Bambang Djalisnetra mengirim 2 status baru.
Bambang Djalisnetra12 April pukul 07.23
Copas dari status tetangga:

TEROR MENTAL DARI KUBU PRABOWO SEMAKIN MERAJALELA

KEMAREN di beberapa WA group beredar postingan hasil perhitungan suara Pilpres 
dari luar negeri. Dalam postingan tersebut disebut Prabowo-Sandiaga menang 
mutlak hampir di semua negara. Ini sangat menggelikan sekaligus sangat 
menjijikkan. Saya menyebut sebagai halusinasi sekelompok orang sakit jiwa. 
Informasi sesat tersebut MUTLAK HOAX.

Karena hanya orang bodoh dan kudet yang mempercayai informasi murahan. Sebelum 
ada pengumuman bantahan dari KPU saya sudah memastikan kepada sahabat saya 
bahwa informasi tersebut 100% pasti HOAX. Dan ternyata keyakinan saya 
terkonfirmasi oleh pernyataan Komisioner KPU. Bagaimana mungkin belum ada 
pencoblosan sudah ada hasil perhitungan suara ? Duuuh....

Keyakinan saya bertambah kuat setelah saya mendapat informasi akurat dari 
sahabat saya Mbak Zia Tizza, seorang WNI hebat dan pendukung Jokowi militan 
yang tinggal di Jerman. Beliau menjelaskan pemungutan suara di Jerman yang 
dilakukan oleh PPLN baru dilaksanakan serentak tanggal 13 April 2019. Dan 
hasilnya baru akan dibuka pada tanggal 17 April 2019 setelah perhitungan suara 
di Indonesia ditutup. Dan negara lainnya pun juga akan melakukan hal yang sama 
karena ini SOP baku yang diterapkan oleh KPU.

Inilah strategi teror mental yang dilakukan oleh Kubu Prabowo. Tujuannya jelas 
untuk menghancurkan keyakinan dari pendukung Jokowi. Namun sayang seperti 
biasa, pola dan strategi teror mental ini dilakukan dengan cara yang sangat 
bodoh dan kedodoran, sehingga begitu mudah terbongkar dan terbantahkan. Dalam 
era informasi digital saat ini, pola teror mental ala Kubu Prabowo tergolong 
primitif. Dan hal ini saya yakin akan menjadi bumerang dan memukul balik mereka 
dengan telak.

HOAX oleh Kubu Prabowo ini bisa jadi akan digunakan oleh mereka untuk menyerang 
KPU kalau nanti ternyata hasil perhitungan suara berbeda drastis dengan fitnah 
yang mereka buat. Karena fitnah sampah seperti ini sudah dikunyah mentah-mentah 
oleh pendukung Prabowo sebagai kebenaran. Kapasitas otak yang jeblok dari 
sebagian besar pendukung Prabowo rupanya semakin hari semakin parah dan 
menjadikan mereka seperti kelompok zombie yang nalarnya terbalik. Di mata 
mereka warna putih terlihat hitam dan warna hitam pekat di mata mereka terlihat 
putih bersih.

Bagi saya bantahan dari KPU saja tidaklah cukup. Harus ada tindakan hukum untuk 
menindak pembuat HOAX dan para penyebar. Agar kejahatan teror informasi yang 
sangat terorganisir ini dapat ganjaran hukuman yang setimpal. Menurut saya 
penyebaran informasi sesat ini by desain yang dilakukan oleh kubu Prabowo. Jadi 
bukan hanya keisengan yang dibuat oleh para pendukungnya semata.. Ini strategi 
Firehose of Falsehood yang biasa mereka lakukan, yaitu memutarbalikkan 
kebenaran informasi dengan tujuan untuk menghancurkan keyakinan masyarakat.

Saran saya kepada para pendukung Jokowi, jangan mudah percaya dengan informasi 
palsu yang sumbernya tidak jelas. SARING sebelum SHARING. Jangan mudah mudah 
copas-copas ke sana kemari dan jadi panik sendiri. Konfirmasikan setiap 
informasi aneh kepada orang atau sumber yang dapat dipercaya. Jangan langsung 
diposting di group-group WA.

Percayalah JOKOWI AKAN MENANG dengan elegan. Tidak pernah ada cerita penjahat 
akan memenangkan perang. Mereka mungkin hanya menang sesaat dalam pertempuran 
medsos karena mereka menggunakan cyber army dan robot untuk menyebarkan 
kebohongan. Tapi pada akhirnya dalam peperangan paripurna mereka akan keok dan 
tersungkur dengan rasa kehinaan yang tidak terperi. Percayalah !!!

Salam SATU Indonesia,
Rudi S Kamri
11042019
   
   - 

Kirim email ke