Tiga Program Baru yang Dijanjikan Jokowi - Ma'ruf
Reporter:
Dewi Nurita
Editor:
Rina Widiastuti
Selasa, 16 April 2019 09:39 WIB
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf
Amin mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta,
Sabtu, 13 April 2019. ANTARAPasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko
Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di
Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu, 13 April 2019. ANTARA
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Sebagai calon presiden inkumben, Joko Widodo
atauJokowi <https://www.tempo.co/tag/jokowi>menjanjikan banyak program
lanjutan dari yang sudah dikerjakan sebelumnya. Selain itu, Jokowi yang
kini berpasangan dengan Ma'ruf Amin sebagai calon wakilnya, juga
menawarkan program-program baru. Berikut ini beberapa program baru yang
ditawarkan Jokowi - Ma'ruf:
*Baca:Tak Hanya Kartu Sembako dan KIP, Jokowi Janjikan Kartu Pra Kerja
<https://pilpres.tempo.co/read/1179140/tak-hanya-kartu-sembako-dan-kip-jokowi-janjikan-kartu-pra-kerja/full&view=ok>*
*1. Tiga Kartu Sakti*
Tiga kartu sakti yakni: Kartu Indonesia Pintar (KPI) Kuliah, Kartu Pra
Kerja dan Kartu Sembako Murah, menjadi program unggulan Jokowi dalam
pemilihan presiden 2019 ini.
"Keluarnya masih tahun depan, karena ini program capres, saat ini masih
dianggarkan," kata Jokowi berkali-kali dari debat pertama hingga kelima
dan dalam berbagai orasinya di setiap daerah saat berkampanye.
Kartu pertama yang ditawarkan Jokowi kepada warga yakni KIP Kuliah untuk
mendapatkan beasiswa perguruan tinggi. Setiap lulusan SMA dan SMK
pemegang kartu berhak mendapat beasiswa baik di dalam negeri maupun luar
negeri.
Kemudian Kartu Pra Kerja untuk pelatihan lulusan perguruan yang berniat
mendapatkan pekerjaan. Kartu tersebut akan menjamin fasilitas pelatihan
oleh kementerian, balai latihan kerja, dan lembaga-lembaga swasta. Lewat
kartu ini, akan ada insentif bagi pemegang kartu yang belum mendapatkan
kerja, dengan tujuan memacu semangat untuk mendapat kerja.
Terakhir adalah Kartu Sembako Murah, untuk ibu-ibu rumah tangga. Kartu
tersebut digunakan untuk menjamin rakyat mendapatkan kebutuhan sembako
murah seperti beras, gula, minyak dan telur untuk mencukupi kebutuhan
gizi anak-anak.
*2. Program Pemerintahan Dilan*
Jokowi memperkenalkan program baru ini dalam debat keempat di Hotel
Shangri-La, Jakarta pada Sabtu, 30 Maret 2019.
Jokowi mengatakan, di bidang pemerintahan, dibutuhkan pemerintahan yang
Dilan. Para penonton debat sempat terdiam saat Jokowi mengeluarkan
istilah tersebut. Seperti diketahui, Dilan adalah salah satu tokoh dalam
film remaja fenomena yang diangkat dari Novel Pidi Baiq.
Sadar akan kebingungan penonton, Jokowi melanjutkan pernyataannya.
"Dilan adalah digital melayani," ujar Jokowi.
*Baca juga:Menakar Elektabilitas Jokowi Setelah Konser Putih Bersatu
<https://pilpres.tempo.co/read/1195824/menakar-elektabilitas-jokowi-setelah-konser-putih-bersatu>*
Menurut Jokowi, pemerintahan yang seperti ini dibutuhkan untuk reformasi
pelayanan publik lewat elektronik. Selanjutnya, Jokowi menjanjikan akan
melanjutkan penyederhanaan administrasi kelembagaan, dan peningkatan
kualitas sumber daya manusia (SDM) dan melanjutkan reformasi tata kelola
pemerintahan.
ADVERTISEMENT
*3. Dewi-dewi dan Dedi-dedi*
Ma'ruf Amin memperkenalkan program baru "Dewi dan Dedi" dalam debat
terakhir calon presiden dan wakil presiden terakhir yang digelar di
Hotel Sultan Jakarta, Sabtu malam, 13 April 2019.
Ma'ruf Amin, dalam debat kelima dan sekaligus yang terakhir, menyebut,
“mengarusutamakan kesetaraan gender” menjadi salah satu visi misi utama
jika kelak memenangkan pemilu.
Menurut dia, kesetaraan gender tidak saja dapat diwujudkan di bidang
pemerintahan, tetapi juga ekonomi dan politik. Oleh karena itu salah
satu upaya yang akan dilakukan jika nantinya terpilih pada pemilihan
presiden 2019 yaitu membuat program desa wisata dan desa digital.
*Baca juga:Ma'ruf Amin Tawarkan Program Baru Dewi-dewi dan Dedi-dedi
<https://nasional.tempo.co/read/1195486/maruf-amin-tawarkan-program-baru-dewi-dewi-dan-dedi-dedi>*
"Di desa-desa, kami juga akan menciptakan namanya Dewi-dewi dan
Dedi-dedi. Dewi itu namanya Desa Wisata dan Dedi itu desa digital,"
jelas Ma'ruf Amin saat debat pemilu di Jakarta, Sabtu, 13 Februari 2019.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com