/http://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1663-pertarungan-penghabisan
/
//
/*Pertarungan Penghabisan*/
Penulis: *Media Indonesia* Pada: Sabtu, 13 Apr 2019, 05:05 WIB Editorial
MI <http://mediaindonesia.com/editorials>
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1663-pertarungan-penghabisan>
<http://twitter.com/home/?status=http://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1663-pertarungan-penghabisan>
HARI ini telah masuk akhir masa kampanye Pemilu 2019. Malam nanti, debat
kelima atau debat pemungkas pemilihan presiden bakal menutup periode
kampanye sebelum memasuki masa tenang, besok. Tentu, kedua kubu pasangan
calon presiden dan calon wakil presiden tidak akan menyia-nyiakan
kesempatan terakhir menarik simpati pemilih.
Paslon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengagendakan kampanye
akbar penutup di Gelora Bung Karno, Jakarta, sedangkan paslon nomor urut
02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bakal menggelar kampanye akbar terakhir
mereka di Lapangan Alun-Alun Ahmad Yani, Kota Tangerang, Banten.
Para simpatisan kedua paslon sudah bisa dipastikan akan menyambut dengan
gegap gempita. Mereka menjadikan ajang kampanye akbar untuk unjuk
kekuatan dukungan. Di mata para simpatisan, ajang kampanye terbuka
memang kerap dipakai sebagai salah satu indikator kemenangan dengan
melihat kubu mana yang paling banyak menarik massa.
Tiap kubu saling klaim bahwa kampanye-kampanye mereka yang lebih banyak
dihadiri simpatisan dan itu disebut sebagai tanda-tanda kemenangan.
Tidak ada metode ilmiah yang mendasari, kecuali yang diakui sebagai
bukti-bukti berupa foto-foto, rekaman video, dan testimoni simpatisan.
Di sisi lain, lembaga-lembaga survei mencoba menyodorkan prediksi
kemenangan melalui kerangka metode ilmiah. Kemarin, jelang kampanye
akbar penutup dan debat pemungkas, sedikitnya empat lembaga survei
memublikasikan laporan terbaru. Keempatnya kompak menyebut elektabilitas
paslon nomor urut 01 Jokowi-Amin menang telak atas paslon nomor urut 02
Prabowo-Sandi.
Hasil survei SMRC menyatakan Jokowi-Amin meraih elektabilitas 56,8%,
sedangkan Prabowo-Sandi 37%. Survei LSI Denny JA menunjukkan dukungan
terhadap Jokowi-Amin di kisaran 55,9%-65,8%, adapun Prabowo-Sandi
memperoleh dukungan 34,2%-44,1%. Jokowi-Amin disebut LSI Denny JA
menyapu bersih kemenangan di semua segmen, termasuk segmen pemilih
terpelajar yang sebelumnya memenangkan Prabowo-Sandi.
Dua laporan survei lainnya, dari Alvara Research Center dan Indopolling,
menunjukkan hasil senada, Jokowi-Amin unggul jauh jika dibandingkan
dengan Prabowo-Sandi. Alvara juga mengungkap jumlah pemilih yang belum
menentukan pilihan terus turun dan kini tinggal sekitar 9%. Jika dilihat
dari zonasi, Indopolling mengungkapkan Jokowi-Amin unggul di semua
wilayah, kecuali Sumatra.
Masih ada satu survei yang dilakukan lembaga riset Populi Center khusus
di Jawa Barat. Hasil survei menyebutkan Jokowi-Amin unggul dengan
perolehan 40%, sedangkan elektabilitas pesaingnya, Prabowo-Sandi,
mencapai 35,1%. Selain itu, sebanyak 22,9% responden menyatakan tidak
menjawab dan 2,0% menyatakan golput.
Keunggulan di Jawa Barat menjadi bekal penting untuk menang pada Pemilu
2019 karena Jawa Barat ialah daerah pemilihan dengan jumlah pemilih
terbesar di Indonesia. Pada Pilpres 2014, Prabowo unggul atas Jokowi.
Jokowi-Amin menunjukkan kemenangan yang konsisten di berbagai survei
yang digelar sejak dimulainya tahapan pilpres. Tidak mau kalah, kubu
Prabowo-Sandi mengklaim keunggulan di survei-survei internal. Bagi
mereka, hasil survei yang memenangkan Jokowi-Amin tidak membuat patah
arang. Mereka meyakini dukungan yang besar dan luas dari masyarakat di
seantero Nusantara.
Namun, di balik semua euforia, perlu diingat yang dihitung dalam
penentuan kemenangan pemilu ialah dukungan yang masuk melalui surat
suara. Lapangan yang penuh, jalanan yang luber oleh simpatisan, maupun
kemenangan dalam survei tidak ada artinya jika mereka yang punya hak
pilih tidak datang ke TPS untuk memberikan suara. Di TPS-lah pertarungan
penghabisan kedua paslon yang sesungguhnya.
<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1663-pertarungan-penghabisan>
<http://twitter.com/home/?status=http://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1663-pertarungan-penghabisan>