Sebelum Pemilihan Umum harga diturunkan atau yang biasanya disebut
disamaratakan dari ujung negeri ke unjung negeri dari barat sampai ke timur
dan dari utara sampai ke selatan, tetapi kemudian harga dinaikan kalau
menang.

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190424145601-85-389269/ekonom-sarankan-presiden-terpilih-naikkan-harga-bbm


CNN TV <https://www.cnnindonesia.com/tv#livestreaming>

Home <https://www.cnnindonesia.com/> Ekonomi
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi> Berita Energi
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190424145601-85-389269/ekonom-sarankan-presiden-terpilih-naikkan-harga-bbm#>
Ekonom Sarankan Presiden Terpilih Naikkan Harga BBM

CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 16:09 WIB

Bagikan :


Ilustrasi harga BBM. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).








*Jakarta, CNN Indonesia -- Ekonom meminta kepada presiden
<https://www.cnnindonesia.com/tag/presiden> terpilih untuk menjadikan
kenaikan harga BBM <https://www.cnnindonesia.com/tag/bbm> penugasan menjadi
agenda ekonomi pertama yang akan dilaksanakan usai dilantik pada Oktober
mendatang. Pasalnya, menahan harga BBM
<https://www.cnnindonesia.com/tag/harga-bbm> di harga yang sekarang
walaupun menyenangkan masyarakat, tapi bisa menimbulkan banyak masalah baru
bila terus dilanjutkan.Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede
mengatakan kenaikan diperlukan karena tahun ini harga minyak berpotensi
naik. Maklum, hingga Juni nanti negara pengekspor minyak yang tergabung
dalam OPEC masih memangkas produksi mereka.Pemangkasan berpotensi
mengurangi pasokan minyak dunia sehingga harganya bisa naik. Gejala
kenaikan harga saat ini sudah terasa. Gejala tersebut terlihat dari harga
minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) yang masing-masingnya sudah
di angka US$74,17 per barel dan US$65,96 per barel. Asal tahu saja, harga
tersebut sudah mendekati posisi tertinggi dalam enam bulan terakhir.*
Lihat juga:

* Sulit Laba Pertamina Mengilap Kembali di Tahun Politik
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190213101751-85-368826/sulit-laba-pertamina-mengilap-kembali-di-tahun-politik/>*








*Meski harga minyak terus naik, harga BBM bersubsidi justru tak diubah
sejak 1 April 2016 silam. Harga jenis BBM jenis Solar masih dipatok Rp5.150
per liter dan Premium Rp6.450 per liter.Padahal, dalam tiga tahun terakhir
harga minyak sudah naik 79,32 persen. "Ini sangat mempengaruhi, apakah
presiden terpilih nantinya berani menaikkan harga BBM atau tidak?" jelas
Josua.Josua mengatakan harga minyak, kenaikan harga BBM diperlukan demi
kesehatan keuangan PT Pertamina (Persero). Beberapa tahun terakhir,
Pertamina harus menanggung kerugian berjualan Premium karena harganya tak
berubah meski harga minyak dunia terus menanjak. Apalagi, Premium bukanlah
BBM bersubsidi  sehingga pemerintah tak membantu Pertamina dalam mengatasi
beban yang mereka terima akibat kenaikan harga minyak tersebut.*

*Kenaikan harga Premium setidaknya bisa meringankan beban finansial
Pertamina. Apalagi, Pertamina adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang
selalu menjadi "wajah depan" bagi perusahaan pelat merah lainnya. Jika
keuangannya terus menurun, nantinya ini bisa jadi preseden buruk bagi
pemerintahan.*

"Kebijakan kenaikan harga BBM ini tidak populis, tapi ini penting agar
tidak ada BUMN yang dirugikan," jelas dia.

Sebagai informasi, berdasarkan beberapa hasil hitung cepat, Calon Presiden
Joko Widodo unggul atas lawannya Prabowo Subianto. Hasil perhitungan Komisi
Pemilihan Umum (KPU) atas 26,8 persen suara yang masuk, Jokowi juga
mengungguli Prabowo dengan raihan 55,3 persen.

Meski nantinya terpilih, Direktur Eksekutif Indikator Politik
Indonesia Burhanuddin Muhtadi yakin Jokowi masih akan mengedepankan
kebijakan populis. Menurut dia, sejatinya Jokowi dan Prabowo mengusung hal
yang bersifat populis.

Hanya saja, khusus Jokowi, ia menilai kebijakan populis Jokowi bersifat
pragmatis dan teknokratik. "Kebijakan populis Jokowi terlihat seperti 'yang
penting menguntungkan', sehingga terkesan tidak peduli dengan apa-apa yang
tertera di dalam textbook," jelas Burhanuddin.

Kirim email ke