Perekonomian Indonesia Berpotensi Tumbuh Pesat
http://indonesian.cri.cn/20190417/8d73f2d9-75d9-8e78-9f14-f14267f0ef16.html
2019-04-17 10:24:17
图片默认标题_fororder_印尼经济2
Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan/World Economic
Outlook/edisi barunya merevisi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk
tahun ini dan tahun depan menjadi 5,2 persen. Sebelumnya data yang
dirilis Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS) menyatakan bahwa
tetumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun lalu sebesar 5,17 persen, lebih
tinggi daripada prediksi pasar, juga lebih tinggi daripada laju
pertumbuhan tahun 2017.
图片默认标题_fororder_印尼经济3
Analis berpendapat, membaiknya indikator ekonomi makro berarti
perekonomian Indonesia cukup tangguh di tengah latar belakang
melambannya laju pertumbuhan ekonomi global, dan diperkirakan akan terus
memelihara momentum pertumbuhan yang relatif pesat dalam beberapa tahun
mendatang.
Sebagai informasi, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia
terus memfokuskan pembangunan ekonomi sebagai salah satu tugas utamanya,
dan untuk itu telah melaksanakan serangkaian reformasi, termasuk
mengurangi subsidi BBM guna meringankan beban anggaran fiskal, secara
besar-besaran melakukan pembangunan infrastruktur di seluruh negeri,
menurunkan ongkos logistik dan meningkatkan efisiensi produksi.
Pemerintah di bawah pimpinan Jokowi juga berusaha menyederhanakan
regulasi penanaman modal guna menyerap penanaman modal asing.
图片默认标题_fororder_印尼经济
IMF dalam laporannya mengatakan, indeks harga barang Indonesia terus
anjlok, dan tekanan inflasinya juga menurun. Menurut data statistik
terbaru BPS, pada Maret lalu, tingkat inflasinya adalah sebesar 2,48
persen, yang merupakan taraf terendah dalam sepuluh tahun terakhir.
Sementara itu, tingkat pengangguran sudah menurun hingga 5,34 persen,
yang juga merupakan angka terendah sejak krisis moneter Asia pada 1998.
Dalam beberapa tahun terakhir, konsumsi domestik telah berperan semakin
penting dalam mendukung perkembangan ekonomi Indonesia. Organisasi untuk
Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (OECD) baru-baru ini menyatakan
bahwa ekonomi Indonesia telah memelihara momentum pertumbuhan yang
memuaskan berkat rendahnya tingkat pengangguran dan inflasi serta
pengoperasian efektif program-program yang dilakukan pemerintah untuk
menyejahterakan rakyatnya.
Di bidang perdagangan luar negeri, pada tahun lalu, Indonesia mengimpor
banyak bahan bakar minyak dari luar negeri sehingga memperburuk defisit
perdagangan. Akan tetapi, menurut para analisis, defisit itu termasuk
defisit positif, apa lagi tetap dalam batas terkontrol. Selain itu,
berkat prosedur ekspor yang terus disederhanakan, serta meningkatnya
konektivitas dalam negeri dan devaluasi mata uang Rupiah, pangsa pasar
yang dimiliki Indonesia di pasar ekspor global terus diperkokoh biarpun
mitra-mitra perdagangan tradisionalnya mengalami pertumbuhan ekonomi
yang melamban dan perdagangan internasional penuh ketidakpastian. Tapi
bagaimana pun perekonomian Indonesia tetap menghadapi risiko mengalir
keluarnya modal dari pasar domestik. Untuk mengantisipasi risiko
tersebut, Bank Indonesia akan terpaksa mengambil kebijakan kontraksi
fiskal sehingga akan menekan konsumsi dalam negeri dan membawa dampak
negatif bagi perekonomian Indonesia.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com