di sini.
Mengapa tak perlu? Karena insiden-insiden itu tidak mewakili sikap
mayoritas umat Islam. Terus, berbagai insiden masa lalu itu
menyimpan jejak-jejak rekayasa. Ada konspirasi jahat untuk
memojokkan umat Islam dari waktu ke waktu.
Intinya adalah bahwa sebagian elemen umat, waktu itu, masih
berayun seperti pendulum. Ibarat proses “soul-searching” yang
belum selesai... Proses pencarian landasan ideologi yang belum
tuntas pada masa itu.
Sekarang, pendulum ideologi itu telah berhenti di satu titik yang
stabil. Titik itu adalah Pancasila. Semua penumpang kapal besar
Indonesia, dengan keberagaman yang sifatnya eksternal dan
internal, kultural dan spiritual, kini rela dan senang beridentik
dengan Pancasila. Alhamdulillah.
/Kedua. /Ada ideologi komunisme yang dianut, disuburkan, dan
kemudian dipemer-berontakkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI).
Setidaknya ada tiga kali pemberontakan PKI. Satu kali di era
kolonial (1926) dan dua kali di era pasca-kemerdekaan (1948 dan
1965). Menurut para sejarawan lain, pemberontakan itu sudah lima
kali berlangsung.
Soal berapa kali, tidak begitu relevan. Yang teramat penting
dicatat adalah bahwa penghadang terbesar pemberontakan komunisme
itu adalah umat Islam.
/Ketiga. /Dalam beberapa hari ini, tokoh senior kubu Jokowi, yaitu
Hendropriyono, mengeluarkan pernyataan yang provokatif bahwa
pilpres kali ini adalah pertarungan antara ideologi Pancasila dan
Khilafah. Tentunya sangat mudah dibaca bahwa yang dia maksud
Pancasila itu adalah Jokowi; dan yang dimaksudkan Khilafah itu
adalah Prabowo Subianto (PS).
Dalam statemen tegas di acara debat keempat capres malam tadi
(30/3/2019), Prabowo mengatakan Pancasila sudah final. Semua
elemen umat Islam juga tidak ada masalah dengan Pancasila.
Sehingga, pernyataan provokatif Hendropriyono sama sekali tidak
relevan.
Lantas pertarungan apa yang relevan untuk dikaitkan dengan pilpres
17 April?.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com