Indonesia menempati posisi 5 dunia dgn pengguna internet terbanyak, ada 143 
juta dari 269 juta penduduk atau 53%. Seandainya dikurangin kanak2 persentase 
itu akan lebih besar lagi.
https://www.internetworldstats.com/top20.htm




---In [email protected], <bhjo@...> wrote :

Ha, ha, ha, lagi2 Fake News.
Berapa % dari penduduk Indonesia yg mempunyai mobile phone, computer dimana 
mereka juga mengikuti sosial media. Kalau yg tidak mengikuti sosial media lebih 
banyak jumlahnya, hasil dari survei nya bisa dipertanyakan kemungkinan 
kebenarannya? KIta juga harus mengetahui metode statistik nya: apakah diambil 
secara "random" survei nya, misal, apakah dilakukan di seluruh Indonesia dimana 
jumlah penduduknya dari setiap daerah juga diperhitungkan (taken into account) 
dll. Penduduk Indonesia "belum homogen" seperti di negara maju, jadi susah utk 
melakukan nasional survei yg "reliable" dan bisa memberi hasil statistik yg 
lebih bisa percaya.

---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote :

Hasil big data dan medsos ini kelihatannya in-line dengan survei yang 
menunjukkan masyarakat berpendidikan tinggi lebih banyak mendukung 
Prabowo-Sandi.. Tetapi apakah hasil akhir seperti ini? Belum tentu juga, karena 
survei juga menunjukkan masyarakat berpendidikan rendah lebih banyak mendukung 
Jokowi-Ma'ruf.
---Rillis Menara Digital Network bertujuan untuk meluruskan dan memberikan 
prespektif lain tentang hasil dari lembaga survei yang sudah ada. Prediksi 
pilpres hasil olah big data ini menggunakan analisis dan pendalaman yang 
mencakup: jumlah percakapan dan topik pembicaran di media sosial, sentimen di 
media sosial, SNA dan wilayah persebaran percakapan dan algoritma internal. 
Hasilnya, Prabowo–Sandi akan memenangkan pilpres sebesar 55,6%, sedangkan 
Jokowi-Amin sebesar 44,4 %.
....Kamis, 11 April 2019 22:01 WIB
Dari Big Data dan Medsos, MDN Prediksi Pilpres 2019, Hasilnya Enggak Nyangka

WE Online, Jakarta -
Pesta demokrasi sudah kurang dari seminggu lagi. Banyak rakyat Indonesia yang 
mulai menentukan pilihannya, dan tidak sedikit yang membagikan kandidat yang 
akan dipilihnya lewat media sosial.

Menara Digital Network (MDN), yang merupakan lembaga monitoring big data dan 
media sosial, melihat fenomena tersebut dan berusaha meninjau pilihan 
masyarakat untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 melalui media sosial yang 
saat ini dianggap sebagai ungkapan asli pilihan masyarakat Indonesia

"Social media ini tidak ada border, jadi masyarakat bisa lebih mengutarakan 
pendapat mereka terhadap pilihan mereka. Ya, hal ini dapat kita lihat dari apa 
yang mereka tweet-kan di social media dan pencarian mereka terhadap para 
pasangan pilpres," kata Anthony Leong, CEO Menara Digital Network, di Gedung 
Financial Club, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019).
Pakar digital tersebut juga menambahkan, perbedaan jika menggunakan survei 
pilihan ada batasan pada respondennya karena memberikan jawaban yang tidak 
benar-benar sesuai dengan hati nuraninya. Ada penyurvei membuat para masyarakat 
cenderung tidak menentukan pilhan atau berlawanan dengan pilihannya.


"Contoh, hati nuraninya A, dia bilang B sehingga responden sengaja membuat 
diskursus informasi. Kami sendiri juga sudah mengamati dari hasil pemilihan 
kepala daerah (Pilkada) di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Utara, 
dan Kalimantan Timur yang dapat kami simpulkan sebagai potret sebenarnya. Hasil 
pilkada ini sudah kami prediksikan sebelumnya dengan analisis dan berhitung 
dengan algoritma, hanya saja kami tidak umumkan ke publik. Lain halnya dengan 
pilpres, ini disorot oleh jutaan rakyat Indonesia, masyarakat harus mengetahui 
situasi sebenarnya," ujar Anthony.

Rillis Menara Digital Network bertujuan untuk meluruskan dan memberikan 
prespektif lain tentang hasil dari lembaga survei yang sudah ada. Prediksi 
pilpres hasil olah big data ini menggunakan analisis dan pendalaman yang 
mencakup: jumlah percakapan dan topik pembicaran di media sosial, sentimen di 
media sosial, SNA dan wilayah persebaran percakapan dan algoritma internal. 
Hasilnya, Prabowo–Sandi akan memenangkan pilpres sebesar 55,6%, sedangkan 
Jokowi-Amin sebesar 44,4 %.


Kirim email ke