Pileg 2019 di Sampang Diwarnai Penembakan dan Pencurian Kotak Suara

Pileg 2019 di Sampang Diwarnai Penembakan dan Pencurian Kotak Suara
PENGAMANAN PEMILU SERENTAK 2019 - Prajurit TNI Jajaran Korem 011 Lila Wangsa, Kodam Iskandar Muda (IM) mengikuti apel gelar pasukan Penanggulangan Huru Hara (PHH) pengamanan Pemilu di lapangan Jenderal Sudirman, Lhokseumawe, Aceh, 28 Januari 2019. Kodam IM akan mengerahkan 6.600 prajurit TNI PHH dari semua satuan guna membantu Polri dalam mengamankan Pemilu 2019 di Aceh. ( Foto: Antara / Rahmad )

Dua kelompok massa di Sampang terlibat bentrok, hingga terjadi penembakan.

Kedua pria tersebut sengaja membawa kabur kotak suara karena khawatir caleg jagoannya kalah.

Aries Sudiono / FMBKamis, 18 April 2019 | 09:54 WIB

*Sampang, Beritasatu.com*- Tim gabungan Polda Jatim menangkap lima orang pelaku kerusuhan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 7 Dusun Tapaan Tengah, Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jatim, Rabu (17/4/2019). Polisi juga mengamankan barang bukti dua pucuk senjata api rakitan dan sejumlah senjata tajam. Kini, para pelaku dan barang bukti sudah dibawa ke Mapolres Sampang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Alhamdulillah, untuk Sumenep, Bangkalan dan Pamekasan sudah kembali kondusif. Hanya Sampang yang sempat ada keributan. Ada penembakan, tetapi para pelaku sudah kami amankan. Ada lima orang,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol DR Luki Hermawan menjawab pertanyaan wartawan sekembalinya dari peninjauan lapangan di Sampang, semalam.

Kapolda lebih lanjut mengatakan, keributan terjadi akibat perebutan mandat saksi untuk salah seorang anggota caleg. Akibat keributan ini, dua kelompok massa terlibat bentrok, hingga terjadi penembakan. “Mereka berebut mandat saksi untuk caleg yang sama, tetapi alhamdulillah, berkat kepedulian warga, semua pelaku berhasil kami amankan,” katanya.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera yang mendampingi Kapolda menambahkan, bentrokan terjadi di TPS 7 Tapaan Tengah, Desa Tapaan, Kecamatan Banyuataes, Kabupaten Sampang, Madura terjadi pukul 09.45 WIB. Insiden perampasan mandat saksi pemungutan suara atas calon anggota legislatif (caleg) daerah pemilihan (dapil) IV DPRD Kabupaten Sambang asal Partai Hanura, atas nama Mohammad Farfar yang diketuai Widjan, oknum Kepala Desa Ketapang Daya, terjadi dengan massa yang dipimpin Muara, warga Desa Banyuates.

Kelompok Widjan membawa senjata tajam, sedang kelompok Muara dan kawan-kawan membawa senjata tajam dan senjata api rakitan. Akibat bentrok tersebut, seorang warga bernama Mansur dari kelompok Widjan mengalami luka tembak. Korban menderita luka tembak bagian tangan sebelah kiri serta segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Barang bukti berupa enam selongsong dan empat proyektil peluru diamankan polisi. “Mulanya kelompok Muara dkk kabur, tetapi berhasil kita amankan,” ujar Frans Barung Mangera sambil menambahkan, situasi berhasil dikondisikan kembali kondusif setelah tim gabungan pengamanan dari Polres Sampang, Polsek Banyuates, BKO Polda Jatim, dan Kodim 0828 Sampang tiba di tempat kejadian perkara (TKP).

*Kotak Suara
*Sementara itu terjadi aksi pencurian kotak suara saat proses pemungutan suara tengah berlangsung di Desa Robatal, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Rabu siang. Saat itu, dua pemuda tiba-tiba mengambil kotak suara di tempat pemungutan suara (TPS) dan membawanya kabur menggunakan mobil. Keributan pun terjadi. Kedua pria tersebut sengaja membawa kabur kotak suara karena khawatir caleg jagoannya kalah.

“Kotak suara dibawa kabur menggunakan mobil. Sempat terjadi kejar-kejaran dengan petugas. Bahkan, anggota mau ditabrak. Beruntung anggota Polsek Robatal memakai truk Dalmas berhasil menghentikannya. Drama pengadangan itu berlangsung dramatis karena pelaku bertindak nekat dan petugas akan ditabrak namun berhasil dikecoh hingga mobil kedua pemuda itu menabrak trotoar,” ujar Kapolda sambil menambahkan proses pemungutan suara tetap berlanjut kendati terjadi peristiwa konyol tersebut.

Kedua pemuda itu kini masih dalam proses pemeriksaan guna mendalami tindakan konyolnya. “Mengakunya mereka khawatir jago calegnya kalah, mereka mau menghitung sendiri,” tandas Kapolda Jatim keheranan.



Sumber: Suara Pembaruan


---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke