https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190430143456-20-390844/bertepatan-may-day-aktivis-papua-bakal-aksi-di-depan-istana



Bertepatan May Day, Aktivis Papua Bakal Aksi di Depan Istana
CNN Indonesia | Selasa, 30/04/2019 18:54 WIB
Bagikan :
[image: Bertepatan May Day, Aktivis Papua Bakal Aksi di Depan Istana]Ilustrasi
aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Papua. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Front Rakyat Indonesia untuk West Papua
<https://www.cnnindonesia.com/tag/papua>dan Aliansi Mahasiswa Papua
menyatakan bakal menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Negara,
Jakarta, Rabu (1/5), bertepatan dengan peringatan Hari Buruh
<https://www.cnnindonesia.com/tag/hari-buruh> Internasional atau May Day.

Juru bicara FRI WP, Surya Anta Ginting mengatakan aksi demonstrasi tersebut
untuk memperingati 56 tahun aneksasi Papua Barat oleh Indonesia yang jatuh
pada setiap tanggal 1 Mei.

"Kami akan aksi di depan Istana Negara. Berbarengan dengan hari buruh pada
1 Mei," ujar Surya di Kantor YLBHI, Jakarta, Selasa (30/4).


Surya menuturkan pihaknya akan menyampaikan enam tuntutan terhadap
pemerintah dalam aksi besok.

Pertama, meminta pemerintah Indonesia memberikan kebebasan dan hak
menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua.
Kedua, meminta pemerintah Indonesia menarik personel TNI dan Polri dari
seluruh tanah Papua sebagai syarat damai.

Lihat juga: Jelang May Day Jokowi Makan Siang Bareng Buruh 'Nike'
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190430134921-20-390818/jelang-may-day-jokowi-makan-siang-bareng-buruh-nike/>
Ketiga, meminta pemerintah Indonesia menutup perusahaan Freeport hingga
British Petroleum karena merupakan dalang kejahatan kemanusiaan di Papua.

"Keempat, PBB harus bertanggungjawab serta terlibat secara aktif, adil, dan
demokratis dalam proses penentuan nasib sendiri, pelurusan sejarah, dan
pelanggaran HAM yang terjadi terhadap bangsa West Papua," ujarnya.

Keenam, meminta pemerintah Indonesia membuka lebar dan menjamin kebebasan
informasi, berekspresi, berorganisasi, dan berpendapat bagi warga Papua
Barat. Dalam hal ini membuka akses jurnalis di Papua Barat.
[image: Bertepatan May Day, Aktivis Papua Bakal Aksi di Depan Istana]Ilustrasi
aksi unjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa Papua. (CNN Indonesia/Safir Makki).

Hari Aneksasi Papua

Surya menambahkan setiap 1 Mei bukan hanya hari untuk buruh memperjuangkan
haknya. Ia mengingatkan semua pihak harus mengetahui bahwa 1 Mei 1963
merupakan hari di mana Indonesia melakukan aneksasi atau pengambilan dengan
paksa wilayah Papua.

Surya menceritakan aneksasi di Papua bermula saat Sukarno memerintahkan
militer melakukan Operasi Tri Komando Rakyat pada 19 Desember 1961. Operasi
itu kemudian dilanjutkan dengan kesepakatan dan perundingan antara
Indonesia dan Belanda yang difasilitasi oleh Amerika Serikat pada 15
Agustus 1962 yang dikenal dengan New York Agreement.

Lihat juga: Polda Metro Terjunkan 26 Ribu Personel Amankan Hari Buruh
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190429211152-12-390660/polda-metro-terjunkan-26-ribu-personel-amankan-hari-buruh/>
Kesepakatan dalam perundingan itu, kata Surya, memerintahkan Belanda untuk
menyerahkan Papua Barat kepada United Nation Temporary Executive Authority
(UNTEA) paling lambat pada 1 Oktober 1962. Setelah penyerahan itu, UNTEA
atas nama PBB diminta menyerahkan Papua Barat ke Indonesia paling lambat 1
Mei 1963.

Pasca penyerahan, rakyat Papua Barat sejatinya memiliki hak untuk
menentukan nasibnya sendiri, yakni memilih bergabung atau memisahkan diri
dari Indonesia. Akan tetapi, proses pemilihan yang ada di bawah tekanan
militer membuat pemisahan Papua Barat dari Indonesia tidak terjadi.

"New York Agreement telah memberikan keuntungan yang besar bagi Indonesia
sebagai jalan untuk aneksasi," ujar Surya.

Komite Pusat AMP Albert Mungguar mengklaim genosida perlahan terhadap
ratusan ribu warga Papua Barat terjadi pasca Papua Barat bergabung dengan
Indonesia. Tak hanya itu, ia menyebut diskriminasi rasial, eksploitasi alam
secara masif, pemenjaraan aktivis, penculikan, hingga penghilangan paksa
terjadi.

Lihat juga: Diundang Jokowi, Said Iqbal Cs Sepakat Hari Buruh Damai
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190426144749-32-389903/diundang-jokowi-said-iqbal-cs-sepakat-hari-buruh-damai/>
"Pelakunya tak lain adalah TNI-Polri dan aparatus sipil yang mendukung
kebijakan politik kolonial yang tak mungkin bisa bertahan dalam waktu lama
tanpa adanya dukungan dari kekuatan modal internasional," ujar Albert.

Ia menambahkan perjuangan pihaknya adalah membebaskan Papua Barat dari
penjajah bangsa dan manusia.

Lebih dari itu, ia juga berharap buruh yang akan menggelar aksi serupa pada
1 Mei untuk turut memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat. *(jps/osc)*
Bagikan :

Kirim email ke