http://www.balipost.com/news/2019/04/20/73459/Ini,Sejumlah-Negara-yang-Sukses...html
Ini, Sejumlah Negara yang Sukses Sulap
Puntung Rokok Jadi Produk
Bermanfaat
Sabtu, 20 April 2019 | 20:14:30
Berbagi di Facebook
<https://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fwww.balipost.com%2Fnews%2F2019%2F04%2F20%2F73459%2FIni%2CSejumlah-Negara-yang-Sukses...html>
Tweet di Twitter
<https://twitter.com/intent/tweet?text=Ini%2C+Sejumlah+Negara+yang+Sukses+Sulap+Puntung+Rokok+Jadi+Produk+Bermanfaat&url=http%3A%2F%2Fwww.balipost.com%2Fnews%2F2019%2F04%2F20%2F73459%2FIni%2CSejumlah-Negara-yang-Sukses...html&via=balipostcom>
*
*
Limbah puntung rokok yang telah di proses di pabrik MeGo di Bourg-Blanc,
Prancis. Perusahaan ini mengolah limbah puntung rokok menjadi barang
praktis sehari-hari seperti bangku jalanan. (BP/AFP)
DENPASAR, BALIPOST.com – Tidak hanya berbahaya bagi kesehatan,
merokok juga menimbulkan dampak lain, yakni penumpukan sampah. Belum
lagi konsumennya juga terus meningkat.
Berdasarkan data, tercatat ada kenaikan 8 persen konsumsi rokok dalam
kurun waktu 2000-2014. Data lain menyebutkan bahwa 4,5 triliun batang
rokok dikonsumsi setiap tahunnya.
Solusi dari permasalahan ini adalah berhenti merokok atau beralih ke
produk tembakau alternatif. Tapi, solusi itu tidak mudah dijalankan.
Data memperlihatkan produk tembakau alternatif masih kecil persentase
penggunanya dibandingkan mereka yang mengonsumsi rokok konvensional.
Terlebih, di beberapa negara, rokok merupakan komoditas utama.
Untuk itu, banyak negara yang berupaya mendaur ulang puntung rokok
menjadi produk yang bermanfaat. Berikut beberapa negara yang sukses
melakukannya, dikutip dari berbagai sumber :
*1. Amerika Serikat*
Perusahaan di Amerika Serikat, TerraCyble mencoba mendaur ulang puntung
rokok menjadi plastik dikutip dari Science Alert. Perusahaan yang
dilaunching awal tahun 2000an ini setidaknya sudah mendaur ulang 7.000
puntung rokok dari berbagai negara termasuk Amerika, Inggris, dan Australia.
Selain dijadikan plastik seperti asbak, produk daur ulang lainnya adalah
bantalan kereta api dan rak plastik untuk pengepakan barang. Prosesnya
memang sangat simpel dengan diawali oleh proses sterilisasi.
Kemudian dicampur dengan bahan kimia lain untuk dijadikan plastik. Jika
kualitasnya rendah, akan digunakan sebagai bantalan kereta.
Yang menjadi permasalahan adalah soal biaya produksi yang tidak
sebanding dengan harga penjualannya. Selain itu, untuk menghasilkan satu
kilogram plastik diperlukan 2.000 puntung rokok.
Meskipun ada rintangan dalam soal budget, perusahaan ini tetap berjalan
karena sokongan dari perusahaan rokok. Selain itu, TerraCyble juga
mencoba meneliti produk inovasi lain dari puntung rokok.
*2. Filipina*
Kampanye yang dilakukan Subic Bay Metropolitan Authority (SBMA) untuk
membeli puntung rokok bekas pakai bukan hanya menjadi perhatian warga
lokal Filipina, tapi juga mendunia.
Kampanye ini jadi viral sejak diunggah di Facebook 5 April 2018. Pusat
Ekologi Metropolitan Otonomi Teluk Subic atau SMBA yang merupakan badan
milik pemerintah Filipina punya ide inovatif ini untuk memanfaatkan
puntung rokok menjadi produk bernilai tinggi.
Puntung rokok yang biasanya dibuang itu akan dibeli 300 Peso Filipina
per kilo atau sekitar Rp 80 ribu. Melansir dari laman rappler.com,
kampanye yang dilakukan pemerintah kota setempat ini bukan hanya menjadi
perhatian nasional tapi juga internasional.
Baca juga: Siswa SMPN 2 Tembuku Olah Sampah Jadi Produk Kerajinan
<http://www.balipost.com/news/2018/03/24/40956/Siswa-SMPN-2-TembukuOlah-Sampah...html>
*3. Australia*
Tim peneliti RMIT University, Australia, meneliti filter putung rokok
sebagai bahan campuran material pelapis permukaan jalan. Menurut mereka,
bahan campuran dari puntung membantu mengurangi suhu udara panas di
perkotaan.
Tak hanya itu, mereka juga meneliti kegunaan puntung rokok untuk bahan
campuran batu bata. Dr Abbas Mohajerani dan timnya menemukan bahwa
penambahan puntung rokok ke dalam campuran tanah liat dapat mengurangi
energi yang diperlukan untuk memanggang batu bata, dan juga meningkatkan
sifat insulasi mereka.
*4. Brazil*
Di Brazil, puntung rokok didaur ulang menjadi kertas. Daur ulang ini
dilakukan oleh sebuah pabrik di Votorantim, Sao Paulo, Brazil.
Mereka berhasil mendaur ulang filter rokok menjadi kertas dengan
beberapa tahapan. Mulai dari pemilihan bahan, penyaringan hingga
pembentukan kertas.
*5. Cina*
Di Cina, para ilmuwan menemukan bahwa bahan kimia yang diambil dari
filter puntung rokok bisa melindungi pipa-pipa baja agar tidak berkarat.
Ilmuwan di Cina mengatakan mereka telah mengidentifikasi sembilan bahan
kimia saat mereka membenamkan puntung rokok dalam air. Mereka menerapkan
ekstrak tersebut ke N80, sejenis baja yang digunakan dalam pipa minyak.
Hasilnya, senyawa tersebut mampu melindungi baja dari karat.
*6. Prancis*
Sebuah perusahaan di Prancis, MeGO!, mengubah puntung rokok menjadi
barang praktis sehari-hari seperti bangku jalanan. Hingga Juni 2018,
perusahaan ini telah mendaur ulang 4 ton rokok yang sudah digunakan atau
setara dengan 9,5 juta puntung rokok.
Itulah sejumlah negara yang sukses melakukan daur ulang puntung rokok
dan menjadi produk yang memiliki nilai jual. Kita pun bisa melakukannya.
Di Indonesia, banyak seniman yang menyulap sampah dan puntung rokok
menjadi karya seni, seperti seniman Bank Sampah Nusantara (BSN), Yusuf.
Dia membuat berbagai lukisan dengan bahan limbah koran dan sisa tembakau
dari puntung rokok.
Perlu upaya yang lebih masif lagi untuk menjadikan puntung rokok sebagai
komoditi yang punya nilai jual tinggi. Sehingga, perokok tak sembarangan
lagi membuang puntung rokok dan menjadi ancaman bagi lingkungan.
(kmb/balipost)