-------- 轉寄郵件 --------
主旨: Faisal Basri Dukung Jokowi: Akal Sehat dan Nurani Membimbing Saya
日期: Sat, 13 Apr 2019 16:38:35 +0800
從: ChanCT <[email protected]>
到: GELORA_In <[email protected]>
Faisal Basri Dukung Jokowi: Akal Sehat dan Nurani Membimbing Saya
Reporter:
Francisca Christy Rosana
Editor:
Dewi Rina Cahyani
Sabtu, 13 April 2019 08:40 WIB
Faisal Basri. TEMPO/M. Taufan RengganisFaisal Basri. TEMPO/M. Taufan
Rengganis
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- EkonomFaisal
Basri<https://www.tempo.co/tag/faisal-basri>secara terang-terangan
menyampaikan dukungannya kepada calon presiden nomor urut 01, Joko
Widodo atau Jokowi dan Ma’ruf Amin. Hal itu ia lontarkan secara gamblang
melalui akun media sosial Twitter-nya, hari ini, 13 April 2019.
*Baca: *Prabowo Sering Cemooh Utang, Faisal Basri: Negara Masih Aman
<https://bisnis.tempo.co/read/1194999/prabowo-sering-cemooh-utang-faisal-basri-negara-masih-aman>
“Akal sehat dan kesadaran nurani yang akhirnya membimbing saya memilih
Jokowi,” cuit Faisal melalui akun @FaisalBasri. Unggahan itu menuai
reaksi dari para pengikutnya.
Dukungan terhadap Jokowi sebelumnya telah ia gamblangkan melalui Orasi
Kebudayaan yang salinannya ditulis dalam laman pribadi Faisalbasri.com.
Dalam orasi kebudayaannya, Faisal memuji sejumlah pencapaian Jokowi.
Di antaranya sektor industri, seperti tekstil, yang mengalami perbaikan.
Indonesia pun dinilai masih kuat memproduksi kain non-katun, misalnya
yang berbahan polyester dan rajut. Industri manufaktur Tanah Air juga
berpeluang tumbuh melalui otomotif.
Ihwal utang negara yang kerap disinggung Prabowo, Faisal menyatakan
kondisi pemerintah saat ini aman. Ia mennebut nisbah utang atau /debt to
GDP ratio/ tergolong sangat rendah. “Saat ini, utang negara hanya 30
persen dan masih separuh dari batas maksimum yang ditetapkan oleh
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara,”ucapnya.
Faisal juga menyinggung soal pernyataan-pernyataan Prabowo tentang
tenaga kerja asing. Menurut dia, lontaran capres 02 soal asing yang
mengambil lahan pekerjaan WNI di dalam negeri juga tidak ditopang data
akurat. Ia memaparkan, saat ini jumlah tenaga kerja asing di Indonesia
hingga akhir 2018 tidak sampai 100 ribu orang. Sebaliknya, ada lebih
dari 3,65 juta orang Indonesia yang kini telah bekerja di luar negeri.
Saat dikonfimasi, Faisal mengakui bahwa cuitan itu asli. Ia menyebut
sepenggal kalimat dukungan itu ia sampaikan dengan kesadaran, tanpa
paksaan. “Sangat benar (saya mendukung Jokowi). Akal sehat dan kesadaran
nurani yang akhirnya membimbing saya memilih Jokowi,” ucap Faisal dalam
pesan pendek kepada Tempo, Jumat pagi, 13 April 2019.
Hingga 2 jam kicauan dilempar, 1.100 orang member tanda suka dan 270
orang lainnya memberikan komentarnya. “Ini dihack apa gimana pak? Bionya
engga bapak banget. Wkwk,” tulis pengikut dengan akun @nasyorhm.
Warganet lain menyambut positif keputusan politik Faisal. “Enggak
masalah pak Faisal pilih siapa, pilihan hidup bisa berubah. Tapi kalau
nanti ada analisa ekonomi bapak yang sangat berubah dari yang pernah
bapak tulis sebelumnya itu yang akan jadi aneh,” tulis @selvydante.
Sejam berselang seusai menulis kicauan yang menuai riak massa, Faisal
kembali mencuit sebuah puisi yang erat kaitannya dengan asa dan harapan.
Bersama kicauan itu, ia melampirkan sebuah tautan.
*Simak juga: Pilih Jokowi, Ustaz Yusuf Mansur Kampanye Duet dengan Yenny
Wahid
<https://video.tempo.co/read/14255/pilih-jokowi-ustaz-yusuf-mansur-kampanye-duet-dengan-yenny-wahid>*
Dalam tautan yang mengantar warganet ke laman pribadi Faisal, ekonom
Universitas Indonesia ini menampilkan selarik puisi berjudul “Di Puncak
Gundah Masih Ada Asa”. Puisi tersebut baru ditulis pagi ini. Pada bagian
ekor puisi, ia menyertakan lokasinya saat menulis sajak, yakni Surabaya.
Puisi teranyar Faisal berisi enam bait dan masing-masing bait memiliki
empat larik. Pada bait terakhir, ia menyuratkan ungkapan perasaan
tentang titian, juga tujuan. “Hati hati yang beku, cair satu satu. Ia
pilih titian, yang lebih menjanjikan harapan,” tulisnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya Faisal Basri gencar mengkritik kebijakan ekonomi pemerintahan
Jokowi. Faisal sebelumnya mengatakan Indonesia adalah negara pengimpor
gula terbesar di dunia. Berdasarkan data statistik, Indonesia menjadi
pengimpor gula pada periode 2017-2018 dengan besar impor 4,45 juta
metrik ton. Angka itu diikuti oleh Cina di posisi kedua dengan 4,2 juta
metrik ton dan Amerika Serikat dengan 3,11 juta metrik ton.
Ia juga mengkritik pembangunan infrastruktur seperti jalan tol yang
berbasis di daratan. Padahal, Indonesia merupakan negara maritim yang
wilayahnya lebih banyak perairan. "Jadi harusnya, infrastruktur laut-lah
yang jadi backbone (tulang punggung), jadi kalau bangun infraatruktur
itu jangan meniru China atau Malaysia (berbasis darat)," kata Faisal
dalam diskusi di Restoran Batik Kuring, SCBD, Jakarta, Kamis, 28
Februari 2019.
Soal utang luar
negeri,Faisal Basri<https://bisnis.tempo.co/read/1195124/faisal-basri-tanggapi-isu-tka-dominasi-lapangan-kerja-wni>sebelumnya
menyatakan kenaikan utang pemerintah di era Jokowi tak bisa diabaikan.
"Selama kurun waktu 2014-2018, utang pemerintah pusat naik 69 persen,
dari Rp 2.605 triliun menjadi Rp 4.416 triliun. Peningkatan itu lebih
tinggi ketimbang periode 2010-2014 sebesar 55 persen," katanya melalui
situs pribadinya, www.faisalbasri.com pada Januari lalu.
*Simak: Survei Terbaru LSI Denny JA, Jokowi di Ambang Menang Telak
<https://video.tempo.co/read/14265/survei-terbaru-lsi-denny-ja-jokowi-di-ambang-menang-telak>*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com