Menyenangkan rasanya melihat khalayak bergotongroyong mengungkap kecurangan di mana-mana. Sampai-sampai semua televisi dan media mainstream terpaksa menghentikan penayangan penghitungan cepat lembaga-lembaga survei saking hasilnya bertolak belakang dengan temuan Rakyat di lapangan. Tidak bisa dibantah, gotongroyong people power inilah Suara Rakyat sesungguhnya. Konyolnya, upaya pembungkaman pun semakin kasar. Banyak situs dan akun pribadi dihack. Tidak terkecuali jurdil2019.org yang mulai Sabtu kemarin tidak bisa diakses dari beberapa provider - yang palsu tetap bebas merajalela. Belum lagi munculnya ancaman penguasa untuk menghadapi Rakyat dengan kekuatan TNI. Yah kita lihat saja, sejauh mana ketololan ini mau dipamerkan. Yang pasti, bukannya menunjukkan bukti kejujuran yang mereka punya, mereka malah merusak kepercayaan Rakyat dengan pamer otot kekuasaan. Beginilah bahayanya ketika orang-orang bermental ndoro yang tidak mengerti demokrasi, gila gelar / pangkat / jabatan, memegang kekuasaan. Rakyat Indonesia masih ada. Tinggal dicari orang yang tepat untuk memimpinnya, menjadi penyambung lidahnya, dan menggerakkan kekuatan positifnya.
--- lusi_d@... wrote: Ada website yg interesant untuk diunggah oleh alumni ITB dan beberapauniversitas di Indonesia lainnya untuk bisa mengikuti situasi aktual dananalisis pemilu sbb.:www.jurdil2019.org.Awas jangan keliru dng situs palsu lain ya mirip tapi dari net. (bukanorg.). Am Sat, 20 Apr 2019 21:02:57 +0000 (UTC)schrieb ajeg : > Sudah kepepet people power yang bertubi-tubi menyiarkan bukti-bukti> > kecurangan. Kepepet lalu mengajak lawannya berunding. Hehe, kok jadi> > teringat taktik busuk kolonialis-imperialis, setiap kepepet langsung> minta > berunding. > --- jetaimemucho1@... wrote: > Lho emangnya Jokowi> kalah?? > Soalnya saya sih tidak perduli siapa yang menang, jadi tidak> > memperhatikannya > On Saturday, April 20, 2019, 8:20:04 PM GMT+2, Lusi D. > wrote: > Halo. Setelah Jokowi kalah kok tidak ada lagi e-mail masuk.> Apa > disini juga begitu? SalamLusi.->
