*Demokrat ikut Prabowo kalah, pindah haluan ke Jokowi dan bukan tidak mungkin diberikan jabatan menteri. Sama halnya kalau Prabowo menang juga diberikan jabatan menteri kepada Demokrat yang kalau tidak keliru putera mahkotanya. Dari contah ini menunjukan bahwa pilih 01 atau 02, sama saja demi kepentingan oligarki*. * Kemana angin bertiup disitu perahu ikut melaju.*
http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/8427/giliran_demokrat_disebut_bergabung_ke_koalisi_jokowi_ma_ruf Giliran Demokrat Disebut Bergabung ke Koalisi Jokowi-Ma‘rufSabtu , 27 April 2019 | 12:37 JAKARTA - Setelah Partai Amanat Nasional (PAN), kini giliran Partai Demokrat (PD) yang disebut-sebut bakal merapat ke kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Akankah itu terwujud? Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding tidak menampik kemungkinan itu. Dia mengatakan, pihaknya membuka pintu lebar-lebar untuk Partai Demokrat bergabung. Peluang itu dinilai cukup besar mengingat komunikasi Jokowi dengan pimpinan PD cukup baik. "Wacana bergabungnya PD dalam Koalisi Indonesia Kerja merupakan wacana yang cukup wajar mengingat komunikasi Presiden Jokowi dengan Susilo Bambang Yudhoyono maupun putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berlangsung dengan cukup baik," katnya di Jakarta, Sabtu (27/4/2019). Dia menyebut memang saat ini proses rekapitulasi masih dilakukan, meski mayoritas hitung cepat lembaga survei memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Namun kubu pasangan nomor urut 01 itu membuka pintu bagi koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang ingin merapat bersama koalisi Jokowi. "Kami kira masih terlalu dini membicarakan bergabungnya koalisi pendukung 02 ke 01 mengingat Presiden Jokowi belum dilantik kembali sebagai presiden, namun kami menyambut baik komunikasi dan silaturahmi yang mempererat rasa persaudaraan dan persatuan bangsa pasca-Pilpres 2019," ujarnya. Soal kemungkinan Demokrat bergabung, TKN Jokowi menegaskan memberikan sambutan positif bila wacana tersebut terealisasi. Karding menyatakan menyambut baik partai Koalisi Adil dan Makmur untuk mau bergabung bersama."Presiden Jokowi pada intinya menyambut baik komunikasi dan silaturahmi yang dilakukan elite-elite politik pasca-Pemilu 2019," ucap politikus PKB itu. "Kami dari TKN juga mengajak kepada seluruh elite partai untuk menciptakan suasana sejuk dengan mengedepankan persatuan bangsa dan tidak menciptakan narasi provokatif di masyarakat," tuturnya seperti dilaporkan *detik.com <http://detik.com>*. Imbauan yang disampaikan Karding itu untuk menanggapi kemungkinan bergabungnya Partai Demokrat ke Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Adapun KIK berisi partai politik (parpol) pendukung Jokowi-Ma'ruf. Sebelumnya pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Jokowi menjadi perbincangan. Jokowi dan Zulkifli memang bertemu saat pelantikan Murad Ismail dan Barnabas Orno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku pada Rabu (24/4/2019) di Istana. Keduanya bahkan terlihat sempat berbincang. Dalam perbincangan itu, Jokowi dan Zulkifli sesekali memperlihatkan raut muka serius, tapi banyak juga diselingi senyum dan tawa. Ketua Umum NasDem Surya Paloh dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga hadir di dekat keduanya saat perbincangan tersebut. Banyak yang menduga pertemuan Zulkifli dengan Jokowi itu menjadi sinyal merapatnya PAN, setelah pasangan yang diusungnya, Prabowo-Sandiaga, kalah versi hitung cepat. Soal pertemuan Zulkifli dan Jokowi ini, Sandiaga memilih berprasangka baik atau husnuzan terkait perbincangan itu. "Saya husnuzan saja bahwa beliau datang sebagai Ketua MPR dan beliau juga mengemban amanat Ketum PAN. (Pertemuan) itu adalah pelantikan (kepala daerah) yang diusung oleh PAN," kata Sandiaga di Gedung Senam, Jalan Raden Inten, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (26/4/2019).(*E-2*)
