Rizal Ramli: Target Ekonomi 2020 Medioker, Ngapain Jadi Presiden Lagi?
BISNIS <https://www.jawapos.com/ekonomi/bisnis/>
26 April 2019, 06:17:01 WIB
Rizal Ramli: Target Ekonomi 2020 Medioker, Ngapain Jadi Presiden Lagi?
Rizal Ramli (Issak Ramdhani/JawaPos.com)
*
*
*
*
*
JawaPos.com – Target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah Jokowi
sebesar 5,3-5,6 persen pada 2020 sangat mengecewakan. Karena, angka itu
nyaris sama dengan kinerjanya selama 4,5 tahun terakhir yang stagnan di
angka 5 persen.
“Itu betul-betul pas-pasan, sangat mengecewakan, tidak ada strategi dan
inovasi baru. Hanya ‘business as usual’, sekedar numpang lewat doang,”
ujar Ekonom senior, Rizal Ramli, dalam keterangan pers, Kamis (25/4).
Rizal Ramli berpendapat, rencana ekonomi 2020 yang medioker tersebut,
juga akan masih dihantui dengan utang yang semakin besar dengan yield
utang dengan yield (sekitar 8 persen) salah satu yang tertinggi di
kawasan. Saat ini utang pemerintah pusat sudah Rp 4.567 triliun
(Februari 2019). Cicilan bunga utang Rp 70,6 triliun (Akhir Maret 2019).
“Rencana Ekonomi 2020 yang mediocre itu juga akan meneruskan
‘Trio-Deficits’, yaitu defisit Neraca Perdagangan sebesar – USD 193 juta
(kuartal I-2019), defisit transaksi berjalan – USD 9,1 miliar, dan
defisit APBN yang sudah tembus Rp 102 triliun pada kuartal I-2019. Tidak
ada strategi dan blue print yang jelas untuk mengurangi Trio-Deficits
tsb, mungkin karena sudah terkesima dengan gembar-gembor dongeng
keberhasilan ekonomi,” tutur mantan Anggota Tim Panel Ekonomi PBB itu.
Kalau terlalu sering ‘mendongeng’, akhirnya tertipu sendiri dengan
dongeng palsu itu, korban kampanye ‘post truth’. Tapi korban yang
sesungguhnya adalah rakyat yang hidupnya semakin susah, dengan daya beli
yang terus merosot.
“Lho kalau gitu ngapain mau jadi Presiden lagi? Kok tega-teganya sekedar
menghabiskan waktu tanpa perbaikan kinerja ekonomi, dan tanpa perbaikan
nasib rakyat Indonesia? Sekedar melanjutkan kinerja ekonomi yang
mediocre dan ‘business as usual’ itu-pun pas-pasan,” kata Rizal.
Oleh karena itu, Rizal Ramli menegaskan, harus ada perubahan, agar
pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, daya beli rakyat meningkat, lebih
banyak lapangan kerja, dan upah meningkat. Untuk itu, tidak bisa sekedar
melanjutkan ekonomi yang mediocre ini, yang dalam ‘dongeng’ tapi sulit
dalam kenyataan. Tidak bisa sekedar hanya meneruskan ‘business as usual’.
“Itulah mengapa pemerintahan baru yang akan dilantik Oktober 2019 nanti,
harus segera membongkar dan memperbaiki RAPBN 2020 mediocre itu, agar
bisa mencapai pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat
lebih tinggi,” jelas mantan Menko Ekuin ini.
“Termasuk merumuskan strategi agar resiko ekonomi Indonesia berkurang
dengan cepat. Mengubah strategi perdagangan & industri yang lebih
bermanfaat dan unggul. Dan merumuskan strtategi da blue print agar
Kesejahteraan Rakyat meningkat sejalan dengan peningkatan Kedaulatan
Pangan, Energi, Air dan Keuangan periode 2020-2024?” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menggelar sidang kabinet paripurna di Istana
Bogor pada Selasa (23/4/19) lalu. Agenda utamanya adalah pembahasan
anggaran dan fokus kerja pada 2020.
Menkeu Sri Mulyani usai rapat mengatakan ada beberapa target yang akan
ditetapkan untuk tahun 2020, terutama dalam hal makro ekonomi. Salah
satu soal target pertumbuhan ekonomi.
Sri Mulyani mengatakan, target pertumbuhan ekonomi yang akan disasar
adalah kisaran 5,3-5,6 persen.
“Untuk awal ini kita berasumsi pertumbuhan ekonomi akan berkisar 5,3-5,6
persen, namun Presiden berharap kita bisa pacu sampai 5,6 persen,” kata
Sri Mulyani.
Editor : Saugi Riyandi
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com