Bisa jadi Duterte cuma salah sangka. Disangkanya RRC jujur mau berteman, ternyata musuh yang doyan perang. --------- ”(Xi Jinping) menjawab saya, 'Kami berteman. Kami tidak ingin bertengkar dengan Anda. Kami ingin mempertahankan hubungan hangat saat ini. Tapi jika Anda memaksakan masalah ini, kita akan berperang’,” ujar Duterte menirukan jawaban Jinping, seperti dikutip Russia Today, Sabtu (20/5/2017).---------------------------------
Atau, menyangkaRRC adalah teman yang ksatria dan mengerti hukum. Ternyata pendendam yang mau membalas kekalahannya di jalur hukum dengan perang. --- jonathangoeij@... wrote: Saya kira Duterte salah strategi, naga cuman bisa dilawan sama harimau, kucing ya tidak berdaya.Setelah menang arbritase 2016 eh malah harimau-nya didepak, jadinya kucing harus berhadapan dgn naga sendirian. Ya dimakan, bukan lawan seimbang. --- ajegilelu@... wrote : Ini berita tahun 2017. Kalah dalam gugatan arbitrase bukannya tunduk / menghormati hukum internasional yang disetujui / ditandatanganinya sendiri, RRC malah memaksakan kehendak dan ngancam perang. Masih pula ngaku bukan kapitalis-imperialis. - Duterte: China Ancam Perang di Laut China Selatan Muhaimin Sabtu, 20 Mei 2017 - 07:22 WIB Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengungkap bahwa China mengancam perang di Laut China Selatan. Foto/REUTERS/Erik De Castro DAVAO - China mengancam perang melawan Filipina jika Manila menuntut klaim pulau-pulau sengketa di Laut China Selatan dan melakukan pengeboran minyak di kawasan tersebut. Ancaman China itu diungkap Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Komentar Duterte itu disampaikan dalam pidato di acara “National Convention of the Philippine Coast Guard Auxiliary” di Davao, hari Jumat. Duterte masih ingat percakapannya dengan Presiden China Xi Jinping pada hari Senin perihal sengketa kawasan Laut China Selatan. ”Saya benar-benar berkata, 'Ini milik kami. Saya ingin Anda mendengarkannya sebentar’. Saya berkata, 'Xi Jinping, saya akan bersikeras bahwa itu milik kami dan saya akan mengebor minyak di sana’,” kata Duterte menirukan percakapannya dengan Jinping di depan publik Filipina. Namun, kata Duterte, Pemimpin China itu justru akan perang habis-habisan jika pengeboran minyak nekat dilakukan pihak Manila. ”(Xi Jinping) menjawab saya, 'Kami berteman. Kami tidak ingin bertengkar dengan Anda. Kami ingin mempertahankan hubungan hangat saat ini. Tapi jika Anda memaksakan masalah ini, kita akan berperang’,” ujar Duterte menirukan jawaban Jinping, seperti dikutip Russia Today, Sabtu (20/5/2017). ”Apa lagi yang bisa saya katakan?,” imbuh Duterte. Pemimpin Filipina itu diduga menuntut klaim pulau-pulau sengketa yang dimenangkan Manila dalam pengadilan Arbitrasi Internasional di Den Hag pada Juli 2016. Putusan pengadilan itu ditolak China dengan merasa bahwa Beijing memiliki klaim historis atas kawasan Laut China Selatan. Menurut Duterte jika harus berperang, Filipina tidak gentar. Namun, dia mengakui keunggulan militer China saat ini akan mengubah konflik menjadi pembantaian dan akan menghancurkan segalanya di Laut China Selatan. Kawasan yang kaya sumber energi itu tak hanya diklaim oleh China dan Filipina. Malaysia, Vietnam dan Taiwan juga memiliki klaim yang saling tumpang tindih.(mas)
