Daftar Presiden Sebelum Jokowi dan Uraian Singkat Kinerja Ekonomi
Reporter:
Egi Adyatama
Editor:
Amirullah
Minggu, 14 April 2019 10:46 WIB
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan
Ma'ruf Amin (kiri) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua
kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat kelima Pilpres
2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019. ANTARAPasangan
capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma'ruf Amin
(kiri) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan
Sandiaga Uno (kanan) bersiap mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di
Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019. ANTARA
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto
menyebut kesalahan sistem ekonomi nasional saat ini merupakan kesalahan
bersama. Ia menyebut pemerintahan calon presiden inkumben Jokowi
<https://www.tempo.co/tag/jokowi> saat ini tak sepenuhnya bertanggung
jawab, tapi juga pemerintahan sebelumnya.
Baca: Empat Kritik Prabowo soal Ekonomi Terhadap Jokowi di Debat Kelima
<https://pilpres.tempo.co/read/1195553/empat-kritik-prabowo-soal-ekonomi-terhadap-jokowi-di-debat-kelima>
Ia mengatakan saat ini pembangunan ekonomi nasional telah salah arah. Ia
menegaskan Indonesia harus berani mengambil kebijakan untuk mengubah
arah pembanguan ini secara menyeluruh. Prabowo menyebut seharusnya ada
upaya tegas dari pemerintah untuk menghentikan aliran uang negara ke
luar negeri. Hal ini juga yang kerap disebut Prabowo sebagai kebocoran.
"Saya tidak menyalahkan Bapak. Ini kesalahan besar, kesalahan besar
presiden-presiden sebelum Bapak. Kita semua harus bertanggung jawab.
Bener, itu pendapat saya," kata Prabowo dalam debat calon presiden dan
wakil presiden, yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu, 13
April 2019.
Berikut adalah enam presiden RI sebelum Jokowi sejak merdeka pada 1945.
Tiap pemerintahan memiliki kebijakan ekonominya masing-masing.
*1. Soekarno (1945 - 1965)*
Menjadi presiden pertama Indonesia, Soekarno dilengserkan oleh Soeharto
pada 1965. Selama masa pemerintahannya, Soekarno sempat membuat
perekonomian Indonesia sebagai negara baru berkembang. Namun ekonomi
Indonesia dengan cepat hancur karena hutang dan inflasi. Bahkan pada
periode 1962-1965, inflasi mencapai 100 persen karena pemerintah dengan
mudahnya mencetak uang untuk membayar utang dan mendanai proyek-proyek
megah.
*2. Soeharto (1965 - 1998)*
Di era Soeharto, tim ahli ekonomi yang belajar di Berkeley, Amerika
Serikat, dibentuk untuk memulai periode rehabilitasi dan pemulihan
ekonomi. Era ini juga menjadi pintu masuknya investasi asing dibuka
lebar setelah dibuatnya Undang-undang Nomor 1 Tahun 1967, tentang
Penanaman Modal Asing.
Pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga melakukan
tos dalam debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 13
April 2019. ANTARA
Namun pada 1997 saat krisis moneter, nilai beberapa mata uang, termasuk
rupiah, anjlok. Pada Januari, tercatat rupiah ada di kisaran Rp 11 ribu.
Meski sempat sedikit membaik, Soeharto melepas jabatannya pada Mei 1998
setelah mendapat desakan masyarakat dan menandai awal mula era reformasi.
*3. BJ Habibie (1998 - 1999)*
Menjadi presiden menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri, Habibie
tak banyak membuat banyak perubahan di sistem perekonomian nasional. Di
tahun pertamanya tercatat pertumbuhan ekonomi anjlok menjadi minus 13,31
persen.
Baca: Kata Indef dan LPEM UI Soal Pernyataan Deindustrialisasi Prabowo
<https://bisnis.tempo.co/read/1195484/kata-indef-dan-lpem-ui-soal-pernyataan-deindustrialisasi-prabowo>
Namun dengan beberapa perbaikan regulasi, Habibie mencatatkan
pertumbuhan ekonomi sebesar 0,79 persen pada 1999. Posisi
Habibie tak bertahan lama, dan digantikan oleh Abdurrahman Wahid alias
Gus Dur pada Oktober 1999.
ADVERTISEMENT
*4. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (1999 - 2001)*
Berbeda dengan Habibie, Gus Dur membuka awal pemerintahhnya dengan
naiknya pertumbuhan ekonomi hingga 4,92 persen pada 2000. Namun di tahun
berikutnya, pertumbuhan ekonomi menurun menjadi 3,64 persen. Gus
Dur lengser dan digantikan oleh Megawati Soekarnoputri lewat pemilihan
sidang istimewa di Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR) pada 2001.
*5. Megawati Soekarnoputri (2001 - 2004)*
Menjabat kurang dari empat tahun, pemerintahan putri Soekarno ini kerap
dinilai cukup berhasil. Tingkat inflasi rendah, nilai tukar rupiah
stabil, cadangan devisa stabil, dan menurunnya suku bunga bank, dianggap
menjadi indikatornya. Bahkan di akhir masa pemerintahannya, pertumbuhan
ekonomi mencapai 5,03 persen.
*6. Susilo Bambang Yudhoyono (2004 - 2014)*
SBY menjadi presiden pertama Indonesia yang terpilih lewat skema
pemilihan umum secara terbuka pada 2004. SBY kembali memenangkan
pemilihan pada 2009 dan menjadi presiden selama dua periode.
Baca: Jokowi Imbau Pendukungnya Jaga Ketertiban Saat Masa Tenang
<https://pilpres.tempo.co/read/1195467/jokowi-imbau-pendukungnya-jaga-ketertiban-saat-masa-tenang>
Menjalankan pemerintahan selama 10 tahun, SBY mencatatkan prestasi di
bidang ekonomi dengan membawa Indonesia ke dalam kelompok 20 ekonomi
utama atau G20. Bahkan beberapa kali pertumbuhan ekonomi Indonesia
menembus di atas angka 6 persen. Beberapa kalangan menilai hal ini tak
terlepas dari meningkatnya harga komoditas global.
*EGI ADYATAMA | BERBAGAI SUMBER*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com