*Menurut  seorang ahli pikir langitan, beliau katakan bahwa  air yang
diturunkan dari langit yang kita kenal sebagai hujan  adalah untuk mencuci
dosa-doasa manusia yang membuang sampah sana sini, hutan-hutan dibabat
serta beberbagai kerusakan alam diciptakan manusia. Katanya kalau manusia
tidak sadar dan terus melakukan pencemaran alam, maka alam akan balas
dendam. Allah pun murka terhadap manusia. Selajutnya menurut ahli ini
manusia harus bertobat jangan suka main tipu muslihat dengan menipu diri
sendiri atau pun yang lain. Ditanya tentang dunia kiamat, beliau memberikan
komentar : Tunggu saja tanggal mainnya". Kalau begitu manusia menunggu
kecelakaan yang luar biasa. Beliau tidak menjawab karena waktu tanya jawab
telah habis.*

On Fri, Apr 26, 2019 at 7:45 AM kh djie <[email protected]> wrote:

> Cililitan jadi jelalatan cari tempat kering.
>
> Pada tanggal Jum, 26 Apr 2019 pukul 07.42 Sunny ambon
> [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:
>
>>
>>
>>
>>
>> https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190426112632-20-389828/banjir-3-meter-warga-cililitan-mengungsi-ke-pinggir-jalan
>>
>>
>>
>> Banjir 3 Meter, Warga Cililitan Mengungsi ke Pinggir Jalan
>> CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 11:36 WIB
>> Bagikan :
>> <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190426112632-20-389828/banjir-3-meter-warga-cililitan-mengungsi-ke-pinggir-jalan#>
>>
>> <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190426112632-20-389828/banjir-3-meter-warga-cililitan-mengungsi-ke-pinggir-jalan#>
>> [image: Banjir 3 Meter, Warga Cililitan Mengungsi ke Pinggir Jalan]Ilustrasi
>> banjir. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
>> Jakarta, CNN Indonesia -- Warga RT 01, RW 06, Kelurahan Cililitan, Jakarta
>> Timur <https://www.cnnindonesia.com/tag/jakarta-timur>, mengungsi di
>> sepanjang Jalan Cililitan-Condet akibat banjir
>> <https://www.cnnindonesia.com/tag/banjir> setinggi 2,5 hingga 3 meter
>> merendam permukiman mereka sejak Jumat (26/4) pukul 05.00 WIB.
>>
>> Sebagian warga mulai meninggalkan rumah pada pukul 06.00 WIB setelah
>> sempat memindahkan perabotan ke lantai dua. Beberapa dari mereka baru naik
>> pukul 08.00 WIB, setelah dijemput tim SAR dengan perahu karet.
>>
>> Mia, warga setempat mengatakan air setinggi pinggang orang dewasa
>> memasuki rumahnya pada pukul 05..00 WIB. Tiga jam kemudian, air sudah naik
>> hingga nyaris menyentuh lantai dua.
>>
>>
>> Mia dan tiga orang anaknya pun dievakuasi oleh tim SAR pada pukul 08.00
>> WIB dan mengungsi di pinggir jalan.
>>
>> Lihat juga: Banjir di Jaktim, Jalan Dewi Sartika Arah Kalibata Macet
>> <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190426104242-20-389814/banjir-di-jaktim-jalan-dewi-sartika-arah-kalibata-macet/>
>>
>> "Ini yang terparah di 2019. Dulu pernah kaya gini tahun lalu, beberapa
>> bulan (banjir) tidak setinggi ini. Semoga cepat surut," kata Mia seperti
>> mengutip *Antara*.
>>
>> Ia berharap pemerintah segera menyediakan lahan kosong untuk pengungsian
>> agar korban banjir tidak berkerumun di pinggir jalan sehingga menyebabkan
>> kemacetan sepanjang satu kilometer di Jalan Cililitan-Condet.
>>
>> Banjir merendam sebagian wilayah Jakarta pada Jumat dini hari karena air
>> Sungai Ciliwung meluap sejak Kamis (25/4) malam.
>>
>> Lihat juga: BMKG Wanti-wanti Waspada Potensi Cuaca Ekstrem hingga 2 Mei
>> <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190426102628-20-389807/bmkg-wanti-wanti-waspada-potensi-cuaca-ekstrem-hingga-2-mei/>
>>
>> Kepala UPT Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah
>> DKI Jakarta M Ridwan mengatakan luapan air Sungai Ciliwung akan melewati 13
>> wilayah, di antaranya Srengseng Sawah, Rawajati, Pengadegan, Cikoko,
>> Pejaten Timur, Kebon Baru, Bukit Duri, Balekambang, Cililitan, Bidara Cina,
>> Kampung Melayu dan Manggarai.
>>
>> Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta para
>> pengguna jalan yang akan menuju Kalibata untuk menghindari Jalan Dewi
>> Sartika dikarenakan banjir.
>>
>> "Dihimbau untuk para pengguna jalan yg ingin menuju ke Kalibata raya,
>> hindari jalan dewi sartika karena saat ini kondisi macet dikarenakan
>> terdampak banjir," kicau BPBD DKI Jakarta
>>
>> 
>>
>

Kirim email ke