https://travel.tempo.co/read/1198164/kabupaten-gianyar-raih-predikat-kota-kerajinan-dunia/full&view=ok
Kabupaten Gianyar Raih Predikat Kota Kerajinan
Dunia
Reporter:
Antara
Editor:
Yos Rizal
Senin, 22 April 2019 18:54 WIB
Pekerja melukis cangkang telur di sanggar Wayan Sadra di Sukawati,
Gianyar, Bali (14/4). Penjualan telur dengan aneka lukisan bergaya Bali
dan sekitarnya ini biasanya mengalami peningkatan penjualan jelang
perayaan Paskah. Putu Sayoga/Getty Images
<https://statik.tempo.co/data/2014/04/15/id_281067/281067_620.jpg>
Pekerja melukis cangkang telur di sanggar Wayan Sadra di Sukawati,
Gianyar, Bali (14/4). Penjualan telur dengan aneka lukisan bergaya Bali
dan sekitarnya ini biasanya mengalami peningkatan penjualan jelang
perayaan Paskah. Putu Sayoga/Getty Images
*TEMPO.CO*, *Jakarta* -World Craft Council menetapkan Kabupaten Gianyar
<https://www.tempo.co/tag/kabupaten-gianyar>, Bali, sebagai kota
kerajinan dunia pertama di Indonesia. Gianyar dinilai memiliki industri
kerajinan terpanjang di dunia mulai dari Desa Batubulan, Desa Celuk,
Pasar Sukawati, Desa Mas, Desa Teges, Peliatan hingga Desa Tegallalang.
Baca: Karena Alasan Ini, Gianyar Diusulkan Jadi Kota Kerajinan Dunia
<https://bisnis.tempo.co/read/1131605/karena-alasan-ini-gianyar-diusulkan-jadi-kota-kerajinan-dunia>
“Bukan itu saja, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia telah
memberikan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual Indikasi Geografis untuk
kerajinan Perak Celuk," kata Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf Kalla di
Gianyar, Senin. "Ini harus dipertahankan.”
Predikat dan penghargaan sebagai kota kerajinan dunia untuk Kabupaten
Gianyar diberikan langsung oleh President World Craft Council (WCC) Asia
Facific Region, Ghada Hiijawi Quddumi dan Ketua Umum Dekranas Mufidah
Jusuf Kalla kepada Wakil Bupati Gianyar A.A Gde Mayun didampingi Ketua
Dekranasda Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra.
Penyerahan penghargaan dunia itu dilakukan di Bali Agung Theatre Show-
Bali Safari & Marine Park, Senin. “Kami melihat begitu banyak kerajinan
rakyat di kabupaten Gianyar,” ujar Mufidah.
Dekranas kemudian mengusulkan pembentukan Dekranasda Gianyar dan
mengajukan ke World Craft Council agar Gianyar bisa mendapatkan predikat
sebagai kota kerajinan dunia. “Proposal itu alhamdulillah diterima oleh
World Craft Council. Langsung dibentuk sebuah tim penilai dipimpin
langsung oleh sahabat saya Madam Ghada Hiijawi Quddumi dari Kuwait dan
meninjau langsung ke Gianyar. Mereka melihat langsung berbagai kerajinan
masyarakat kabupaten Bangli,” tutur Mufidah yang mengenakan kebaya warna
hijau.
“Hari ini merupakan penyerahan penghargaan sekaligus predikat Gianyar
sebagai kota kerajinan dunia. Kami mengucapkan selamat dan mohon
penghargaan ini dipertahankan dan dijadikan modal untuk meningkatkan
kerajinan masyarakat Gianyar sehingga meningkatkan kesejahteraan dan
ekonomi mereka,” ia menambahkan.
World Craft Council (WCC) pertama kali memberikan predikat kota
kerajinan dunia pada 2012. Yogyakarta pernah menerima penghargaan dari
WCC tapi lebih spesifik kepada kerajinan Batik. Sementara Kabupaten
Gianyar menerima predikat dan penghargaan kota kerajinan dunia meliputi
semua kerajinan muilai dari produk kerajinan perak, tenun, batik, ukiran
kayu, anyaman bambu hingga aksesoris peragaan busana.
Artikel lain:Di Tegalalang Gianyar, Parade Ogoh-ogoh Digelar Agak
Berbeda
<https://travel.tempo.co/read/1070300/di-tegalalang-gianyar-parade-ogoh-ogoh-digelar-agak-berbeda>
Setelah acara penyerahan selesai, Istri Wakil Presiden melihat berbagai
hasil kerajinan masyarakat Gianyar yang dipamerkan di Bali Safari
Marine. Bukan hanya melihat, Mufidah juga memborong berbagai produk
kerajinan Gianyar.