Beberapa tahun yl., bahkan mungkin sudah belasan tahun yl., ada tulisan
dari penelitian banjir yg terjadi di Beijing. Disamping menyatakan cuaca
didunia yg berubah lebih ekstrim, disatu belahan bumi hujan lebat luar
biasa dibelahan lain sebaliknya kering-kerontong, disini jauh lebih
dingin disana lebih panas, disitu gempa-bumi, gunung berapi meledak,
tsunami dsb. dsb., ... juga dinyatakan, akibat begitu banyak bangunan
perumahan bertingkat dengan jalan-jalan yg nyaris menutupi tanah
terbuka, mengakibatkan daya penyerap bumi menampung jatuhnya air hujan
jauh berkurang. Disamping hujan yg jauh lebih lebat dalam jangka waktu
juga lebih panjang, penampungan air sebaliknya jauh berkurang dan kecil
sekali!
Begitulah Beijing harus diperbaiki, diperbanyak pori-pori sepanjang
jalan dikota dan dibangun saluran air, gorong-gorong yg lebih besar utk
menampung air dengan lebih cepat dan lebih banyak saat hujan lebat
berhari-hari itu, ... Tentu KEBERSIHAN juga harus diperhatikan betul,
jangan sampai pori-pori yg dibuat mampet! Seperti tempo hari di Jkt
dalam gorong-gorong bisa dikeluarkan bertonton kabel. Bagaimana gak
banjir, ...!
kh djie [email protected] [GELORA45] 於 28/4/2019 16:22 寫道:
Kalau gubernur, wakilnya, walikotanya diharuskan tinggal di daerah
banjir,
kan banjirnya akan cepat teratasi...........
Pada tanggal Min, 28 Apr 2019 pukul 10.08 Sunny ambon
<[email protected] <mailto:[email protected]>> menulis:
Banyak sampah dan kotoran manusia yang tertimbun dan menyumbat
sarun-saluran (got) dan lagi masyarakat beragama malas atau tidak
ambil pusing dengan sampah yang mereka ciptakan, maka Tuhan kirim
hujan yang menjadi air bah untuk membersihkan sampah yang
seenaknya ditabur sana sini.. Jadi puji Tuhan atas kebaikanNya
mendatangi hujan untuk membersihkan. Jadi janganlah bersungut
tetapi bergembiralah karena karuniaNya , ada banjir. Allahuakbar.
Takbir!.. Amin.
On Sat, Apr 27, 2019 at 4:22 PM kh djie [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]>> wrote:
Lha, ya, Anies ngomongnya seolah olah banjir itu hanya
disebabkan soal air kiriman dari luar Jakarta.
Sama sekali tidak melihat apa ada sampah di sungai di Jakarta
yang menghalangi mengalirnya air ke laut.
Tidak periksa diri sendiri, langsung salahkan orang lain??
Apa ya, debit air kiriman melebihi tahun tahun sebelumnya?
Kan sambil menunggu waduk waduk dan bendungan di luar Jakarta
selesai, periksa apa ada sampah di
sungai, gorong-gorong yang menghambat aliran air dan apa semua
pompa air bekerja.
Pada tanggal Sab, 27 Apr 2019 pukul 16.05 ChanCT
[email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
<[email protected] <mailto:[email protected]>>
menulis:
Ahok Komentar Soal Banjir Jakarta, Apa Tanggapan Anies?
Reporter:
M Yusuf Manurung
Editor:
Zacharias Wuragil
Sabtu, 27 April 2019 14:28 WIB
Foto udara saat pengendara menerobos banjir akibat luapan
Sungai Ciliwung di Jalan Jatinegara, Kampung Melayu,
Jakarta, Jumat 26 April 2019. Banjir itu terjadi sejak
Jumat pagi akibat tingginya intensitas hujan di Wilayah
Bogor dan sekitarnya. TEMPO / Hilman Fathurrahman WFoto
udara saat pengendara menerobos banjir akibat luapan
Sungai Ciliwung di Jalan Jatinegara, Kampung Melayu,
Jakarta, Jumat 26 April 2019. Banjir itu terjadi sejak
Jumat pagi akibat tingginya intensitas hujan di Wilayah
Bogor dan sekitarnya. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta
Anies Baswedan menanggapi singkat cuitan pendahulunya
Basuki Tjahaja Purnama aliasAhok
<https://www.tempo.co/tag/ahok>ihwal banjir di Ibu Kota.
Banjir merendam sebagian wilayah Jakarta karena luapan
Kali Ciliwung beberapa hari belakangan.
Baca:
Anies Sindir Kebijakan Ahok Soal Larangan Sepeda Motor
<https://metro.tempo.co/read/1190242/anies-sindir-kebijakan-ahok-soal-larangan-sepeda-motor>
"Dari dulu begitu," kata Anies usai memberi sambutan dalam
Festival Palang Pintu XIV dan Gelar Budaya 2019 di Kemang
Raya, Jakarta Selatan, Sabtu, 27 April 2019. "Cukup ya,
makasih," kata Anies.
Pernyataan itu diberikannya ketika dimintai tanggapan atas
komentar Ahok lewat akun twitternya, @basuki_BTP. Ahok
yang saat ini minta disapa menggunakan akronim namanya BTP
itu, memberi komentar di unggahan video Kepala Pusat Data
Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Sutopo Purwo Nugroho.
Plt Gubenur DKI Jakarta, Basuki Thahja Purnama meninjau
proyek normalisasi kali Ciliwung tahap satu di Jatinegara
Barat, 18 November 2014. Kunjungan Ahok tersebut untuk
melihat kesiapan dalam menghadapi musim hujan dan bencana
banjir. TEMPO/Dasril Roszandi
ADVERTISEMENT
Video Sutopo memperlihatkan kondisi tinggi muka air
Ciliwung di Kalibata, Jakarta Selatan. Menurut Sutopo
banyak sampah yang dihanyutkan di Ciliwung dari hulu dan
hilir saat itu.
Baca juga:
Banjir Jakarta, Simak Bagaimana Anies Berharap ke Laut
<https://metro.tempo.co/read/1199783/banjir-jakarta-simak-bagaimana-anies-berharap-ke-laut?https://www.tempo.co/indeks&campaign=https://www.tempo.co/indeks_Click_3>
Ahok
<https://metro.tempo.co/read/1190242/anies-sindir-kebijakan-ahok-soal-larangan-sepeda-motor>lantas
mengomentarinya. "Kepada warga DKI, harap waspada terhadap
banjir. Mari fokus untuk membantu para korban banjir. Dan
jangan membuang sampah sembarangan," tulis Ahok.
Luapan Ciliwung menyebabkan banjir besar terutama
pada Jumat pagi lalu. Di beberapa daerah di bantaran
Ciliwung, banjir berlanjut dari dua hari sebelumnya.
Warganya juga memberi catatan bahwa banjir sebesar itu
terakhir terjadi 2013.
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#m_4421173955123849802_m_7235448681795212031_m_-6529570525802091353_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com