Terusik di Laut China Selatan, Filipina ancam akan ada misi bunuh diri pada 
China
 
 Jumat, 05 April 2019 / 21:17 WIB



KONTAN.CO.ID - Hong Kong. Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam China 
bila meneruskan aksinya di teritori yang diklaim sebagai milik negaranya. 
 



Sebelumnya pemerintah Filipina mengklaim ada sebanyak 275 kapal Tiongkok yang 
telah terlihat dalam beberapa bulan terakhir di sekitar Pulau That Manila di 
rantai Pulau Spratly. "Mari kita berteman, tetapi jangan menyentuh Pulau Pagasa 
dan yang lainnya," kata Duterte, seperti dikutip CNN. 




"Jika Anda (China) pindah ke sana, itu akan menjadi cerita yang berbeda. Saya 
akan memberi tahu prajuritku untuk bersiap dalam misi bunuh diri," tegasnya. 
 



Duterte mengatakan dia tidak memperingatkan, melainkan memberi saran kepada 
pihak-pihak yang ia anggap sebagai teman.  
 



Ketegangan di Laut Cina Selatan meningkat sejak awal 2019 yang merupakan salah 
satu daerah yang paling dipersengketakan di dunia dan merupakan jalur pelayaran 
penting. 
 



Filipina dan China masing-masing mengklaim wilayah di laut yang luas, bersama 
dengan beberapa negara lain termasuk Vietnam, Malaysia dan Brunei.  
 



Kedatangan terakhir dari kapal-kapal China di sekitar Pulau Thitu telah memicu 
respons keras dari Manila. 
 



Departemen Luar Negeri Filipina dalam sebuah pernyataan mengatakan kehadiran 
kapal-kapal tersebut adalah ilegal dan merupakan pelanggaran terhadap 
kedaulatan Filipina.




Sumber : CNN


Editor: Tendi 




Kirim email ke