Kapolda akan Beri Sanksi Polisi yang Intimidasi Wartawan Tempo
Reporter:
Syailendra Persada
Editor:
Jobpie Sugiharto
Kamis, 18 April 2019 09:52 WIB
0KOMENTAR
<https://metro.tempo.co/read/1196883/kapolda-akan-beri-sanksi-polisi-yang-intimidasi-wartawan-tempo/full&view=ok#comments>
000
#
#
#
#
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono (tengah) meninjau lokasi
Debat Capres 2019 putaran keempat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jum'at,
29 Maret 2019. Tema debat keempat adalah ideologi, pemerintahan,
keamanan, serta hubungan internasional. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
<https://statik.tempo.co/data/2019/03/29/id_830365/830365_720.jpg>
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono (tengah) meninjau lokasi
Debat Capres 2019 putaran keempat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jum'at,
29 Maret 2019. Tema debat keempat adalah ideologi, pemerintahan,
keamanan, serta hubungan internasional. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot
Eddy Pramono bereaksi keras atas intimidasi polisi terhadap
wartawan/Tempo/di Media Center Komisi Pemilihan Umum dini hari tadi.
*Baca*: *Wartawan Tempo* Diintimidasi Polisi di Media Center KPU
<https://metro.tempo.co/read/1196811/wartawan-tempo-diintimidasi-polisi-di-media-center-kpu>
Dia berjanji menindaktegas polisi di bawah Polda Metro Jaya yang
melakukan tindakan tidak sepatutnya tersebut. “Tidak boleh ada main
intimidasi kepada wartawan,” katanya kepada/Tempo/hari ini, Kamis, 18
April 2019.
Tak hanya itu, Jenderal Gatot Eddy Pramono pun langsung menanyakan nama
polisi pelaku intimidasi itu. Informasi tentang identitas pelaku akan
digunakan untuk memulai penyelidikan.
Wartawan/Tempo/Imam Hamdi diintimidasi polisi yang bertugas di Gedung
Komisi Pemilihan Umum (KPU <http://www.tempo.co/tag/kpu>) di Jakarta,
Kamis dini hari, 18 April 2019. Saat hendak menulis berita di Media
Center KPU sekitar pukul 01.30 WIB, Imam diusir dan didorong seorang
polisi yang mengenakan kaos Brimob.
"Anggota Brimob itu mendorong saya dan merampas HP saya," kata Imam.
Bahkan, ujar Imam, polisi tersebut sempat mengancam, "Mau gue /matiin/ lu."
Menurut Imam, peristiwa itu berawal ketika dia masuk ke Media Center KPU
sekitar pukul 01.30 WIB. Imam hendak membuat laporan tentang hasil
konferensi pers yang diliputnya di Hotel Ritz Carlton. Setelah liputan
di Ritz Carlton, Imam mendapat penugasan untuk meliput suasana di gedung
KPU.
Saat memasuki Media Center KPU, sudah ada empat anggota Brimob yang
hendak tidur maupun sudah tidur. Lalu seorang polisi menghampiri dan
menanyakan identitas Imam. Imam pun menjelaskan bahwa dia adalah
wartawan. Tak lama kemudian, polisi tersebut meminta Imam keluar karena
mereka mau istirahat di Media Center KPU. Namun, Imam mengatakan bahwa
dia bisa menggunakan Media Center itu karena peruntukkannya sebagai
balai wartawan.
Polisi tersebut berkeras agar Imam keluar dari Media Center. Sedangkan
Imam mengatakan bahwa dia tidak akan mengganggu polisi yang tidur karena
dia ada di Media Center hanya untuk menulis. Mendengar penjelasan Imam,
polisi tersebut tetap berkukuh untuk meminta Imam keluar.
Karena Imam tetap bertahan di Media Center, anggota Brimob tersebut
mulai mendorong Imam dan merampas HPnya. "Mau lu rekam? Kampret lu,"
kata anggota Brimob tersebut seperti ditirukan Imam.
ADVERTISEMENT
"Mereka terus mengancam bahwa mereka bawa senjata. HP saya minta, dan
saya terus disuruh keluar Akhirnya saya keluar karena dipaksa sama
mereka," kata Imam.
*Baca juga: Alasan 2.249 TPS Tak Bisa Lakukan Pemungutan Suara di Pemilu
2019
<https://pemilu.tempo.co/read/1196809/alasan-2-249-tps-tak-bisa-lakukan-pemungutan-suara-di-pemilu-2019>*
Menurut satuan pengamanan dalam gedung KPU Adi Purnomo, sebenarnya
anggota Brimob memiliki tempat tersendiri untuk beristirahat. "Nanti
saya koordinasikan dengan atasan saya agar ke depannya enggak terjadi
lagi kejadian seperti ini," kata dia.
*JOBPIE S | SETRI SY | SYAILENDRA P*
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com