https://www.eramuslim.com/berita/nasional/bpn-keluarkan-lima-alasan-mengapa-pilpres-2019-ini-patut-dianggap-penuh-kecurangan.htm

Selasa, 23 Sya'ban 1440 H / 30 April 201

BPN Keluarkan Lima Alasan Mengapa Pilpres 2019 Ini Patut Dianggap Penuh
Kecurangan

Eramuslim.com – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Paslon nomor 02
Prabowo-Sandi mencatat sedikitnya ada lima alasan utama BPN menilai Pemilu
2019 dipenuhi unsur kecurangan.

Juru bicara BPN 02, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pihaknya memiliki
beberapa alasan untuk mempermasalahkan kesalahan input data pada website
KPU.

Menurut Dahnil, kecurangan yang terjadi dinilai telah terstruktur,
sistematis, masif dan brutal. Kecurangan tersebut juga dinilai telah
dilakukan sejak proses kampanye hingga pasca pencoblosan.

“Sejak awal kami menyebutkan ada kecurangan yang terstruktur sistematis,
masif dan brutal karena memang ada kecurangan yang terjadi mulai dari
proses kampanye, pencoblosan dan pasca pencoblosan nahkan mulai DPT.
Misalnya DPT yang kemudian kami protes kemudian tidak dapat sambutan dan
perubahan yang signifikan,” ucap Dahnil Anzar Simanjuntak kepada awak media
di ruang media center BPN 02, Jakarta Selatan, Senin (29/4).

Yang kedua kata Dahnil, terdapat mobilisasi terhadap para penegak hukum
yang struktural. Bahkan terhadap para Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami berulang kali menyatakan ada masifisme kerja yang secara struktural
dari aparat kepolisian bahkan beberapa LSM menyatakan bahwasanya polisi
melakukan pendataan ada pemilih di kantong-kantong suara tertentu untuk apa
pendataan itu dan sebagainya,” katanya.

“Kemudian ada ibu-ibu berulang kali mengingatkan bahwasanya ada mobilisasi
pegawai BUMN dan bahkan mereka diminta untuk menggunakan dana mereka
sendiri untuk memastikan kemenangan dari salah satu calon yaitu 01.
Kemudian ada mobilisasi ASN, kemudian kepala daerah segala macam sistematik
pada masa kampanye,” lanjut Dahnil.

Yang ketiga, pada masa pencoblosan dinilai terdapat kecurangan yang terjadi
sehingga berpengaruh terhadap suara Paslon 02.

“Pada saat masa coblos ada daerah di mana Prabowo-Sandi terkuat tiba-tiba
tempat suaranya kurang, di luar negeri tiba-tiba yang akan memilih 02 nggak
bisa memilih dan seterusnya sampai pasca pencoblosan,” paparnya.

Selain itu, pada proses pencoblosan terdapat quick count dari berbagai
lembaga survei. Hasil quick count tersebut dinilai Dahnil sebagai upaya
untuk mencocokkan pada Situng di KPU.


“Di fase pencoblosan ada quick count, yang sekarang dugaan kami berusaha di
cocokkan dengan perhitungan digital nya KPU,” ucapnya.

Selanjutnya, Dahnil juga menduga adanya gerakan yang masif pada Situng di
KPU yang terdapat campur tangan orang lain.

“Ini sistematik yang kita rasakan, nah berangkat dari itu termasuk dari
quick count. Kemudian situng yang konsisten, konsisten keliru itu menjadi
seperti gerakan masif mengarahkan publik bahwasanya ini yang disebut mereka
kalo ngomong post truth itu loh, ini sebenarnya desain post truth itu
sendiri, jadi diarahkan, itu dugaan yang kami terima,” pungkasnya. [rm
<https://politik.rmol.co/read/2019/04/30/388044/bpn-keluarkan-lima-alasan-mengapa-pilpres-2019-ini-patut-dianggap-penuh-kecurangan>
]
------------------------------

Kirim email ke