----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Marco 45665 [email protected] 
[sastra-pembebasan] <[email protected]>Kepada: Ronggo Gmail 
ronggo. <[email protected]>; Chalik Hamid 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>Terkirim: Sabtu, 20 April 2019 23.51.51 
GMT+2Judul: #sastra-pembebasan# Re: [nasional-list] Ketua KPPS di Sulsel 
Dianiaya Caleg Kalah
     

CERMIN BUDAYA KEHIDUPAN POLITIK  DI NEGARA yang disebut NEGARA JIRAN 
,DEMOKRATIS DAN BERBUDAYA.....MANUSIA2 GILA KEKUASAAN yang Main Gila dengan 
POLITIK  .....dan Gila2an Main Uang (Money Politic)  untuk bisa masuk ke dalam 
Roda Gila Meja Perjudian Politik ..... Tapi Begitu Kalah main ..... akhirnya 
bener2 jadi GILA ..............jangan Heran KALAU kebetulan Banyak Orang Gila 
(Kekuasaan) bisa memenuhi dan menguasai Dewan Legislative (Terhormat) disegala 
Tingkat ......
Aduh Mamak ...... memang benar kata para  bahwa DEMOKRASI itu hanya untuk 
Orang2 yang Berpikir ...dan bukan untuk Tukang main Judi (  alias Judi Politik 
Uang ).....dan Tidak juga untuk Para Pemabuk Kekuasan (atau Diktator dan Tiran 
) dan The dreamers  ..... 
 
|  | Bez virů. www.avast.com  |


On Sat, 20 Apr 2019 at 09:25, Sunny ambon [email protected] [nasional-list] 
<[email protected]> wrote:

     

Kalau caleg sudah keluarkan uang sekian ratusan juta, ternyata kalah, maka 
tentu sekali stress, jadi untuk melepaskan stress dipakai kekuatan tangan.

https://kumparan..com/@kumparannews/ketua-kpps-di-sulsel-dianiaya-caleg-kalah-1qvFsdKbmoq
 
20 April 2019 5:22 WIB25
Ketua KPPS di Sulsel Dianiaya Caleg Kalah


Seorang Ketua KPPS bernama Baharuddin Effendi dianiaya oknum caleg di Kecamatan 
Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Caleg tersebut diduga tak terima 
karena saat penghitungan ada suaranya yang tidak sah. 

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan korban saat itu 
diminta datang ke Kelurahan Empoang. Sesampainya di lokasi, korban ditarik 
sejumlah orang ke salah satu ruangan. 

“Ada salah seorang laki-laki yang tidak dikenal menghampiri korban dan mengajak 
masuk ke kantor lurah. Setelah masuk di dalam kantor lurah, korban langsung 
dianiaya oleh beberapa masyarakat,” kata Dicky lewat keterangan tertulisnya, 
Sabtu (20/4).

Merasa terancam, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke ruangan 
lainnya. Sedangkan pelaku yang menganiaya korban melarikan diri menggunakan 
mobil.

“Akibat penganiayaan korban mengalami luka memar pada bagian mata, muka, dan 
kepala,” ujar Dicky.

Berdasarkan keterangan korban, pelaku yang diduga menganiaya adalah seorang 
caleg. Pelaku diduga tak terima ada perbaikan data saat pemungutan suara. Saat 
itu suara caleg tersebut ada yang tidak sah.. 

“Setelah melakukan penganiayaan pelaku naik mobil diduga milik kepala desa 
Tanjonga, yang mana istri kepala desa, Raja Muda masuk caleg dari Partai 
Gerindra inisial R,” ujar Dicky.

Hingga saat ini, oknum caleg yang menganiaya korban masih dalam pengejaran 
kepolisian.. Sedangkan korban dirawat di rumah sakit.


   

 
|  | Bez virů. www.avast.com  |

    

Kirim email ke