https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190426211442-32-390040/keras-kepala-prabowo-dan-siasat-di-balik-klaim-menang-pilpres?tag_from=wp_wm_cnn
Analisis
Keras Kepala Prabowo dan Siasat di Balik Klaim Menang
Pilpres
CNN Indonesia | Sabtu, 27/04/2019 10:43 WIB
Bagikan :
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190426211442-32-390040/keras-kepala-prabowo-dan-siasat-di-balik-klaim-menang-pilpres?tag_from=wp_wm_cnn#>
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190426211442-32-390040/keras-kepala-prabowo-dan-siasat-di-balik-klaim-menang-pilpres?tag_from=wp_wm_cnn#>
Keras Kepala Prabowo dan Siasat di Balik Klaim Menang Pilpres Prabowo
Subianto mengklaim dirinya dan Sandiaga Uno sebagai presiden dan wakil
presiden 2019-2024. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden *Prabowo Subianto
<https://www.cnnindonesia.com/tag/prabowo-subianto>* bersikeras
mengklaim kemenangan *Pilpres 2019
<https://www.cnnindonesia.com/tag/pilpres-2019>*. Terhitung sudah empat
kali Prabowo mengklaim kemenangan meski mayoritas hasil hitung cepat
atau /quick count/ lembaga survei menyatakan kalah.
Prabowo pertama kali mengklaim kemenangan pada 17 April lalu bersama
sejumlah petinggi Badan Pemenangan Nasional (BPN) tanpa Sandiaga Uno.
Kala itu, proses penghitungan suara masih berjalan di TPS. Dia mengklaim
menang merujuk data /exit poll/ pihaknya.
Selang beberapa jam kemudian, masih di hari yang sama yakni 17 April,
Prabowo kembali menyatakan diri sebagai pemenang pilpres. Prabowo
merujuk /exit poll/ timnya sendiri, tidak berkaca dari mayoritas /quick
count/ lembaga survei yang menyatakan Jokowi-Ma'ruf unggul sementara.
Sehari setelahnya pada 18 April, Prabowo kembali mendeklarasikan
kemenangan. Kali ini, dia ditemani Sandiaga Uno dan sejumlah petinggi
BPN. Momen deklarasi kemenangan ketiga kalinya itu diwarnai perbincangan
soal raut muka lesu Sandiaga Uno di media sosial.
Lihat juga:
Kumandang Takbir dan Merdeka Prabowo di Deklarasi Kemenangan
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190418175140-32-387715/kumandang-takbir-dan-merdeka-prabowo-di-deklarasi-kemenangan/>
Prabowo, bersama sejumlah petinggi BPN dan relawannya, kembali
menyampaikan klaim kemenangan pada Kamis (25/4). Prabowo bersama relawan
juga sempat menggelar syukuran di Padepokan Pencak Silat Taman Mini
Indonesia Indah (TMII).
Peneliti senior yang juga Dewan Pakar The Habibie Center Indria Samego
tidak heran dengan sikap Mantan Danjen Kopassus tersebut. Dia mengaku
tahu tabiat Prabowo sejak lama.
"Yang jelas, dia (Prabowo) keras kepala. Jadi memang watak Prabowo itu
tidak sesejuk SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) terutama dalam menyampaikan
pandangannya. Ceplas-ceplos begitu," ucap Indria saat dihubungi
/CNNIndonesia.com/, Jumat (26/4).
Indria mengaku dekat dengan petinggi-petinggi ABRI sejak 1998 silam,
yakni ketika situasi politik tanah air bergejolak dengan sangat hebat.
Lihat juga:
Jaga Jarak SBY di Balik Politik Emosional ala Prabowo
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190420081531-32-387973/jaga-jarak-sby-di-balik-politik-emosional-ala-prabowo/>
Dia pernah memberikan masukan tentang apa yang harus dilakukan Soeharto,
presiden kala itu, dalam menanggapi dinamika yang berkembang. Masukan
diberikan Indria kepada SBY dalam pertemuan di Mabes ABRI, Cilangkap.
Kala itu, SBY menjabat sebagai Kepala Staf Sosial Politik ABRI
berpangkat Letnan Jenderal.
Prabowo Subianto (kanan) dan Wiranto bertemu di Jakarta pada Mei 1997.
(Foto: REUTERS)
Indria mengatakan Prabowo yang dia kenal memang keras kepala. Begitu
keras memegang teguh apa yang diyakini. Apalagi jika ada orang lain yang
mendukung pendapatnya.
"Kalau Prabowo merasa punya data akurat tapi berbeda dengan yang lain,
ya 2014 dulu juga begitu kan. Yang jelas, dia keras kepala, ditambah ada
provokasi yang dia percayai. Jadi dia menanggap tidak sendirian dalam
memperjuangkan keyakinannya," tutur Indria.
Menurut Indria, watak Prabowo yang keras tidak lepas dari ayahnya,
Soemitro Djojohadikusumo, begawan ekonomi yang beberapa kali menjadi
menteri di era Orde Baru. Selain itu, Prabowo juga menikahi Siti
Hediyati Hariyadi atau Titiek Soeharto.
Latar belakang keluarga, lanjut Indria, mempengaruhi karakter Prabowo.
Anak seorang begawan ekonomi dan mantu orang paling berpengaruh di Era
Orde Baru, Soeharto.
Lihat juga:
Karangan Bunga 'Prabowo Presiden' Bertebaran di Kertanegara
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190421132054-32-388212/karangan-bunga-prabowo-presiden-bertebaran-di-kertanegara/>
Jika hari ini Prabowo merasa begitu banyak kecurangan pada Pemilu 2019,
wajar jika mantan Danjen Kopassus itu terlihat emosional.
"Jadi dia merasa bukan orang yang patut dilecehkan," ujar Indria.
*Prabowo Bersiasat*
Direktur Saiful Mujani Research Center (SMRC) Sirajuddin Abbas
menganggap Prabowo sebetulnya tengah bersiasat di balik gelagatnya yang
masih bersikukuh mengklaim kemenangan. Menurutnya, Prabowo sudah
mengakui kemenangan Jokowi-Ma'ruf, namun ada siasat yang tengah dimainkan.
"Secara substansi, Prabowo sudah menerima kekalahan. Mereka pun rasional
dan paham yang mereka lakukan saat ini tidak akan bisa mengubah
keadaan," ujar Sirajuddin.
Prabowo Subianto mendeklarasikan klaim kemenangan pada Pilpres 2019.
(CNN Indonesia/Safir Makki)
Siasat Prabowo berkaitan dengan uang yang telah dikeluarkan selama ini.
Sirajuddin menduga Prabowo berupaya mencari jalan agar pengeluaran
selama Pilpres 2019 dapat tertutupi.
Langkah yang ditempuh Prabowo, lanjut Sirajuddin, yakni menaikkan daya
tawar di mata lawan. Misalnya, dengan cara mengklaim kemenangan
berkali-kali. Narasi menggerakkan massa atau /people power/ juga
termasuk di antaranya.
Menurut Sirajuddin, hal itu membuat Prabowo tetap mendapat respek dari
pemenang. Selama itu pula, Prabowo dan orang dekatnya bernegosiasi
dengan pemenang sebelum /real count/ KPU selesai pada 22 Mei mendatang.
"Prabowo dan Sandi pasti menghabiskan biaya cukup besar untuk
berkompetisi di pilpres. Tentu mereka tidak ingin yang terjadi seperti
'/the winner takes all/'. Meskipun kalah, mereka tetap memiliki basis
pendukung cukup besar," ucap Sirajuddin.
Lihat juga:
Dewan Pers: Dua Kubu Pilpres Klaim Kemenangan, Media Terbelah
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190424205335-32-389392/dewan-pers-dua-kubu-pilpres-klaim-kemenangan-media-terbelah/>
"Maka tidak berlebihan jika pemenang bisa membantu mereka melakukan
/cost recovery/, sehingga mereka tidak terlalu rugi baik secara
finansial maupun sosial," lanjutnya.
Sirajuddin yakin Prabowo dan Sandi ingin lekas mendapat konsesi dengan
pihak pemenang. Menurutnya, daya tawar mereka akan semakin menurun
ketika /real count/ KPU makin memperlihatkan keunggulan Jokowi.
"Peluang keberhasilan gugatan di MK terlalu kecil. Oleh sebab itu,
mereka tampaknya akan mengupayakan kesepakatan tercapai sebelum
pengumuman hasil akhir," kata Sirajuddin.
Sejak pertama kali memberikan pernyataan pers usai pemungutan suara
Pilpres 2019, Prabowo sudah menyebut ada pelanggaran. Wacana people
power yang diserukan kubunya juga menguat belakangan. Salah satu yang
menyerukan yaitu politikus PAN, Eggi Sudjana, telah diperiksa polisi.
*(bmw/pmg)*