Satu Sabuk Satu Jalan Diprakasai Tiongkok dan Dimiliki Dunia
http://indonesian.cri.cn/20190422/9396b2f7-10df-427b-5d4d-1b8088f6cbea.html
2019-04-22 13:10:15
Pada tahun 2013, pemimpin tertinggi Tiongkok, Xi Jinping mengemukakan
inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan. Selama 6 tahun ini, Satu Sabuk Satu
Jalan berubah dari visi menjadi kenyataan, 126 negara dan 29 organisasi
internasional menandatangani dokumen kerja sama Satu Sabuk Satu Jalan
dengan Tiongkok, dan lingkaran persahabatan Tiongkok mencakup Asia,
Afrika, Eropa, Oseania dan Amerika-Latin.
Pada 2100 tahun yang lalu, Zhang Qian, seorang utusan Dinasti Han
Tiongkok dengan mengemban misi perdamaian dan persahabatan, diutus dua
kali ke Asia Tengah. Ia membuka gerbang persahabatan dan pertukaran
Tiongkok dengan berbagai negara Asia Tengah, serta membuka sebuah jalur
sutera yang membentang dari timur ke barat dan menyambungkan Eropa dan Asia..
Pada bulan September 2013, Xi Jinping untuk pertama kalinya mengemukakan
konsepsi Sabuk Ekonomi Jalan Sutera di Kazakhstan.
Pada bulan Oktober 2013, Xi Jinping mengemukakan konsepsi Jalur Sutera
Maritim Abad ke-21 di Indonesia. Ia menyatakan, daerah Asia Tenggara
sejak zaman dahulu merupakan terminal penting Jalur Sutera Maritim,
Tiongkok bersedia bersama dengan negara-negara ASEAN meningkatkan kerja
sama di laut dan membangun bersama Jalur Sutera Maritim abad ke-21.
Selain berasal dari inspirasi sejarah, konsepsi Sabuk dan Jalan juga
berasal dari pemikiran realistis. Sabuk dan Jalan merupakan inisiatif
kerja sama ekonomi internasional yang dikemukakan Xi Jinping, intinya
ialah dengan pembangunan infrastruktur sebagai induknya meningkatkan
konektivitas serba arah, menggali tenaga pendorong baru pertumbuhan
ekonomi dunia, dan membentuk platform baru bagi kerja sama ekonomi
internasional.
Semangat Jalan Sutera ialah, perdamaian dan kerja sama, keterbukaan dan
keinklusifan, saling belajar dan saling menguntungkan.
Prinsip berkonsultasi bersama, membangun bersama dan memanfaatkan
bersama ialah berkonsultasi bersama dengan mengumpulkan pengalaman
bersama semua pihak, mengembangkan keunggulan masing-masing, agar hasil
pembangunan dapat menyejahterakan rakyat.
Xi Jinping pernah menyatakan, Sabuk dan Jalan bukanlah panggung sebuah
negara melainkan partisipasi bersama berbagai pihak; bukan mencari
lingkungan yang berpengaruh melainkan pembangunan bersama berbagai
negara; bukan membangun taman belakang sendiri melainkan taman bunga
yang dimiliki semua negara. Inisiatif Sabuk dan Jalan merupakan impian
bersama rakyat berbagai negara, dan konsep Tiongkok yang disediakan
Tiongkok kepada dunia ialah untuk merealisasi kemakmuran dan pembangunan
bersama.
Beberapa hari lagi, Forum Puncak Kerja Sama Internasional Satu Sabuk
Satu Jalan ke-2 akan digelar di Beijing dengan dihadiri para kepala
negara dan pemimpin pemerintah 37 negara. Kerja sama Sabuk dan Jalan pun
akan memasuki tahap yang baru.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com