Islam adalah suatu Agama yang sangat Otoriter, mendenonsasi Hak-Hak kemanusian 
kaum wanita, menghukum Wanita dengan melempari dengan batu sampai mati, kalau 
Wanita tidak memenuhi kekuasaan lelaki. Partai NU dan semua ORMAS Partai Islam 
di Indonesia pelaksana Pembunuhan Jutaan Manusia dengan cara-cara yang sangat 
sadis  kejam dan biadab dibawah Komando Sarwo Edhie dan Letjen Prabowo ( 
kedua-duanya adalah Anggota Keluarga Jendral Fasis Suharto) periode 1965 dan 
seterusnya, sampai lengsernya Jendral Suharto. Letjen Prabowo, pembunuh Tukul  
dan dan pelaksana Teror Perisitwa Semanggi tidak akan menerima kekalahannya 
pada PEMILU dan akan mengaktifkan Teroris Islamist, seperti setengah Abad yang 
lalu.; karena Prabowo tahu, dia akan memperoleh Impunitas dari Kementerian 
Pertahanan, sebagaimana semua pelaku Genocide setengah Abad yang lalu-itu 
artinya The Past will be the indonesian Present,lingkaran setan yang takkan 
berakhir, dan dengan demikian Militer akan selamanya menguasai kekuasaan 
Negara, bukan alat Negara, tetapi Penguasa Negara.

Pada Sel, 30/4/19, Sunny ambon [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]> menulis:

 Judul: Re: [GELORA45]: Islam dan Perpolitikan di Indonesia
 Kepada: "Gelora 45" <[email protected]>, "ChanCT" 
<[email protected]>
 Cc: "nesare" <[email protected]>, "Salim Said" <[email protected]>
 Tanggal: Selasa, 30 April, 2019, 7:00 AM
 
 
  
 
 
 
   
 
 
     
       
       
       Apanya yang modern dan apanya yang
 dimaksudkan dengan tradisional?
 On Tue, Apr 30,
 2019 at 4:40 AM ChanCT [email protected]
 [GELORA45] <[email protected]>
 wrote:
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
  
 
  
 
 
 
   
 
 
     
       
       
       
   
   
     Rupanya
 email saya beberapa
         bulan ini terkendala di yahoo dan google, seringkali
 tidak masuk
         begitu juga tidak sedikit pengiriman ditendang
 balik! Entah
         karena gangguan sesaat saja atau ada kebijakan
 pembatasan yg
         dianggap wajar bagi setiap pengguna agar jalur
 internet yg sudah
         makin sibuk tidak terjadi kemacetan total, padahal
 saya sudah
         kurangi pengiriman ke grup-milis dimana saya
 tergabung, ... 
 
       
     Mudah2an saja
 bung Salim
         berkenan dan masih bisa meluangkan waktu untuk
 memberikan
         pencerahan lebih lanjut, ... dengan diskusi yang
 muncul di
         GELORA45.
     Saya sendiri
 juga sudah
         mengajukan sedikit pendapat dengan digunakannya
 sebutan Islam
         "tradisional" dan "mordenis"
 yang untuk pertama kali saya dengar
         ini. Karena biasanya digunakan sebutan Islam
 moderat, sekuler,
         abangan dan Islam fanatik, konservatif bahkan
 radikalis, ...
         Atau mungkin dari sudut pandang yang
 berbeda?
     Mengapa gunakan
 sebutan
         "modernis"? Setelah saya pikirkan lebih
 lanjut, mungkin
         membedakan atau perkembangan selanjutnya dari Islam
 berpandangan
         tradisional yg memisahkan Islam dari politik
 kekuasaan Negara.
         Sehingga muncul pemikiran Nurcholis Madjid, juga Gus
 Dur untuk
         pertahankan pandangan tradisionalnya menjadi Islam
 masyarakat,
         yang bertentangan dengan Negara Islam.
     Bagi saya,
 perbedaan yang
         terjadi dengan penafsiran ajaran Islam, berdasarkan
 Alquran itu
         boleh-boleh saja, yang lebih penting jangan sampai
 saling
         memaksakan dan hendak menang sendiri saja, bahkan
 menganggap
         tafsirannya sendiri itulah yang paling BENAR dan
 yang BERBEDA
         SALAH dan boleh saja dibunuhi, ...! Jadi jangan
 biarkan
         kelompok-kelompok itu tumbuh berkembang menjadi
 "GARIS KERAS",
         "RADIKALISME" karena fanatiknya pada Islam
 dengan penafsiran
         yang dianggap paling benar itu!
     Salam-damai,
     ChanCT
     
 
     
     'nesare'
 [email protected]
 [GELORA45] 於
       29/4/2019 22:14 寫道:
 
     
     
       
        
       
           
             
               Saya
                   ikutin Salim said yg pake’ istilah islam
 modernis dan
                   saya mengerti
 maksudnya..
               Gak
                   ada istilah modern yg dipakai.. Apa yg
 ingin bung
                   komentari dgn pertanyaan2 itu?
 
               Manusia
                   akan selalu dinamis dan fleksibel dalam
 melihat,
                   meninterpretasi, reasoning tentang
 agamanya.
                
               Nesare
                
                
               
                 
                   From:
                     [email protected]
                     <[email protected]>
 
 
                     Sent: Sunday, April 28, 2019 4:13
 AM
 
                     To: Gelora 45
                     <[email protected]>;
 nesare
                     <[email protected]>
 
                     Subject: Re: [GELORA45] Fwd: Fwd:
 Fwd: Islam
                     dan Perpolitikan di
 Indonesia
                 
               
                
                
 
               
                 
                   
                     
                       Apanya yang modern?
                           Apakah modern karena
 direformasikan seperti
                           misalnya yang dibuat oleh Martin
 Luther, atau
                           juga seperti teologia pembebaasan
 yang muncul
                           di Amerika
 Latin?
                     
                      
                     
                       
                         On
 Fri, Apr 26, 2019 at
                           5:34 PM 'nesare' [email protected]
                           [GELORA45] <[email protected]>
                           wrote:
                       
                       
                         
                            
                             
                           
                             
                               
                                 
                                   Iseng2
                                       saya coba komentari
 tulisan salim
                                       said ini.
 
                                   Masalah
                                         islam modernis
 beralih ke
                                         Prabowo itu bukan
 karena masalah
                                         Benny Moerdani.
 Walaupun memang
                                         Prabowo dan Benny
 tidak pernah
                                         bisa dekat.
 Ketidakdekatan
                                         antara kedua sosok
 ini karena
                                         Benny tidak
 memandang Prabowo.
                                         Fokusnya Benny
 adalah Soeharto.
                                         Jadi gak bener
 mereka
                                         “bersengketa”.
 Yang
                                         harus dipahami
 adalah kekuatan
                                         Islam itu riil
 diNKRI sejak
                                         dulu. Kekuatan Islam
 ini adalah
                                         Islam moderat ala
 nusantara
                                         sudah ditelorkan
 oleh Bung Karno
                                         dalam Nasakom nya.
 Sejak
                                         dibredel Soeharto
 kekuatan ini
                                         terpendam dan
 diperparah oleh
                                         Benny. Suara ini mau
 keluar.
                                         Prabowo adalah
 channel nya.
                                         Triggering
 factor/pencetusnya
                                         adalah: Al
 Maidah/ahok. Jelas2
                                         habis Rizieq ngomong
 gimana
                                         mempolitisir
 islamnya Prabowo yg
                                         dia ragukan koq..
 Jadi
                                         politisasi agama
 terjadi dan
                                         disambut baik oleh
 Prabowo yg
                                         ambisi jadi
 presiden. Klop lah
                                         jadinya duet ini.
 Lucu sekali
                                         Prabowo dan apalagi
 Sandi
                                         diimage kan sbg
 ulama. Kalau
                                         anies sih masihlah
 sholat, eh
                                         Prabowo dan Sandi
 ulama? Gak
                                        
 lah.Jelas
                                         PDIP menutup
 pintunya rapat2 utk
                                         islam modernis ini.
 Ya gak ada
                                         pilihan ke Prabowo.
 Istilah
                                         masyarakat
 “terbelah” itu gak
                                         usah digede2in. dari
 dulunya
                                         memang sudah
 “terbelah”. Nasakom
                                         sudah ngomong
 begini. Jadi
                                         “terbelah” ini
 seharusnya dibaca
                                         sbg “perbedaan”
 atau “kekuatan”
                                         yg ada di NKRI.
 Persoalan
                                         utamanya adalah
 islam modernis
                                         ini adalah yg datang
 dari luar.
                                         Ini faham wahabisme
 termasuk HTI
                                         yg dibubarkan oleh
 Jokowi.
                                         Persoalan islam
 nusantara itu
                                         kalaupun ada adalah
 persoalan
                                         dalam NKRI dan ini
 sekali lagi
                                         sudah ada sejak dulu
 kala.
                                         Dedongkot2nya NU,
 Muhammadiyah
                                         seperti: hasyim
 muzadi, ahmad
 syafii
 maarif,
                                         said aqil, mustofa
 bisri dll yg
                                         memang hidupnya
 selalu
                                         bersinggungan dgn
 kelompok
                                         minoritas terutama
 agama di
                                         NKRI. 2 figur
 kontroversial
                                         maaruf amin dan din
 syamsuddin
                                         yg terkenal
 konservatif pun
                                         akhirnya memilih
 menjadi
                                         moderat/wasathiyah
 krn mereka
                                         tahu faham islam
 wahabi dari
                                         timur tengah sudah
 masuk.. PKS
                                         itu adalah sarangnya
 secara
                                         formal politis. PBB
 dan PPP itu
                                         partai islam tapi
 gak pernah
                                         populer apalagi
 menang. Itu
                                         jelas wajah Islam
 Indonesia itu
                                         memang moderat. Lain
 setelah
                                         wahabi dari timteng
 masuk, ya
                                         wajahnya lain.
 Makanya jangan
                                         heran kalau ke
 Indonesia
                                         sekarang mayoritas
 sudah
                                         berkerudung. Dulu ya
 jarang
                                         sekali walaupun ada.
 Social
                                         pressure sangat kuat
 kalau tidak
                                         berkerudung. Ini
 pertanda ada
                                         sesuatu riak yg lain
 dalam
                                         kehidupan beragama
 diindonesia.
                                         Masalah al maidah
 ahok itu titik
                                         tolak. Kekuatan 212
 itu nyata.
                                         Nyatanya dipakai utk
 menaikkan
                                         elektabilitas pemilu
 dan
                                         gubernuran DKI saja.
 Kalau mau
                                         berbicara ttg NKRI,
 saya masih
                                         berpendapat gak akan
 menang
                                         lawan nasionalisme
 Indonesia.
                                         Jadi digede2in aja
 kekuatan
                                         islam modernis ini.
 Andaikata
                                         parpol tempo hari
 menyodorkan
                                         Mahfud, tetap Jokowi
 akan
                                         menang. Tetapi para
 bos2 agama
                                         islam memang sudah
 khawatir akan
                                         suara2 lantangnya
 islam modernis
                                         kayak rizieg yg
 sekarang
                                         sembunyi di arab
 sana.Ini
                                         keluar sedikit:
 masalah agama
                                         dan politik di
 Indonesia itu
                                         jalannya tidak
 sejalan. Ulama
                                         itu menjadi panutan
 dalam
                                         beragama. Politik ya
 laen di
                                         Indonesia
 itu.
                                    
                                   Segitu
                                       aja
 dulu,
                                   Nesare
                                    
                                    
                                   
                                     
                                       From:
                                         [email protected]
                                         <[email protected]>
                                         
 
                                         Sent:
 Wednesday, April
                                         24, 2019 7:08 PM
 
                                         To: GELORA_In
 <[email protected]>
 
                                         Subject:
 [GELORA45] Fwd:
                                         Fwd: Fwd: Islam dan
 Perpolitikan
                                         di
 Indonesia
                                     
                                   
                                    
                                    
 
                                   
                                     
                                       
                                          
                                         
                                           
 
                                             
 
                                             --------
 轉寄郵件
                                             --------
 
                                           
                                                   主旨: 
                                                 
                                                   Fwd: Fwd: Islam dan 
Perpolitikan
 di Indonesia
                                                
 
                                                   日期: 
                                                 
                                                   Wed, 24 Apr 2019 23:00:49
 +0800
                                                
 
                                                   從:
 
                                                 
                                                   ChanCT 
<[email protected]>
                                                
 
                                                   到:
 
                                                 
                                                   GELORA_In 
<[email protected]>
                                                
 
                                            
                                            
                                           
                                             
 
                                               
 
                                               --------
 轉寄郵件
                                               --------
 
                                             
                                                     主旨:
                                                        
 
                                                   
                                                     Fwd: Islam dan 
Perpolitikan di
 Indonesia
                                                  
 
                                                     日期:
                                                        
 
                                                   
                                                     Tue, 23 Apr 2019 19:34:05
 +0700
                                                  
 
                                                     從:
                                                        
 
                                                   
                                                     Salim Said 
<[email protected]>
                                                  
 
 
                                                   
 
                                                  
 
                                              
                                             
                                               
                                                 Pilpres dan
 Keterbelahan
                                                    
 Indonesia Hari-hari
                                                    
 ini.
                                               
                                               
                                                 (suatu
 percobaan untuk lebih
                                                    
 mengerti)
                                                 
                                                   .
 
                                                   
                                                     Tulisan Luthfi
                                                        
 Assaukani di
                                                        
 Kompas beberapa
                                                         hari
 lalu itu
                                                        
 merupakan salah
                                                         satu
 tulisan
                                                        
 terbaiknya yang
                                                        
 sempat saya
                                                        
 baca. Sayang
                                                        
 tulisan ini
                                                        
 belum menyoroti
                                                        
 persoalan yang
                                                        
 menjadi dasar
                                                        
 konflik atau
                                                        
 "ribut" yang
                                                        
 melanda
                                                        
 Indonesia
                                                        
 menjelang dan
                                                        
 setelah
                                                        
 pemungutan suara
                                                        
 pilpres 2019 
                                                         dan
 peranan
                                                        
 Jokowi dalam
                                                        
 "kekisruhan
                                                        
 itu."
                                                   
                                                   
                                                      
                                                   
                                                   
                                                     Tulisan Luthfi
                                                        
 ini  akan lebih
                                                        
 lengkap jika
                                                        
 secara lebih
                                                        
 saksama
                                                        
 disertai 
                                                        
 penjelasan 
                                                        
 mengapa kaum
                                                        
 modernis Islam
                                                        
 berkumpul di
                                                        
 sekitar Prabowo
                                                         dan
 bagaimana
                                                        
 sebenarnya
                                                        
 hubungan Prabowo
                                                        
 dengan Islam
                                                        
 modernis itu? 
                                                         Saya
 sendiri
                                                        
 cenderung
                                                        
 berpendapat,
                                                        
 fenomena ini
                                                        
 sebagian besar
                                                        
 bersumber pada
                                                        
 kelemahan
                                                        
 pengertian dan
                                                        
 pengetahuan
                                                        
 politik Jokowi.
                                                        
 Kalau saja 
                                                        
 Jokowi sadar
                                                        
 akibat ucapan
                                                         Ahok
 (soal
                                                        
 Almaida)  yang
                                                        
 memantik
                                                        
 kemarahan ummat,
                                                        
 "konflik"
                                                        
 sekarang besar
                                                        
 kemungkinan bisa
                                                        
 dihindarkan.Tapi
                                                        
 konflik sulit
                                                        
 dihindarkan,
                                                        
 sebab Jokowi
                                                        
 tidak tahu
                                                        
 potensi konflik
                                                        
 mendasar
                                                        
 Indonesia yang
                                                        
 mulai muncul dan
                                                        
 berkembang sejak
                                                        
 adanya polemik
                                                        
 Natsir-Sukarno
                                                         di
 masa
                                                        
 pergerakan
                                                        
 kemerdekaan.
                                                        
 Debat itu
                                                        
 berputar sekitar
                                                        
 persoalan
                                                        
 tentang apa
                                                        
 dasar negara
                                                        
 yang  akan
                                                        
 mereka bangun
                                                        
 bersama kelak
                                                        
 setelah
                                                        
 Indonesia
                                                        
 berhasil
                                                        
 merdeka. Negara
                                                        
 berdasarkan
                                                        
 syariat (Islam)
                                                         atau
 berdasarkan
                                                        
 kebangsaan.
                                                        
 Debat ini tidak
                                                        
 pernah selesai
                                                        
 hingga hari
                                                        
 ini.Soal ini
                                                        
 muncul kemudian
                                                        
 dalam bentuk Piagam
                                                          
 Jakarta,
                                                        
 perdebatan di Sidang
                                                          
 Konstituante,
                                                        
 muncul pada deklarasi
                                                          
 Sukarno
                                                          
 kembali ke UUD
                                                           45
 pada tahun
                                                          
 1959, juga
                                                        
 muncul pada awal
                                                          
 Orde Baru,
                                                        
 mencul lagi setelah
                                                          
 refomasi yang
                                                        
 mengakhiri masa
                                                         Orde
 Baru. Di
                                                         masa
                                                        
 pemerintahan 
                                                        
 otoriter
                                                        
 Suharto, soal
                                                        
 Piagam Jakarta 
                                                        
 sukses ditekan
                                                        
 hingga nyaris
                                                        
 mencapai titik
                                                        
 nol.
                                                   
                                                   
                                                      
                                                   
                                                   
                                                     Yang menarik
                                                         dan
 penting
                                                        
 dicatat, pada
                                                         masa
 Orde Baru
                                                         itu
 muncul
                                                        
 pemikiran baru
                                                        
 golongan Islam
                                                        
 merespon
                                                        
 persoalan yang
                                                        
 tidak mati-mati
                                                         itu.
 Nurcholis
                                                        
 Madjid (juga
                                                        
 kemudian Gus
                                                         Dur)
                                                        
 mengembangkan
                                                        
 konsep masyarakat
                                                          
 Islam
                                                        
 sembari
                                                        
 meninggalkan
                                                        
 konsep negara
                                                        
 Islam. Dengan
                                                        
 konsep baru itu,
                                                        
 pemerintah Orde
                                                         Baru
 nampaknya
                                                         siap
 berdamai.
                                                         Tapi
 konsep yang
                                                        
 tampil dramatis
                                                         dan
 revolusioner
                                                        
 ini  memerlukan
                                                        
 waktu lama untuk
                                                        
 diterima
                                                        
 masyarakat Islam
                                                         di
 klas menengah
                                                         ke
 bawah.
                                                   
                                                   
                                                      
                                                   
                                                   
                                                     Nah, ketika
                                                        
 gagasan
                                                        
 Nurcholis ini
                                                        
 secara perlahan 
                                                        
 sedang merambat 
                                                         ke
 bawah,
                                                        
 Ahok(Pernah
                                                        
 menjadi
                                                        
 Gubernuar DKI
                                                        
 setelah
                                                        
 sebelumnya
                                                        
 menduduki
                                                        
 kursiWagub DKI
                                                        
 mendampingi
                                                        
 Jokowi)  muncul
                                                        
 dengan kasus AL
                                                          
 Maida yang
                                                        
 sangat
                                                        
 menghebohkan..Masyarakat
                                                        
 Islam klas
                                                        
 menengah ke
                                                        
 bawah bereaksi
                                                        
 negatif dan
                                                        
 cepat terhadap
                                                        
 ucapan
                                                        
 Ahok.Golongan
                                                         klas
 menengah
                                                        
 Islam sulit
                                                        
 bersaingan
                                                        
 menghadapi para
                                                         dai
 garis keras
                                                         di
 masyarakat
                                                        
 Islam dalam
                                                        
 masyarakat luas.
                                                         Dari
 sinilah
                                                        
 mulai munculnya
                                                        
 fenomena  masyarakat
                                                          
 terbelah. 
                                                        
 Akibat paling
                                                        
 parah dari
                                                        
 perkembangan
                                                         ini,
 Jokowi yang
                                                        
 nampaknya tidak
                                                         tahu
 sejarah
                                                        
 Indonesia,
                                                        
 memilih tetap
                                                        
 mendukung
                                                        
 Ahok.Sikap
                                                        
 Jokowi yang
                                                        
 kurang
                                                        
 bersimpati
                                                        
 kepada gerakan
                                                        
 ummat yang marah
                                                        
 kepada Ahok,
                                                        
 menyebabkan
                                                        
 Bapak Presiden
                                                        
 dituduh anti
                                                        
 Islam dan secara
                                                        
 perlahan juga
                                                        
 dituduh anak
                                                         PKI.
 (Apakah
                                                        
 Jokowi anti
                                                        
 Islam dan betul
                                                         anak
 PKI, itu
                                                         soal
 lain)
                                                        
 Kemudian
                                                        
 berkembang
                                                        
 cerita persekusi
                                                        
 kiai,dai dan
                                                        
 pendakwa Islam
                                                         oleh
 aparat
                                                        
 keamanan. Reaksi
                                                        
 ummat Islam
                                                        
 kepada Jokowi
                                                        
 makin sangar.
                                                        
 Reaksi ini  pada
                                                        
 gilirannya
                                                        
 membangkitkan
                                                        
 "dukungan" kaum
                                                        
 sekuler --dan
                                                        
 mereka yang
                                                        
 takut Islam--
                                                        
 kepada Jokowi.
                                                         Maka
 makin
                                                        
 sempurnalah 
                                                        
 pembelahan tubuh
                                                        
 Indonesia.
                                                   
                                                   
                                                      
                                                   
                                                   
                                                     Menghadapi
                                                        
 keterbelahan ini
                                                        
 ummat Islam
                                                        
 terkonsolidasi
                                                         ke
 dalam dua
                                                        
 kelompok lama,
                                                        
 tradisional dan
                                                        
 modernis. NU
                                                        
 terbelah ke
                                                        
 dalam dua
                                                        
 kelompok:
                                                        
 kultural dan
                                                        
 struktural. Yang
                                                        
 kultural berdiri
                                                         pada
 posisi yang
                                                         sama
 dengan kaum
                                                        
 modernis dan
                                                        
 melihat Prabowo
                                                        
 sebagai "rumah"
                                                        
 bersama mereka
                                                        
 menghadapi
                                                        
 Jokowi yang
                                                        
 mereka
                                                        
 anggap/tuduh
                                                        
 sebagai anti
                                                        
 Islam.
                                                   
                                                   
                                                      
                                                   
                                                   
                                                      
                                                   
                                                   
                                                     Mengapa
                                                        
 Prabowo? 
                                                   
                                                   
                                                      salah satu
                                                        
 penyebabnya, presidensial
                                                          
 treshold
                                                        
 hanya membuka
                                                        
 jalan  bagi dua
                                                        
 calon presiden.
                                                        
 Presidensial 
                                                        
 Treshold
                                                        
 mendorong  kaum
                                                        
 modernis dan NU
                                                        
 kultural berkubu
                                                         di
 kelompok
                                                        
 Prabowo, yang
                                                        
 struktural
                                                        
 (KH.Makruf Amin)
                                                        
 mendukung
                                                        
 Jokowi,
                                                        
 sementara kaum
                                                        
 sekuler dan  non
                                                        
 muslim pada
                                                        
 umumnya 
                                                        
 mendukung
                                                        
 Jokowi. Hubungan
                                                         kaum
 modernis
                                                        
 dengan Prabowo
                                                        
 bukan pula
                                                        
 cerita baru.
                                                        
 Hubungan bermula
                                                        
 pada  masa
                                                        
 menjelang akhir
                                                         Orde
 Baru, Waktu
                                                         itu
 Prabowo
                                                        
 "bersengkata"
                                                        
 dengan L.B.
                                                        
 Murdani dan para
                                                        
 perwira
                                                        
 binaannya,
                                                        
 Prabowo banyak
                                                        
 mendapat bantuan
                                                         kaum
 muslim
                                                        
 modernis yang
                                                        
 merasa
                                                        
 "terancam" oleh
                                                        
 Murdani.
                                                   
                                                   
                                                      
                                                   
                                                   
                                                     Karena
                                                        
 kampanye
                                                        
 berlangsung
                                                        
 terlalu
                                                        
 lama,maka
                                                        
 permusuhan dua
                                                        
 pendukung Capres
                                                        
 makin lama 
                                                        
 makin "jorok"
                                                         dan
 hanya makin
                                                        
 memperdalam
                                                        
 pembelahan
                                                        
 masyarakat..
                                                   
                                                   
                                                     Kejadian makin
                                                        
 buruk oleh
                                                        
 "keributan"
                                                        
 akibat kekacauan
                                                         pada
 pemungutan
                                                        
 suara tgl 17
                                                        
 April
                                                        
 lalu.Tuduhan
                                                        
 kecurangan ke
                                                        
 alamat petahana
                                                        
 terdengar di
                                                        
 mana-mana.
                                                        
 Keadaan ini
                                                        
 dimanfaatkan
                                                        
 dengan baik oleh
                                                        
 golongan islam 
                                                        
 modernis sebagai
                                                        
 pertanda
                                                        
 terancamnya
                                                        
 Islam oleh
                                                        
 pendukung-pendukung
                                                        
 Jokowi yang pada
                                                        
 umumnya
                                                        
 tergolong 
                                                        
 sekuler.
                                                        
 Menghadapi
                                                        
 rekasi golongan
                                                        
 Islam yang
                                                        
 merasa terancam,
                                                        
 bangkit pula
                                                        
 ketakutan kaum
                                                        
 sekuler dan
                                                        
 pendukung Jokowi
                                                        
 kepada Islam
                                                         yang
 mereka
                                                        
 tuduh akan
                                                        
 mendirikan
                                                        
 kekhalifaan. Dan
                                                        
 makin tajam
                                                        
 sajalah 
                                                        
 keterbelahan
                                                        
 Indonesia.***
                                                   
                                                   
                                                      
                                                   
                                                   
                                                     Tulisan ini
                                                        
 sebuah percobaan
                                                        
 mengerti
                                                        
 perkembangan
                                                        
 politik
                                                        
 Indonesia
                                                        
 sekarang. Ini
                                                        
 bahan untuk
                                                        
 diskusi, Untuk
                                                        
 menyempurnakan
                                                        
 pandangan ini, 
                                                        
 mohon tanggapan
                                                        
 sahabat-sahabat
                                                        
 semua.
                                                   
                                                   
                                                      
                                                   
                                                   
                                                     Salim Haji
                                                         Said
 (Bung
                                                        
 Salim).
                                                   
                                                   
                                                      
                                                   
                                                 
                                                  
                                                 
                                                   
                                                      
                                                   
                                                 
                                               
                                             
                                           
                                         
                                         
                                            
                                           
                                                   
                                                 
                                                   不含病毒。www.avg.com
                                                    
 
                                                
 
                                         
                                       
                                     
                                   
                                 
                               
                             
                           
                         
                       
                     
                   
                   
                     
                   
                 
               
             
           
           
       
       
       
       
     
   
 
 
 
     
      
 
     
     
 
 
 
 
 
 
   
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
      
 
     
     
 
 
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019 --
   #yiv8279588019ygrp-mkp {
 border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px
 0;padding:0 10px;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-mkp hr {
 border:1px solid #d8d8d8;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-mkp #yiv8279588019hd {
 color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
 0;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-mkp #yiv8279588019ads {
 margin-bottom:10px;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-mkp .yiv8279588019ad {
 padding:0 0;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-mkp .yiv8279588019ad p {
 margin:0;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-mkp .yiv8279588019ad a {
 color:#0000ff;text-decoration:none;}
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-sponsor
 #yiv8279588019ygrp-lc {
 font-family:Arial;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-sponsor
 #yiv8279588019ygrp-lc #yiv8279588019hd {
 margin:10px
 0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-sponsor
 #yiv8279588019ygrp-lc .yiv8279588019ad {
 margin-bottom:10px;padding:0 0;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019actions {
 font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019activity {
 
background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019activity span {
 font-weight:700;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019activity span:first-child {
 text-transform:uppercase;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019activity span a {
 color:#5085b6;text-decoration:none;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019activity span span {
 color:#ff7900;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019activity span
 .yiv8279588019underline {
 text-decoration:underline;}
 
 #yiv8279588019 .yiv8279588019attach {
 clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
 0;width:400px;}
 
 #yiv8279588019 .yiv8279588019attach div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8279588019 .yiv8279588019attach img {
 border:none;padding-right:5px;}
 
 #yiv8279588019 .yiv8279588019attach label {
 display:block;margin-bottom:5px;}
 
 #yiv8279588019 .yiv8279588019attach label a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8279588019 blockquote {
 margin:0 0 0 4px;}
 
 #yiv8279588019 .yiv8279588019bold {
 font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}
 
 #yiv8279588019 .yiv8279588019bold a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8279588019 dd.yiv8279588019last p a {
 font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv8279588019 dd.yiv8279588019last p span {
 margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}
 
 #yiv8279588019 dd.yiv8279588019last p
 span.yiv8279588019yshortcuts {
 margin-right:0;}
 
 #yiv8279588019 div.yiv8279588019attach-table div div a {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8279588019 div.yiv8279588019attach-table {
 width:400px;}
 
 #yiv8279588019 div.yiv8279588019file-title a, #yiv8279588019
 div.yiv8279588019file-title a:active, #yiv8279588019
 div.yiv8279588019file-title a:hover, #yiv8279588019
 div.yiv8279588019file-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8279588019 div.yiv8279588019photo-title a,
 #yiv8279588019 div.yiv8279588019photo-title a:active,
 #yiv8279588019 div.yiv8279588019photo-title a:hover,
 #yiv8279588019 div.yiv8279588019photo-title a:visited {
 text-decoration:none;}
 
 #yiv8279588019 div#yiv8279588019ygrp-mlmsg
 #yiv8279588019ygrp-msg p a span.yiv8279588019yshortcuts {
 font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}
 
 #yiv8279588019 .yiv8279588019green {
 color:#628c2a;}
 
 #yiv8279588019 .yiv8279588019MsoNormal {
 margin:0 0 0 0;}
 
 #yiv8279588019 o {
 font-size:0;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019photos div {
 float:left;width:72px;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019photos div div {
 border:1px solid
 #666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019photos div label {
 
color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019reco-category {
 font-size:77%;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019reco-desc {
 font-size:77%;}
 
 #yiv8279588019 .yiv8279588019replbq {
 margin:4px;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-actbar div a:first-child {
 margin-right:2px;padding-right:5px;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-mlmsg {
 font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean,
 sans-serif;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-mlmsg table {
 font-size:inherit;font:100%;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-mlmsg select,
 #yiv8279588019 input, #yiv8279588019 textarea {
 font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-mlmsg pre, #yiv8279588019
 code {
 font:115% monospace;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-mlmsg * {
 line-height:1.22em;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-mlmsg #yiv8279588019logo {
 padding-bottom:10px;}
 
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-msg p a {
 font-family:Verdana;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-msg
 p#yiv8279588019attach-count span {
 color:#1E66AE;font-weight:700;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-reco
 #yiv8279588019reco-head {
 color:#ff7900;font-weight:700;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-reco {
 margin-bottom:20px;padding:0px;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-sponsor #yiv8279588019ov
 li a {
 font-size:130%;text-decoration:none;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-sponsor #yiv8279588019ov
 li {
 font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-sponsor #yiv8279588019ov
 ul {
 margin:0;padding:0 0 0 8px;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-text {
 font-family:Georgia;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-text p {
 margin:0 0 1em 0;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-text tt {
 font-size:120%;}
 
 #yiv8279588019 #yiv8279588019ygrp-vital ul li:last-child {
 border-right:none !important;
 }
 #yiv8279588019 
 

Kirim email ke