SURAT DARI SINGAPUR === MALAM PERTEMUAN===
Hari itu di Jakarta, kami menentukan Sabtu 27 April 2019, sebagai malam pertemuan dengan teman teman, yakni sehari sebelum berangkat pulang ke Singapur. Kami sengaja memilih hari terakhir sebagai Hari Pertemuan dengan teman reman lama dan baru. Menandakan pertemuan dan perpisahan berupa a continuation of friendship. There's no beginning, no ending. Bahwa persahabatan itu tidak memilih tempat dan waktu. Juga tidak memilih lama dan baru. Mungkin disinilah keindahan maknanya kehidupan. Baru dan lama, dulu dan sekarang, tua dan remaja, juga hidup dan mati semuanya sebagian dari kehidupan. Jika ada yang menanya indahkah hidup ini? Ya indah dan bahagia lah bagi mereka yang dapat merasakan keindahannya. After all, happiness is a state of mind. Terserah masing masing. Bukankah begitu pada dasarnya? Bagi yang tidak setuju, sorry lah! 😁🤗 Kembali ke pertemuan malam itu. Tempat pertemuan Rumah Makan Pondok Laguna Batu Tulis. Tempat sudah disediakan tersendiri bagi kami di bagian dalam ruangan terbuka. Sangat cocok bagi kami yang bersuka ria MEOK (makan enak omong kosong) sepuas hati. Bagi yang tidak tahu tentunya mengira kami adalah tourists dari kampung pedalaman yang baru pertama kali keluar negeri, kalo sedang bicara sama seperti orang berteriak minta tolong ketika nyemplung ke sumur yang airnya kebetulan dangkal. Tapi, so what? Apa salahnya ya? Yang penting kami ber-MEOK, bergembira banget. Dan itulah yang kami lakukan sepanjang malam. Sejujurnya, diantara kami belum ada yang kepingin pulang, tapi karena sudah closing time, mau tidak mau terpaksa bubar lah pertemuannya. Diantara para teman yang datang, banyak yang kami kenal ketika sering datang ke INTI beberapa tahun yang lalu. Maka pertemuan malam itu dengan sendirinya membawa kami ke suasana hari hari bahagia itu. Masih remang remang terbayang sosok Benny Setiono yang selalu cerah gembira penuh dengan humour, dan sangat baik hati terhadap kami teman temannya. Tapi sebaliknya, sangat kritis terhadap situasi yang dianggapnya tidak sejalan dengan aliran kebijaksanaan pemerintah Indonesia yang multi racial, multi budaya dan multi religion. Maka Malam Pertemuan ini kami dedikasikan juga kepada Eddy Lembong dan Benny Setiono dua tokoh perintis yang bersama sama mendirikan INTI. Sekali pun dua tokoh masyarakat ini sudah tidak bersama kita lagi, namun legasi yang diilhami tetap mengobar semangat dan menginspirasi generasi selanjutnya. MAY SWANSingapore, 30 April 2019.
