https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190425201638-20-389729/petugas-kpps-meninggal-di-pemilu-serentak-tembus-225-orang?utm_source=notifikasi&utm_campaign=browser&utm_medium=desktop




Petugas KPPS Meninggal di Pemilu Serentak Tembus 225 Orang

CNN Indonesia | Kamis, 25/04/2019 20:32 WIB

Bagikan :

[image: Petugas KPPS Meninggal di Pemilu Serentak Tembus 225 Orang]Ilustrasi
petugas mengawal jalannya pemilu serentak. KPU mencatat 225 petugas KPPS
meninggal dunia selama bertugas. (ANTARA FOTO/Irfan Anshori)

Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (*KPU
<https://www.cnnindonesia.com/tag/kpu>*) mencatat jumlah petugas Kelompok
Penyelenggara Pemungutan Suara (*KPPS
<https://www.cnnindonesia.com/tag/petugas-kpps>*) yang meninggal dunia pada
penyelenggaraan *Pemilu 2019*
<https://www.cnnindonesia.com/tag/pemilu-2019> bertambah
menjadi 225 orang. Jumlah korban itu didasarkan pada data yang masuk ke KPU
per Kamis (25/4) hingga pukul 18.00 WIB.

Komisioner KPU, Viryan menyatakan angka itu melonjak naik dari jumlah
sebelummya yang berjumlah 144 orang yang tercatat pada Rabu (24/4).

"Data hingga pukul 18.00 WIB sebanyak 225 petugas KPPS wafat dalam
bertugas," kata Viryan saat dihubungi wartawan, Kamis (25/4).


Selain itu, Viryan turut merinci petugas KPPS yang turut mengalami sakit
dengan jumlah 1.470 orang. Sehingga, total keseluruhan antara petugas yang
meninggal dan sakit sebanyak 1.695 orang.
Lihat juga:

 Kerja 24 Jam, Petugas KPPS di Surabaya Meninggal Dunia
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190425164828-20-389650/kerja-24-jam-petugas-kpps-di-surabaya-meninggal-dunia/>


"Jumlah petugas yang sakit sampai saat ini berjumlah 1.470 sehingga
keseluruhan totalnya saat ini 1.695," kata dia.

Terpisah, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan menegaskan bahwa pemerintah tak
akan abai dan bertanggungjawab untuk mengulurkan bantuan bagi keluarga
korban. "Udah nanti negara yang bertanggung jawab," kata dia.

Wahyu Setiawan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)


Sementara itu, Sekretaris Jenderal KPU Arif Rahman Hakim menyebut pihaknya
masih menunggu besaran santunan untuk keluarga korban petugas KPPS yang
meninggal dunia dan sakit dari Kementerian Keuangan.

Ia mengatakan alokasi dana santunan bagi keluarga korban akan diberikan
dari optimalisasi anggaran KPU. Arif menyatakan Kemenkeu akan membeberkan
nominal besaran santunan yang akan diterima keluarga korban pada pekan ini.

"Pembayaran menggunakan optimalisasi anggaran KPU. Kami dijanjikan minggu
ini," kata Arif.

Jatuh korban dalam pemilu serentak tahun ini sebelumnya juga direspons
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. Ia mengamini pemilu serentak
membuat durasi kerja KPPS menjadi bertambah.

Mahfud menyebut hal itu berdampak pada petugas KPPS kelelahan hingga jatuh
sakit dan meninggal dunia. "Harus ditinjau lagi yang dimaksud pemilu
serentak itu apa sih? Apakah harus harinya sama? Atau petugas lapangan
harus sama sehingga tidak bisa berbagi beban? Atau bagaimana? Itu kita
evaluasi lagi," tutur dia.

Seperti diketahui, korban meninggal dunia tak hanya dari petugas KPPS.
Bawaslu mencatat turut meninggal dunia 33 anggota panitia pengawas pemilu
(panwaslu) di sejumlah daerah. Sementara dari pihak kepolisian, Polri
mengonfirmasi 16 personel juga meninggal dunia, didominasi faktor kelelahan.
Lihat juga:

 16 Personel Meninggal Tugas Pemilu, Polri Benahi Aturan Shift
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190425141141-12-389582/16-personel-meninggal-tugas-pemilu-polri-benahi-aturan-shift/>

Kirim email ke