*Wah, baru saya tahu inflasi mempengaruhi panen, biasanya dibilang karena
keadaan cuaca atau juga keterlambatan pupuk.*



https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190502140744-532-391382/menko-darmin-sebut-inflasi-april-dipicu-keterlambatan-panen



Menko Darmin Sebut Inflasi April Dipicu Keterlambatan Panen

CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 15:22 WIB

Bagikan :

[image: Menko Darmin Sebut Inflasi April Dipicu Keterlambatan Panen]Menko
Perekonomian Darmin Nasution menyebut inflasi 0,44 persen yang terjadi
April kemarin dipicu keterlambatan panen. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian *Darmin
Nasution <https://www.cnnindonesia.com/tag/darmin-nasution>* mengklaim
kenaikan laju *inflasi <https://www.cnnindonesia.com/tag/inflasi>* pada
April 2019 menjadi 0,44 persen disebabkan oleh keterlambatan musim panen
sejumlah komoditas, seperti cabai dan *bawang merah
<https://www.cnnindonesia.com/tag/bawang-merah>*.

"Inflasi itu pasti ada urusannya dengan bawang putih, bawang merah, cabai
merah," ujar Darmin, Kamis (2/5).

Namun, Darmin yakin kondisi tersebut hanya akan bersifat sementara. Sebab,
komoditas cabai dan bawang merah disebutnya akan segera panen.


Kedatangan musim panen tersebut akan membuat pasokan cabai dan bawang merah
cukup sehingga harganya bisa kembali stabil.
Lihat juga:

 Harga Bumbu Masak Bikin Inflasi April 2019 0,44 Persen
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190502111329-532-391308/harga-bumbu-masak-bikin-inflasi-april-2019-044-persen/>


"Ini soal keterlambatan yang namanya kalau panen. Kalau musim hujannya agak
banyak biasanya dia (panen) memang terlambat," jelas Darmin.

Badan Pusat Statistik (BPS <https://www.cnnindonesia.com/tag/bps>) mencatat
inflasi mencapai 0,44 persen secara bulanan pada April 2019. Laju inflasi
tersebut lebih tinggi dibandingkan Maret 2019 yang tercatat 0,11 persen dan
April 2018 yang sebesar 0,1 persen.

Secara tahun kalender, inflasi hingga bulan keempat 2019 adalah sebesar 0,8
persen persen dan secara tahunan sebesar 2,83 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)  Suhariyanto mengungkapkan inflasi April
2019 dipengaruhi oleh kelompok bahan makanan, khususnya bumbu masak, yang
inflasi 1,45 persen secara bulanan dengan andil 0,31 persen.




"Penyebab utamanya adalah kenaikan harga bawang merah yang rata-rata
harganya inflasi 22,9 persen sehingga bawang merah memberikan andil kepada
inflasi 0,13 persen. Kedua bawang putih 35 persen 0,09 persen. Cabe merah
andilnya 0,07 persen, kemudian ada telur ayam ras dan tomat sayur 0,02
persen," papar Suhariyanto.

Selain dipicu pangan, inflasi juga didorong oleh harga tiket pesawat.
Seperti diketahui, sejak akhir 2018 sejumlah maskapai penerbangan mengerek
harga tiket pesawat.

Kenaikan tersebut ini memicu pro dan kontra di sejumlah pihak. Bagi
masyarakat, keputusan tersebut jelas merugikan karena mereka harus merogoh
kantong lebih untuk membeli tiket pesawat.

Untuk mengatasi masalah tersebut Darmin akan menggelar rapat koordinasi
(rakor) dengan semua pihak yang berhubungan dengan tiket pesawat, seperti
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan penerbangan pada
pekan depan. Semula, rapat itu diadakan pekan ini tapi dibatalkan.

"Mengenai tiket pesawat kami belum jadi rapat, Menteri BUMN ada acara,"
ucap Darmin.
Lihat juga:

 BPS Minta Pemerintah Waspadai Inflasi Mei
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190502130505-92-391355/bps-minta-pemerintah-waspadai-inflasi-mei/>

Kirim email ke