Ekonomi China Diprediksi Tumbuh 6,3 Persen Kuartal I 2019
CNN Indonesia | Minggu, 14/04/2019 13:45 WIB
Bagikan :
Ekonomi China Diprediksi Tumbuh 6,3 Persen Kuartal I 2019Ilustrasi
China. (AFP PHOTO / STR).
Jakarta, CNN Indonesia -- Ekonomi *China
<https://www.cnnindonesia.com/tag/china>*diperkirakan hanya tumbuh 6,3
persen pada kuartal I 2018. Hal itu terjadi ketika pemerintah mengambil
langkah-langkah untuk menghadapi permintaan global dan *perang dagang
<https://www.cnnindonesia.com/tag/perang-dagang>*dengan Amerika Serikat
(AS) yang tak kunjung usai.
Menurut survei 13 ekonom yang diperoleh AFP menjelang rilis resmi angka
produk domestik bruto (PDB) China, negara dengan ekonomi terbesar kedua
di dunia itu meningkat 6,3 persen pada periode Januari hingga Maret
tahun ini.
Angka tersebut menandai laju pertumbuhan kuartalan paling lambat selama
hampir tiga dekade terakhir. Hal itu tetap dalam kisaran yang
ditargetkan oleh pemerintah sebesar 6,0 hingga 6,5 persen untuk periode
sepanjang tahun, menyusut dari 6,6 persen pada 2018.
Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (/International Monetary
Fund//IMF) menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi China sepanjang 2018
menjadi 6,3 persen dari semula 6,2 persen. Hal itu dipicu stimulus
ekonomi China yang ramping dan meredanya ketegangan perdagangan dengan AS.
Lihat juga:
Jokowi vs Sandi Debat Ekonomi Makro dan Mikro, Pahami Artinya
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190414100736-532-386203/jokowi-vs-sandi-debat-ekonomi-makro-dan-mikro-pahami-artinya/>
Untuk mengatasi perlambatan, Beijing meningkatkan dukungan ekonomi dalam
beberapa bulan terakhir. Beberapa di antaranya dengan mengumumkan
pemotongan pajak besar-besaran dan pengurangan biaya lain untuk membantu
perusahaan yang kesulitan.
Bulan lalu. Perdana Menteri Li Keqiang mengakui ada tekanan ke bawah
dalam ekonomi Negeri Panda. Namun tak tinggal diam, ia berjanji untuk
tidak membiarkan ekonomi keluar dari kisaran yang wajar.
Beijing menghadapi kebijakan penyeimbang yang rumit, ketika mencoba
untuk mendukung bisnis swasta yang membutuhkan kredit, tanpa terus
meningkatkan jumlah utang korporasi.
Pembuat kebijakan telah membalikkan keran utang kembali, setelah
beberapa tahun mengelola penurunan utang (/deleveraging/). Hal itu
dibuktikan oleh data kredit dari bank sentral China yang menunjukkan
pelonggaran moneter.
Lihat juga:
Tak Cuma Syok Ekonomi, Tax Ratio Kilat ala Prabowo Keliru
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190414074014-532-386187/tak-cuma-syok-ekonomi-tax-ratio-kilat-ala-prabowo-keliru/>
Chang Liu dari Capital Economics menyebut pertumbuhan pinjaman bank
dipercepat ke laju bulanan tercepat sejak 2016. Padahal, biasanya
dibutuhkan enam bulan untuk pertumbuhan kredit yang diterjemahkan dalam
kegiatan ekonomi yang lebih besar.
Kendati demikian, Ekonom RaboResearch Bjorn Giesbergen memiliki
pandangan berbeda. Dia memperingatkan pinjaman tidak selalu mengalir ke
sektor swasta dan tingkat utang terhadap PDB China sudah berlebihan.
Menurut dia, masalah hanya akan menjadi lebih buruk jika kredit baru
tidak lagi mengalir ke sektor swasta. Kebijakan yang diberlakukan bulan
ini, seperti memotong Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan memotong
kontribusi asuransi sosial perusahaan bulan depan akan lebih langsung
membantu sektor swasta China untuk mengembangkan usaha.
Tahun lalu, investasi infrastruktur China merosot menjadi 3,8 persen
secara tahunan. Dalam beberapa bulan terakhir, proyek-proyek besar yang
telah ditunda Beijing dimulai kembali untuk mendorong laju perekonomian.
Ekonom DBS Nathan Hung Lai Chow memaparkan pertumbuhan sebagian besar
didorong oleh investasi infrastruktur dengan kontrak persetujuan
disepakati di depan dan penerbitan obligasi khusus yang sangat besar.
"Kepercayaan konsumen tetap rapuh karena ketidakamanan pekerjaan," kata
Chow seperti dikutip dari/AFP, /Jumat (14/4).
Tingkat pengangguran China yang biasanya stabil naik menjadi 5,3 persen
pada Februari 2019, dari 4,9 persen pada Desember tahun lalu. Sementara
itu, pertumbuhan penjualan ritel tetap mendekati level terendah dalam 15
tahun.*(AFP/lav)*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com