Secara pribadi saya tidak yakin kelompok baju hitam yang menyusup dalam acara Mayday di beberapa kota siang tadi adalah Anarcho syndicalist seperti sinyalemen Polri barusan, sebab rembesan ideologi/ismenya di Indonesia sepertinya masih tipis. Makanya agak mencurigakan juga kalau tiba-tiba sudah gerak serempak di beberapa kota. Ke mana intelijen, mosok kebobolan di hari raya begini? Tapi memang sebaiknya jangan anggap enteng. Bisa saja paham Anarcho itu cepat bersimbiosis dengan keresahan remaja yang melihat masa depannya dikangkangi oligarkis dan koruptor. Bisa juga ini gebrakan coba-coba pihak tertentu untuk menjebak dan memfitnah lawannya macam Gestok, Malari dll. hingga Mei '98. Karena itu, sambil menunggu pernyataan resmi pemerintah, apalagi Polri sudah terlanjur menyebut keterlibatan pihak luar (Anarcho syndicalist), ada baiknya sedikit mengenang kehebatan bangsa ini mengatasi masa-masa runyam tak bertuan dengan tetap menjaga persatuan. Berikut secuplik kisah persaudaraan para mantan tentara-anak Islam & Kristen di Ambon.
"Semua peluk erat, mulai hari ini sampai di mana pun kita saudara, kamu mau pergi ke mana, bilang, beta akan di depan kamu." https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43207033 https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43207033
