Bung Djie, Kira-kira begini masalahnya :Gajah mati meninggal gadingnya, harimau meninggalkan belangnya, demikian kata pepatah melayu. Jadi mesti dibuat sesuatu sekalipun tidak akan dilaksanakan sampai selesai, tetapi nama harum baunya.
On Mon, Apr 29, 2019 at 9:57 PM kh djie <[email protected]> wrote: > Bung Sunny, > Kerjaannya bakal banyak. Bukan main, bisa tampung banyak pekerja. > Teknik bisa maju cepat sekali. > Pembangunan jalan, pembangunan gedung2, pembangunan Pembangkit Tenaga > Listrik, > pembangunan penjernihan Air dan perusahaan air minum. > Tetapi sekaligus karena baru bisa ditentukan dengan baik, mana yang harus > jadi daerah > hijau. Air dari kamar mandi dan dapur seluruh kota bisa diolah kembali, > untuk dijadikan > air menyirami kebun., seperti yang dilakukan Real Estate Summarecon Agung > di Kelapa > Gading Jakarta. > Kalau sukses akan terjadi transmigrasi besar-besaran, mungkin justru dari > orang2 kota di > Jawa yang cari kerja di calon ibukota? > Salam, > KH > > Pada tanggal Sen, 29 Apr 2019 pukul 21.36 Sunny ambon > [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > >> >> >> *Bung Djie,* >> >> *Jangan kawatir soal biaya, sekalipun selalu defisit APBN, karena masih >> bisa pinjam dan dipinjamkan fulus dari berbagai institusi keuangan. Alasan >> utama ialah menurut petinggi rezim hingga kini utang negara hanya 30% dari >> APBN. Jadi syukur alhamdulilah.* >> >> >> >
