*Menteri berusaha menabur sogokan?  Kalau dibalik dengan pertanyaan apakah
menteri bisa atau biasa disogok? Berapa menteri rezim neo-Mojopahit yang
tidak bisa disogok dan memberi sogokan?*

https://kumparan.com/@kumparannews/kpk-geledah-ruangan-menteri-perdagangan-enggartiasto-lukita-1qyswJtnlGt



, akurat dan kredibel
<https://kumparan.com/@kumparannews>
Ikuti
29 April 2019 9:16 WIB
0
2
News <https://kumparan.com/channel/news>
KPK Geledah Ruangan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita Foto: Kevin Kurnianto/kumparan

Penyidik KPK menggeledah kantor Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.
Penggeledahan tersebut dilakukan KPK terkait proses penyidikan perkara
gratifikasi anggota Komisi VI DPR dari Golkar, Bowo Sidik Pangarso.

"KPK melakukan kegiatan penggeledahan di Kantor Kementerian Perdagangan di
ruang Menteri Perdagangan RI sejak pagi ini," ujar juru bicara KPK Febri
Diansyah melalui keterangan tertulisnya, Senin (29/4).

Penggeledahan yang menurut Febri masih berlangsung di lokasi hingga Senin
siang.

"Sebagai bagian dari proses Penyidikan perkara TPK dugaan gratifikasi yang
berhubungan dengan jabatan dengan tersangka BSP (Bowo Sidik Pangarso),
Anggota DPR-RI," kata Febri.

Terkait perkara ini, politikus Golkar Bowo Pangarso diduga menerima suap
dari Marketing Manager PT Humpuss Asty Winasti sebesar Rp 221 juta dan USD
85,130 (sekitar Rp 1,1 miliar). Suap tersebut diberikan melalui rekan Bowo
Pangarso, Indung. KPK telah menetapkan Bowo Pangarso, Asty, dan Indung
sebagai tersangka.

Suap itu diduga agar Bowo Pangarso mempengaruhi PT Pupuk Indonesia Logistik
agar memberikan pekerjaan distribusi pupuk. Pekerjaan itu, sebelumnya sudah
pernah dikerjakan PT Humpuss, tapi masa kerja samanya sudah berakhir.

Kesepakatan antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss untuk
distribusi pupuk kemudian kembali terjalin. Tepatnya, setelah ada
penandatanganan MoU pada 26 Februari 2019.

Namun, KPK menduga Bowo menerima gratifikasi dari sejumlah pihak lain yang
nilainya Rp 8 miliar. Pengacara Bowo sempat menyebut bahwa salah satu pihak
yang memberikan uang itu adalah seorang menteri.

KPK menduga uang itu akan dipakai Bowo Pangarso untuk 'serangan fajar'
dalam Pemilu 2019. Uang yang ditemukan dalam 84 kardus sudah dimasukkan ke
dalam 400 ribu amplop. Uang terdiri dari pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu.

Kirim email ke