https://www.indopos.co.id/read/2019/04/16/171967/polres-tapsel-ott-politik-uang
Polres Tapsel OTT Politik Uang Redaktur: Juni Armanto 8 jam yang lalu Share Share Tweet [image: Polres Tapsel OTT Politik Uang - Headline] Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Irwa Zaini Adib tengah memberika keterangan pers kepada sejumlah wartawan di Mapolres Tapsel di Padangsidimpuan terkait operasi tangkap tangan yang diduga melibatkan Wakil Bupati Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) Foto: ANTARA FOTO indopos.co.id - Tim Satgas Money Politic Polres Tapanuli Selatan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 14 tim sukses Masdoripa Siregar, Senin (15/4/2019). Masdoripa Calon Legislatif DPRD Kabupaten Paluta dari Partai Gerindra, No. Urut 3 Dapil I (Kec. Padang Bolak dan Kec. Portibi). Petugas mengamankan 205 amplop berisikan uang sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu dan kartu nama atas nama Masdoripa Siregar dan berbagai barang bukti lainnya. Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan AKBP Alexander, SH. MH mengungkapkan, OTT terhadap Tim Sukses Masdoripa Siregar berawal saat Tim Satgas Money Politic Polres Tapanuli Selatan mendapat informasi bagi bagi uang. Keempat orang yang menerima amplop berisi uang tersebut diketahui baru keluar dari rumah Masdoripa dengan mengendarai mobil Toyota Kijang warna kuning dengan nomor polisi BK 1462 YG. Dari pemeriksaan, didapat informasi kalau mereka mendapat amplop dan uang tersebut dari Fajar Harahap di dalam salah satu rumah di Jl. S.M Raja Lingkungan I Partimbakoan Kel. Pasar Gunung Tua Kec. Padang Bolak. Rumah ini merupakan kediaman Masdoripa Siregar. ’’Dalam penyidikan petugas di lapangan terhadap empat orang yang menerima amplop berisi uang tersebut, didapat informasi kalau mereka mendapat uang tersebut dari seseorang bernama Fajar Harahap untuk memenangkan Masdoripa Siregar dalam Pilcaleg 2019 nanti,’’ ujar Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan AKP Alexander S.H MH seperti dikutip Polrestapsel.com. Tak mau kecele dalam tugas, Tim Satgas Money Politik Polres Tapanuli Selatan, langsung mengembangkan ke alamat dimaksud. Dari Kediaman Wakil Bupati Paluta ini, petugas mengamankan sepuluh orang. Mereka mengisi uang ke amplop. Petugas juga mengamankan amplop sebanyak 118 (seratus delapan belas) buah dengan isi dalam amplop uang bervariasi dengan besaran Rp 150 ribu, Rp 200 ribu, hingga Rp 300 ribu. Selain itu, satu buah kartu nama Caleg DPRD Kab. Paluta Partai Gerindra nomor urut 3 Dapil I (Kec. Padang Bolak dan Kec. Portibi) an. Masdoripa Siregar. ’’Kita menetapkan 15 pelaku money politics uang dalam kasus ini,’’ ujar Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan AKP Alexander S.H MH. Guna pengembangan kasus lebih lanjut, sebanyak 14 orang tim sukses Masdoripa Siregar dibawa ke Mapolres Tapanuli Selatan untuk pengembangan kasus Lebih lanjut. Sementara dari dalam rumah Wakil Bupati Paluta tersebut Petugas juga mengamankan, Laptop sebanyak 2 buah. Printer sebanyak 1 buah, stempel berlogo Partai Gerindra sebanyak 1 buah, stempel berlogo Prabowo Sandi sebanyak 1 buah, Kalender Caleg an. MASDORIPA SIREGAR sebanyak 11 buah, Slip transaksi perbankan (penarikan dana) Bank BRI dan Bank Sumut, 1 eksemplar bukti dukungan terhadap Caleg, 1 buah kalkulator, Stok amplop kosong yang telah tersedia, HP sebanyak, Hekter, Pulpen, Kwitansi dan ratusan Foto Copy KTP pendukung. Jaga Masa Tenang Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Saadi mengharapkan peran aktif dari para tokoh publik untuk dapat menjaga masa tenang Pemilihan Umum (pemilu) 2019 sehingga kondusif. "Kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan media masa diharapkan dapat membantu mendinginkan suasana selama masa tenang," kata Zainut kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/4/2019). Dia mengatakan tokoh publik supaya dapat memerankan diri sebagai penjaga moral, rekonsiliator dan perekat bangsa untuk merajut kembali keretakan sosial efek dari pesta demokrasi. MUI, kata dia, mengimbau seluruh masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam agar menjadikan masa tenang sebagai media untuk melakukan introspeksi, berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT agar pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019 berjalan lancar, aman dan damai. Dengan keadaan kondusif, lanjut dia, masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan tenang, senang dan pertimbangan yang jernih dan rasional. "Sehingga akan terpilih putra-putri bangsa yang beriman, bertakwa, jujur, aspiratif dan mampu mengemban tugas negara dengan penuh dedikasi, amanah dan tanggung jawab," kata dia. Zainut juga meminta peserta Pemilu baik itu partai politik, calon legislatif, pasangan calon presiden dan wakil presiden dan seluruh tim sukses pendukungnya agar menaati peraturan pemilu selama masa tenang. "Para peserta pemilu dilarang berkampanye dalam bentuk apapun, menjanjikan atau memberikan imbalan kepada pemilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya, memilih pasangan calon, memilih partai politik peserta pemilu tertentu dan memilih calon anggota legislatif," kata dia. Waketum MUI juga berharap penyelenggara pemilu KPU, Bawaslu dan DKPP untuk bersikap tegas, independen, imparsial, profesional, responsif, transparan dan akuntabel agar dapat terselenggara pemilu yang demokratis, tertib, aman, jujur, adil, berkualitas dan bermartabat. (ant)
