Apa bedanya tukang ngomong dan tukang kerja? Tukang ngomong pinter kerjai tukang kerja..... Lha apa tukang kerja tidak bisa ngomongi tukang omong......?
Pada tanggal Sel, 30 Apr 2019 pukul 13.10 ChanCT [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > Tangani Banjir, Anies Diminta Jangan Malu Sontek Ahok > CNN Indonesia | Selasa, 30/04/2019 15:17 WIB > > [image: Tangani Banjir, Anies Diminta Jangan Malu Sontek Ahok]Gubernur > DKI Anies Baswedan diminta tak perlu malu mensontek kebijakan penanganan > banjir ala Ahok. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.) > Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta *Anies Baswedan > <https://www.cnnindonesia.com/tag/anies-baswedan>* disebut tak perlu malu > untuk meniru kebijakan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias *Ahok > <https://www.cnnindonesia.com/tag/ahok>* dalam menanggulangi banjir di > ibu kota. > > "Enggak usah malu-malu belajar sama Pak Ahok, *contek* saja. Minta > *blueprint*-nya agar dilaksanakan dari pada enggak berbuat apa-apa," kata > Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Wiliam Yani, saat dihubungi, Selasa (30/4). > > Lihat juga: Anies Klaim Jumlah Pengungsi Kini Tak Separah Banjir Era Ahok > <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190429120457-20-390456/anies-klaim-jumlah-pengungsi-kini-tak-separah-banjir-era-ahok/> > Yani menerangkan di zaman kepemimpinan Ahok pencegahan banjir dilakukan > dengan pengerukan kali. Pada musim kemarau, kata dia, alat berat tetap > berjaga untuk terus mengeruk agar sungai dan waduk lebih banyak menampung > air. > > > "Pengerukkan harusnya dilakukan sebelum musim hujan, kalau sekarang > dikeruk terlambat, sudah keburu banjir," ujar dia. > > Selain itu, Yani melihat pada zaman Ahok setiap institusi langsung bekerja > masing-masing saat banjir. Saat ini, dia menyebut kurang koordinasi > antar-lembaga di DKI dalam mengatasi banjir. > > Lihat juga: Titik Banjir di DKI Berkurang, Pengungsi Capai 529 Orang > <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190428044721-20-390220/titik-banjir-di-dki-berkurang-pengungsi-capai-529-orang/> > "Puluhan orang langsung* bersihin*, PPSU (pasukan oranye) ada tapi enggak > signifikan. Dulu zaman Ahok langsung ada puluhan PPSU dan memuji. Sekarang > kok berbeda dari sebelumnya, seperti enggak ada," jelas dia. > > "[Penanganan] banjir ini seperti autopilot, tanpa perintah yang jelas. > Koordinasi antar SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) jalan enggak? Kalau > dulu banjir orang Dinsos, BPBD sudah dateng menanyakan kebutuhan," imbuhnya. > > Menurut Yani, Anies harus mengambil tindakan dan tidak hanya menyalahkan > banjir kiriman. Anies juga diminta tidak bergantung pada proyek pemerintah > pusat yakni waduk di Ciawi dan Sukamahi. > > Lihat juga: Anies soal Saran Ahok Terkait Banjir: Ya Dari Dulu Begitu > <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190427171400-20-390151/anies-soal-saran-ahok-terkait-banjir-ya-dari-dulu-begitu/> > "Harusnya ada tindakan. Kalau nunggu waduk dua tahun baru kelar. Itu > banjir kan karena hujan di sana. Kalau hujan di Jakarta *gimana*? Masak > nunggu waduk dulu," tutup dia. > > Beberapa hari terakhir, sejumlah titik di Jakarta terendam banjir, seperti > Kampung Pulo, Rawajati, Pejaten, hingga Cawang. Namun, air sudah > berangsur-angsur surut. > > Dalam penjelasannya, Anies mengatakan banjir itu merupakan dampak dari > kiriman air dari Bogor. Begitu pula dengan sampah yang masuk ke ibu kota > yang membuat keadaan makin banjir. > > Anies pun mengatakan DKI bergantung kepada dua waduk yang sedang dibangun.. > Sebab menurutnya penyelesaian masalah banjir di Ibu Kota harus diselesaikan > dari hulu. > > *(CTR/arh)* > > > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > 不含病毒。www.avg.com > <http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient> > <#m_-4833290422050516358_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2> > > >
