*Orang-orang beragama Semitik, bisanya kalau makin bertambah umur apalagi
kalau sudah lansia, mereka makin dekat dengan Tuhan. Jadi sudah waktunya
para lansia pergi beribadah di Mekkah dengan maksud supaya tidak dibuang ke
neraka , karena dosa-dosa semasa muda dan diampuni serta diizinkan di hari
kemudian masuk ke Taman Firdaus yang penuh kehidupan kekal dengan
keistimewaan rochaniah dan jasmaniah dilayani oleh bidadari-bidadari
manis-manis .*


*Mayoritas Jemaah Haji 2019 Lansia*

Ant

Rabu, 24 April 2019 - 13:18 WIB

*Jakarta, HanTer* - Kementerian Agama (Kemenag) mencatat mayoritas jamaah
haji tahun 1440H/2019M atau sekitar 63 persen di antaranya adalah kaum
lanjut usia (lansia).

“Tahun ini jemaah haji bertambah menjadi 231.000 orang dengan 63 persen
adalah lansia,” kata Direktur Bina Haji Ditjen Penyelenggaraan Haji dan
Umrah Kementerian Agama, Khoirizi, dalam acara apel pagi sebagai rangkaian
Pembekalan Terintegrasi Petugas Haji Arab Saudi Tahun 1440H/2019M di Asrama
Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Rabu.

Dengan fakta itu kata dia, tantangan petugas haji semakin besar karena
jumlah petugas haji tidak mengalami penambahan secara khusus.

Meski begitu, pihaknya tetap menargetkan indeks kepuasan jemaah yang tahun
lalu yang sebesar 84,85 (meningkat 0,38 poin dari tahun sebelumnya) dapat
dipertahankan atau bahkan ditingkatkan.

“Dengan ketekunan itu semua kita bisa tingkatkan namun tidak mudah, petugas
tidak bertambah tapi jemaah bertambah 231.000 yang akan dilayani dan 63
persennya adalah lansia,” katanya.

Oleh karena itulah ia menekankan pentingnya bagi sekitar 1.108 petugas haji
yang sedang menjalani pembekalan terintegrasi untuk menjaga kesehatan dan
memupuk keinginan untuk memberikan pelayanan.

“Maka petugas harus sehat dan punya keinginan untuk memberikan pelayanan
bukan orang yang ingin ibadah. Jangan bersembunyi di balik baju ihram kita,
pakaian jemaah kita. Pakai atribut kita. Bayangkan (kurang dari) 1.200
orang berada di antara 231.000, tidak kelihatan maka tunjukkan,” kata
Khoirizi.

Para petugas haji tersebut dalam menjalani pembekalan harus mengikuti
seluruh sesi yang digelar termasuk mengikuti apel pagi sebagai bentuk
kedisiplinan.

Mereka diharuskan bangun pagi, shalat subuh berjamaah, mengikuti olahraga
pagi, kemudian hadir di apel pagi tepat waktu sebelum pukul 07.00 WIB.

Setelah apel pagi, mereka kemudian mulai mengikuti sesi pembekalan
sepanjang hari selama 10 hari mulai 23 April-2 Mei 2019. Sebagian besar
proses pembekalan dilakukan dengan lebih banyak menggunakan platform
digital termasuk pra test dan post test berbasis komputer atau CAT dan
sistem absensi atau kehadiran dengan scan barcode menggunakan ponsel
android yang berubah di setiap sesi.

Kirim email ke