*Apakah uang ini haram ataukah halal dan untuk menjamin kemenangan
Jokowi-Amin ataukah Prabowo-Sandiaga? Biasanya yang main curang menanang
kompetisi. Siapa diantara dua pihak ini yang main curang? Agaknya kebiasaan
main curang tak mungkin dihilangkan pada kekuasaan elit neo-Mojopahit, jadi
rakyat harus menerimo ini sebagai takdir. Agaknya juga bisa sogok untuk
yang mau masuk surga. hehehehe*

https://nasional.tempo.co/amp/1197734/bowo-sidik-mengaku-mendapatkan-rp-2-m-dari-menteri-enggartiasto?utm_source=Digital%20Marketing&utm_medium=Web%20Notif&utm_campaign=Nasional_Rhm&utm_content=&utm_term=


*Bowo Sidik Mengaku Mendapatkan Rp 2 M dari Menteri Enggartiasto*

SENIN, 22 APRIL 2019 07:37 WIB

Tersangka kasus suap terkait kerja sama pelayaran antara PT Pupuk Indonesia
Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia, Bowo Sidik Pangarso menggunakan
hak pilihnya di TPS 12 Cabang Guntur, Rutan KPK, Jakarta, Rabu, 17 April
2019. TEMPO/Imam Sukamto

*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Anggota DPR Bowo Sidik
<https://www.tempo.co/tag/bowo-sidik> Pangarso mengaku mendapatkan uang
dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sebanyak Rp 2 miliar dalam
pecahan dolar Singapura.  Sumber *Tempo*, Jum’at, 19/04, mengatakan Bowo
mengungkapkan hal itu saat diperiksa penyidik komisi antikorupsi pada
Selasa, 9 April 2019.

*Baca juga*: 'Nyanyian' Bowo Sidik. KPK: Perlu Diverifikasi dengan Bukti
<https://nasional.tempo.co/read/1194460/nyanyian-bowo-sidik-kpk-perlu-diverifikasi-dengan-bukti>

Dalam pemeriksaan tersebut Bowo menceritakan bahwa uang tersebut kemudian
menjadi bagian dari duit Rp 8 miliar yang dimasukan Bowo ke dalam 400 ribu
amplop untuk serangan fajar. Pemeriksaan 9 April tersebut merupakan kali
pertama Bowo diperiksa sebagai tersangka kasus suap kerja sama pengangkutan
pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia




Bowo disangka menerima total Rp 1,2 miliar dari Manager Marketing PT HTK
Asty Winasti untuk membantu perusahaan kapal itu memperoleh kontrak
pengangkutan pupuk. Namun KPK menduga Bowo tak cuma menerima uang dari satu
sumber karena lembaga anti-rasuah itu mendapatkan bukti telah terjadi
penerimaan lain terkait jabatan BSP, selaku anggota DPR.

Berbekal bukti itu tim penindakan KPK pada 28 Maret 2019 bergerak ke kantor
PT Inersia Tampak Engineer di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. Di sana,
KPK menyita 400 ribu amplop berisi pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu dengan
jumlah Rp 8 miliar. KPK menengarai Bowo akan membagikan uang itu saat hari
pencoblosan untuk serangan fajar. Bowo adalah calon legislatif inkumben
dari daerah pemilihan Jawa Tengah II.

*Simak kembali: **Tangkapan KPK Didominasi oleh Mereka yang Dipilih Rakyat
<https://bit.ly/2zamMga>*

Kepada penyidik saat diperiksa, Bowo uang Rp 2 Miliar itu diterima dari
Enggartiasto agar dia mengamankan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor
16/M-DAG/PER/3/2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi Melalui Pasar
Lelang Komoditas, yang akan berlaku akhir Juni 2017. Saat itu Bowo
merupakan pimpinan Komisi VI DPR yang salah satunya bermitra dengan
Kementerian Perdagangan dan Badan Usaha Milik Negara.

Enggar diduga meminta Bowo mengamankan Permendag itu karena adanya
penolakan dari sebagian besar anggota dewan dalam rapat dengar pendapat
yang berlangsung awal Juni 2017. Dewan beranggapan gula rafinasi yang masuk
pengawasan pemerintah tak seharusnya dilelang secara bebas dalam kendali
perusahaan swasta.

Kepada penyidik, Bowo mengatakan pada masa istirahat RDP, Enggar
menghampirinya lalu mengatakan bahwa nanti akan ada yang menghubunginya.

Beberapa pekan kemudian, orang kepercayaan Enggar menghubungi Bowo mengajak
bertemu di Hotel Mulia, Jakarta Selatan pada pertengahan Juni 2017. Saat
itulah, Bowo menerima uang Rp 2 miliar dalam pecahan dolar Singapura.

Menurut pengacara Bowo, Saut Edward Rajagukguk, kliennya kemudian menyimpan
uang itu dalam tabungan untuk persiapan dana Pemilu 2019. “Si menteri tidak
mengetahui uang ini kemudian ditaruh ke dalam amplop,” kata dia.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengaku belum mengetahui pengakuan Bowo
tersebut. “Saya cek dulu,” katanya. Sementara juru bicara KPK, Febri
Diansyah mengatakan lembaganya telah memiliki bukti sumber lain penerimaan
Bowo, meski enggan merinci hal tersebut. “Masih didalami penyidik,” kata
dia.

Menteri Enggartiasto Lukita menerima tim Majalah *Tempo* selama satu
setengah jam di ruangannya di Kemendag pada Kamis, 18 April 2019. Dia
mengungkapkan banyak hal, namun meminta seluruh penjelasannya tidak dikutip..

*LINDA TRIANITA | ANTON APRIANTONO | REZKI ALVIONITASARI*

Kirim email ke