Ya, ya, ya, Rakyat harus maklum. Gitu kan? -
KPU Kesulitan Usut Kasus Surat SuaraTercoblos di Malaysia TimVIVA Minggu, 14 April 2019 | 11:07 WIB VIVA - Ketua KomisiPemilihan Umum atau KPU, Arief Budiman mengaku belum bisa mengambil kesimpulanmengenai dugaan kecurangan yang terjadi di Selangor Malaysia. Dalam video yangberedar, disebutkan bahwa puluhan ribu surat suara sudah tercoblos, yakni untukpasangan capres-cawapres 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan caleg Partai Nasdem. Arief mengatakan, pihaknya sudah mengirim tim. Setelahsaat kejadian, mengutus dua komisioner KPU dan melaporkan hasilnya. Kini, sudahberangkat lagi satu komisioner. "Memang agak repot untuk mengambil kesimpulanyang detail dan rinci. Karena, KPU tidak bisa mengakses lokasi tempat keberadaanbarang-barang itu. Itu sudah di Police Line," kata Arief, usai menghadiriApel Siaga Persiapan Penyelenggaraan Pemilu 2019, di Lapangan Banteng, Jakarta,Minggu 14 April 2019. Dengan kondisi seperti itu, menurutnya, maka susahuntuk pihaknya memastikan apakah surat suara itu benar-benar dari KPU. Jugasusah dicari kebenarannya, apakah jumlahnya sesuai dengan yang ada di videoberedar tersebut. "Karena informasi yang disampaikan tim yangberangkat ke sana, ketika ditanya berapa jumlahnya, ya tidak ada yang bisamemastikan. Padahal, itu perkiraan saja. Mestinya, kita harus punya informasiyang jelas. Itu barang produksinya siapa," katanya. Arief mengaku tidak tahu pasti, kenapa tidakdiizinkan. Walau pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polri dan Kepolisian DirajaMalaysia. Padahal, lanjutnya, untuk memastikan persoalan itu, pihaknya harusdiberi akses untuk bisa masuk ke surat suara yang diduga sudah tercoblos itu. "Kalau toh tidak diizinkan, saya berharap prosespemeriksaannya itu bisa cepat. Sehingga, KPU segera bisa mengambil kesimpulanini harus diapakan," katanya. (asp)
