Home Nasional Berita Politik

Luhut soal Orang Dalam Prabowo: Tak Elok Kalau Bohongi Atasan
CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 20:36 WIBBagikan :    Menko Bidang 
Kemaritiman Luhut Pandjaitan. (Foto: CNN Indonesia/Harvey Darian)Jakarta, CNN 
Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan kembali 
meminta kepada orang dalam lingkaran Prabowo Subianto untuk tidak 
memanas-manasi dan memberikan informasi yang tidak benar kepada calon presiden 
nomor urut 02 itu.

Hal itu disampaikan Luhut pada Selasa (23/4), dalam sebuah tulisan di akun 
Facebooknya yang terverifikasi.  Luhut ingin Prabowo mendapatkan informasi yang 
berimbang sehingga bisa membuat keputusan dengan input data yang benar. 

"Tidak elok kalau kita membohongi atasan dengan informasi yang salah," kata 
Luhut.


"Jika atasan kemudian membuat keputusan yang salah, hal ini akan menjadi 
catatan yang tidak baik dalam perjalanan hidupnya. Apalagi dengan adanya 
digital track sekarang, sampai kapan pun catatan itu tidak akan bisa terhapus," 
ujarnya menambahkan.

Dalam tulisan itu Luhut juga kembali menjelaskan soal rencana pertemuan dengan 
Prabowo yang gagal terwujud. 


| 
Lihat juga:
 Jokowi Titip Pesan Khusus Saat Utus Luhut Bertemu Prabowo |


Sebelumnya, capres nomor urut 01 Joko Widodo dikabarkan mengutus seseorang 
untuk menemui Prabowo. Namun dalam statusnya Luhut menyatakan rencana pertemuan 
dengan Prabowo tak ada kaitannya dengan utus mengutus dari Presiden Jokowi.

Dia bercerita rencana pertemuan itu diawali dengan pembicaraan di telepon 
dengan Prabowo. Mereka lantas sepakat makan siang bersama pada Minggu (21/4) 
lalu. Tempatnya di sebuah restoran tempat mereka biasa makan bersama.

Tempat tersebut kemudian dibatalkan dengan alasan demi kenyamanan menghindari 
sorotan media. Keduanya lantas sepakat makan bersama di dekat hotel tempat 
Prabowo berada pada jam 14.00 WIB.

Setelah janjian, Luhut mengaku mendapat kabar soal pertemuan ditunda jadi jam 
17.00 WIB.

"Dan akhirnya saya mendapat berita melalui ajudannya ke ajudan saya bahwa Pak 
Probowo sedikit kurang sehat dan minta pertemuan untuk dijadwalkan ulang," 
jelas Luhut. 


| 
Lihat juga:
 Pujian Luhut untuk Prabowo Jelang Pertemuan Usai Pilpres 2019 |


Luhut mengaku tak masalah dengan pembatalan itu. Menurutnya hal tersebut biasa. 

Dia juga mengatakan obrolan dengan Prabowo via telepon tetap baik-baik saja. 
Luhut menyebut obrolan berlangsung gembira, ceria, dan tanpa beban.

"Itulah yang saya bisa tangkap dari tone suara Prabowo yang saya kenal. Persis 
situasi kalau kami makan berdua," kata dia.

Luhut pun tak menampik kemungkinan pertemuan kembali dilaksanakan. Namun dia 
menekankan dirinya dan Prabowo masih akan melihat jadwal masing-masing. 


| 
Lihat juga:
 Prabowo Tak Akan Temui Luhut, Alasan Awasi Penghitungan Suara |


"Saya kebetulan sejak kemarin masih sibuk, bahkan malam ini saya ditugaskan 
untuk pergi menghadiri suatu pertemuan internasional. Pak Prabowo juga sibuk. 
Nanti, besok atau kapan tidak sibuk, saya akan telepon kembali," ujar Luhut.

"...Kalau memang sudah waktunya ketemu, kami pasti akan ketemu. Kalau belum, ya 
belum. Kalau pun tidak ketemu, yang penting pesan saya sudah sampai kepada 
beliau melalui media ini atau lainnya, mudah-mudahan dibaca," katanya 
menambahkan.

Di akhir tulisannya Luhut meminta kepada masyarakat untuk tidak mempercayai 
kabar soal negara dalam kondisi darurat usai pemungutan suara Pemilu 2019.

"Situasi negara kita sekarang baik-baik saja. Jangan percaya kepada siapa pun 
yang membuat seolah-olah kita sedang dalam kondisi darurat," ujar Luhut.

Sebelumnya, Presiden Jokowi membenarkan Luhut menjadi perwakilan untuk menemui 
Prabowo usai perhitungan Quick Count setelah Pilpres digelar di seluruh 
Indonesia.

(ani/wis)Bagikan :    luhut binsar pandjaitan prabowo subianto pilpres 2019 
pemilu 2019ARTIKEL TERKAIT
BPN Dorong Koalisi Sipil Konsolidasikan TPF Kecurangan Pemilu
Nasional23 menit yang lalu 
KPU Respons Permintaan Pecat Komisioner Ilham Saputra
Nasional1 jam yang lalu
Wiranto Puji Sikap Negarawan Jokowi dan Prabowo
Nasional1 jam yang lalu 
KPU Jatim Kembali Gelar Pemungutan Suara di 20 TPS
Nasional1 jam yang lalu
Farhat Abbas Sebut Klaim Kemenangan Prabowo Berita Bohong
Nasional1 jam yang lalu 
Pemilu Serentak, Bertaruh Nyawa demi Efisiensi Semu
Nasional1 jam yang laluBACA JUGA
Sikap Rasional Pebisnis di Tengah Adu Klaim Menang Capres
Ekonomi • 23 April 2019 16:01 
Promokan Restoran / Cafe Anda Di Detikcom Network
Promoted
Tidak Tidur Beberapa Hari Ganggu Fungsi Organ Tubuh
Gaya Hidup • 23 April 2019 18:46 
Sektor Ritel Berharap Berkah dari Klaim Kemenangan Capres
Ekonomi • 23 April 2019 11:54BERITA TERBARU
Luhut soal Orang Dalam Prabowo: Tak Elok Kalau Bohongi Atasan
Nasional • 9 menit yang lalu
PT PPA Finance Dapat Dana Rp 300M dari Bank Mandiri
Promoted
BPN Dorong Koalisi Sipil Konsolidasikan TPF Kecurangan Pemilu
Nasional • 23 menit yang lalu
Belum Pastikan Banding, KPK Analisis Putusan Idrus Marham
Nasional • 34 menit yang lalu
PT PPA Finance Dapat Dana Rp 300M dari Bank Mandiri
Promoted
KPU Respons Permintaan Pecat Komisioner Ilham Saputra
Nasional • 1 jam yang laluINDEKS BERITA
BPN Dorong Koalisi Sipil Konsolidasikan TPF Kecurangan Pemilu
23 menit yang lalu
BPN Prabowo Tuding Kecurangan Pemilu Sistematis dan Brutal
46 menit yang lalu
KPU Respons Permintaan Pecat Komisioner Ilham Saputra
1 jam yang laluTERPOPULER
Kronologi Keterlibatan Sofyan Basir dalam Suap PLTU Riau-1
Nasional • 2 jam yang lalu
KPK Tetapkan Sofyan Basir Tersangka Kasus PLTU Riau-1
Nasional3 jam yang lalu
Sandi Tegaskan Wagub DKI Jatah PKS: No More Discussion
Nasional4 jam yang lalu
KPU Diminta Berhentikan Sementara Komisioner Ilham Saputra
Nasional3 jam yang lalu

Kirim email ke