https://www.panjimas.com/news/2019/03/11/universitas-ibnu-khaldun-bahas-masa-depan-islam-di-eropa/




Universitas Ibnu Khaldun Bahas Masa Depan Islam di Eropa
<https://www.panjimas.com/news/2019/03/11/universitas-ibnu-khaldun-bahas-masa-depan-islam-di-eropa/>11
Mar 2019



ISTANBUL, (Panjimas.com) — Masa depan Islam di Eropa dibahas oleh para
akademisi dalam konferensi di Universitas Ibnu Khaldun di Istanbul, Kamis
(07/03).

Recep Senturk, Rektor Universitas Ibnu Khaldun, mengatakan universitas
tersebut mendirikan pusat penelitian baru yang didedikasikan untuk studi
tentang Islam dan masa depannya.

Di pusat penelitian ini, para peneliti akan melakukan studi untuk menemukan
jawaban atas pertanyaan seperti, “Bagaimana masa depan Islam di Eropa?” Dan
“Bisakah umat Islam melindungi budaya dan bahasa mereka?”, dikutip dari AA.

Recep Senturk mencatat bahwa Islamofobia berkembang di Eropa, mengatakan
itu adalah ancaman bagi benua, Amerika Serikat, dan seluruh umat manusia.

“Umat Muslim gagal menunjukkan bahwa Islam membawa perdamaian dan
kemakmuran tidak hanya bagi Muslim tetapi juga non-Muslim,” ujar Senturk.

Senturk juga mengatakan beberapa Muslim telah melupakan ajaran Islam dan
bertindak menentangnya.

Bulent Ucar, Profesor dari Universitas Osnabruck Jerman, mengatakan sejarah
kekristenan di Eropa bukanlah fenomena kuno.

“Ketika kita berpikir tentang Eropa, kita selalu menganggap itu adalah
Kristen, non-Muslim. Sama seperti Afrika dan Asia, kita pikir tempat-tempat
ini sebagian besar adalah Muslim,” papar Ucar.

“Namun, ini salah. Eropa bertemu dengan agama Kristen belakangan dalam
sejarah. Dan bagi dunia Islam, negara-negara seperti Mesir, Suriah dan
Turki memiliki populasi besar non-Muslim hingga baru-baru ini,” tambahnya.

Profesor Merdan Gunes, yang juga berbicara di konferensi itu, mengatakan
umat Islam harus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah hari ini dan
mengesampingkan sedikit perbedaan dan ketidaksetujuan diantara mereka.[IZ]

Kirim email ke